Search

Khutbah Jumat: Tahun Baru Islam, Momentum Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Bertakwa

KHUTBAH JUMAT - Pergantian tahun baru Hijriah bukan sekadar perubahan angka dalam kalender Islam, tetapi menjadi momentum penting bagi setiap Muslim untuk melakukan muhasabah dan memperbaiki kualitas diri. Bertambahnya usia sejatinya mengingatkan bahwa kesempatan untuk beramal, bertobat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT semakin berkurang.

Melalui khutbah Jumat bertema “Tahun Baru Islam: Momentum Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Bertakwa”, khatib mengajak jamaah meneladani semangat hijrah Rasulullah SAW dengan memperkuat hubungan kepada Allah, berbakti kepada orang tua, serta bersungguh-sungguh menjaga diri dan keluarga dalam ketaatan. Semoga datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah menjadi titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih saleh, dan lebih bertakwa.

Teks Khutbah

Khutbah Pertama

 اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَ أَفْضَلَ الشُّهُوْرِ بِشَهْرِ الْمُحَرَّمِ، وَالَّذِيْ ابْتَدَأَ الْمُحَرَّمَ مِنْ أَوَّلِ اْلأَعْوَامِ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الْكِرَامِ صَلَاةً وَسَلَامًا دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ عَلَى مَمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالشُّهُوْرِ وَاْلأَيَّامِ. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوْا اللَّهَ وَافْعَلُوْا الْخَيْرَاتِ وَاجْتَنِبُوا السَّيِّئَاتِ. اِتَّقُوْا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَاتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Memasuki tahun baru Hijriah, ada dua hal penting yang perlu kita renungkan di awal tahun ini.

Pertama, syukur nikmat.

Yaitu bersyukur atas nikmat Allah SWT. Umur adalah nikmat yang diberikan Allah kepada kita, namun sering kali jarang kita syukuri. Sampai saat ini, kita masih diberi kesempatan oleh Allah untuk menjalani kehidupan, memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat, dan meningkatkan amal saleh sebagai bekal ketika menghadap Allah SWT. Firman Allah SWT dalam Surah An-Nahl ayat 30:

 وَقِيْلَ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا مَاذَآ اَنْزَلَ رَبُّكُمْۗ قَالُوْا خَيْرًاۚ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَلَدَارُ الْاٰخِرَةِ خَيْرٌۗ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِيْنَۙ

“Kemudian, dikatakan kepada orang yang bertakwa, “Apa yang telah Tuhanmu turunkan?” Mereka menjawab, “Kebaikan.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Sungguh, negeri akhirat pasti lebih baik. Itulah sebaik-baik tempat (bagi) orang-orang yang bertakwa,”

Karena tahun terus bertambah, tetapi ada yang berkurang dalam diri kita, yaitu kesempatan untuk beribadah dan bertobat yang semakin pendek.

Kedua, muhasabah.

Hidup ini adalah ujian. Ketika kita diuji dengan kenikmatan, marilah kita bersyukur. Ketika diuji dengan kesusahan, marilah kita bersabar.

Waktu dan umur yang dititipkan Allah kepada kita pada saatnya akan diambil kembali dan dimintai pertanggungjawaban di hadapan-Nya. Jangan sampai ada di antara kita yang diberi umur panjang, tetapi justru memperpanjang siksa bagi dirinya di hadapan Allah SWT.

Kita akan ditanya oleh Allah tentang umur kita:

عن عمره فيما أفناه

"Tentang umurnya, untuk apa dihabiskan."

Sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali, sementara kematian dapat datang kapan saja. Yang akan bermanfaat saat itu hanyalah amal saleh.

Pergantian tahun bukan sekadar pergantian kalender di rumah kita, melainkan peringatan atas apa yang telah kita lakukan pada tahun yang lalu dan apa yang akan kita lakukan pada masa yang akan datang.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Melalui mimbar mulia ini, saya mengajak kita semua untuk meninjau kembali pesan Baginda Nabi Muhammad SAW kepada Abdullah bin Mas'ud.

Pertama, jika kehidupan kita ingin dicintai Allah SWT, maka perbaikilah hubungan dengan Allah, salah satunya dengan menjaga salat tepat waktu.

Karena siapa pun kita, ketika kembali menghadap Allah SWT, perkara pertama yang akan dihisab adalah salat kita.

أَوَّلُ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ عِنْدَ اللَّهِ الصَّلَاةُ

"Perkara pertama yang dihisab dari seorang hamba di sisi Allah adalah salat."

Kedua, perbaikilah hubungan dengan kedua orang tua (birrul walidain).

Pesan Nabi SAW:

شَقِيَ عَبْدٌ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ أَوْ أَحَدَهُمَا فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الْجَنَّةَ

"Celaka seorang hamba yang masih mendapati kedua orang tuanya atau salah satunya, namun (karena ia durhaka) tidak menjadikannya masuk surga."

Dalam hadis yang lain Nabi SAW bersabda:

رِضَى اللَّهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ

"Rida Allah bergantung pada rida kedua orang tua, dan murka Allah bergantung pada murka kedua orang tua."

Ketiga, والجهاد في سبيل الله (Berjihad (bersungguh-sungguh berjuang) di jalan Allah).

Jihad terberat kita saat ini bukan mengangkat senjata, melainkan berjihad di tengah keluarga kita. Sudahkah kita memastikan rezeki yang diberikan kepada istri dan anak-anak benar-benar berasal dari sumber yang halal?

Nabi SAW bersabda:

لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ حَرَامٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

"Daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih pantas baginya."

Sebagai kepala keluarga, sudahkah kita menjaga keluarga dari api neraka?

Allah SWT berfirman dalam Surah At-Tahrim ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”

Momentum hijrah Rasulullah SAW hendaknya kita jadikan sebagai titik balik untuk menjadi insan yang lebih bertakwa kepada Allah SWT.

Peristiwa hijrah Rasulullah SAW menyimpan banyak pelajaran berharga dalam kehidupan. Peristiwa yang terjadi 1.448 tahun lalu itu mengandung nilai-nilai keteguhan iman dan semangat menyebarkan ruh Islam ke berbagai aspek kehidupan di tengah masyarakat yang terus berubah mengikuti perkembangan zaman.

Selama 13 tahun di Makkah, Rasulullah SAW dan para sahabat berjuang dengan mencurahkan tenaga, pikiran, harta benda, bahkan nyawa demi menjalankan misi:

لِيُخْرِجَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ

"Untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya."

Dengan berbagai upaya, kaum Quraisy menyakiti dan menyiksa para sahabat, bahkan berusaha membunuh Rasulullah SAW. Namun, dengan bekal iman yang kuat, para sahabat Muhajirin mampu melewati masa-masa sulit tersebut.

Setelah tiba di Madinah, Rasulullah SAW memulai babak baru kehidupan bersama para sahabat. Beliau terus menanamkan nilai-nilai Islam hingga terbentuk masyarakat yang berkepribadian Islami dan menjadi khaira ummah sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Ali Imron ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِۗ

“Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah....”.

Semoga pada tahun baru Hijriah ini kehidupan kita, ibadah kita, dan keluarga kita menjadi lebih baik.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing dan meridai langkah-langkah kita dalam menegakkan nilai-nilai Islam di muka bumi ini.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيم

وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرحيم

Khutbah kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيْرًا بَصِيْرًا، تَبَارَكَ الَّذِيْ جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوْجًا وَجَعَلَ فِيْهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيْرًا. أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وأَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وُرَسُولُهُ الَّذِيْ بَعَثَهُ بِالْحَقِّ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، وَدَاعِيَا إِلَى الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا

اللهم صل و سلم على هذا النبي الكريم و على آله و أصحابه و من تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.

 أما بعد 

فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى اِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً. اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ . وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبّ الْعَالَمِيْنَ.

عِبَادَاللهِ

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Untuk mendapatkan lebih banyak khutbah inspiratif, artikel keislaman, dan panduan keagamaan yang menyejukkan, kunjungi situs resmi muigresik.or.id. Temukan berbagai konten bermanfaat yang dapat memperkuat iman dan memperkaya wawasan keislaman Anda.

Klik disini untuk mendownload khutbah dalam bentuk PDF.