Search

Emban Amanah Ketua MUI Cerme, H. Masidi Awali dengan Mengucap Bismillahi Tawakkaltu

MUI Gresik – Dengan mengucap bismillahi tawakkaltu, H. Masidi menyatakan kesiapannya mengemban amanah menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cerme, untuk masa khidmah 2025-2030.

Amanah tersebut diberikan melalui Musyawarah Daerah (MUSDA) yang digelar pada Kamis (18/12/2025), di Kantor Kecamatan Cerme.

Dalam sambutannya, H. Masidi menyampaikan terima kasih kepada kepengurusan MUI Cerme sebelumnya, masa khidmah 2020-2025, atas semua perkhidmatan umat yang dilakukan, terutama kepada Ketua sebelumnya, KH. Agus Mahrus Huda

“Pertama kami ucapkan innalillahi wa inna ilaihi rojiun, karena begitu saya ditunjuk dan diberi mandat oleh para sepuh, kami sebenarnya merasa masih belum mumpuni, masih kurang, terutama soal ilmu masih sangat dhoif,” kata H. Masidi.

Tetapi, lanjutnya, dengan dorongan para sepuh dan para Kiai, dengan ucapan bismillahi tawakkaltu, H. Masidi akan menjalankan perkhidmatan di MUI Cerme dengan sebaik-baiknya.

“Semoga MUI Kecamatan Cerme kedepan bisa semakin baik,” pungkasnya.

Kemudian, Camat Cerme, H. Umar Hasyim, S.H., M.M., dalam sambutannya menyampaikan terima kasih, kepada seluruh jajaran MUI Cerme, yang selama ini telah banyak membantu pemerintah kecamatan.

“Terutama sinergi terhadap Forkopimcam dan seluruh komponen yang ada di kecamatan Cerme, sehingga wilayah ini bisa kondusif dan aman terkendali, salah satunya adalah berkat peran MUI Cerme,” kata Camat.

Umar Hasyim juga berharap, kedepan jajaran MUI Cerme bisa terus melanjutkan sinergi baik dengan Forkopimcam, agar wilayah ini terus kondusif, aman dan terkendali.

Sementara itu, dalam sambutan dan arahannya, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, berpesan ke jajaran MUI Cerme, untuk terus menjalankan peran dan tugas MUI di masyarakat.

“Peran dan tugas utama MUI itu sebagai shodiqul hukumah, khodimul umat serta himayatul umat,” kata Kiai Rofiq.

Ketua Umum menjelaskan, bahwa sebagai shodiqul hukumah, MUI menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam urusan sosial keagamaan. Sementara sebagai khodimul umat, MUI harus berperan sebagai pelayan umat, yang melayani, mengayomi dan membimbing umat Islam.

“Sebagai himayatul umat, MUI harus terus berupaya melindungi umat dari hal-hal yang yang bertentangan dengan syariat dan menjaga keutuhan akidah,” kata Kiai Rofiq.

Kiai Rofiq juga berpesan, bahwa dalam menjalankan peran dan tugasnya, secara organisasi MUI harus terus memahami perkembangan zaman.

“Maka sangat penting nanti dalam kepengurusan MUI Cerme, ada kolaborasi antara yang sepuh dan yang muda,” kata Kiai Rofiq.