Search

Doa Perlindungan dari Berbagai Bencana dan Musibah

MUI Gresik - Musibah dan bencana merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT yang dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Sebagai hamba, umat Islam diperintahkan untuk senantiasa berikhtiar lahir dan batin, salah satunya dengan memperbanyak doa perlindungan kepada Allah SWT.

Doa perlindungan bukan hanya bentuk permohonan keselamatan fisik, tetapi juga wujud pengakuan atas kelemahan manusia serta keyakinan bahwa hanya Allah SWT sebaik-baik Pelindung. Rasulullah SAW pun mengajarkan doa-doa khusus agar umatnya terhindar dari berbagai bentuk bahaya dan musibah.

Salah satu doa perlindungan dari berbagai bencana yang diajarkan Rasulullah SAW mencakup perlindungan dari reruntuhan, jatuh dari tempat tinggi, tenggelam, kebakaran, hingga gangguan setan saat sakaratul maut. Doa ini mencerminkan betapa luasnya rahmat dan perhatian Islam terhadap keselamatan umatnya.

Adapun lafal doa agar terlindungi dari berbagai macam bencana adalah sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّيْ وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيْقِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ فِيْ سَبِيْلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوْذُ بِكَ أَنْ أَمُوْتَ لَدِيْغًا

Allâhumma innî a'ûdzu bika minal hadmi, wa a'ûdzu bika minat taraddî, wa a'ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a'ûdzu bika an yatakhabbathanîsy syaithânu 'indal mauti, wa a'ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a'ûdzu bika an amûta ladîghan.

Artinya, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika menjelang kematian. Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.”

Doa ini mengajarkan umat Islam untuk menyadari berbagai potensi bahaya dalam kehidupan, baik yang bersifat alamiah maupun yang tidak kasat mata. Perlindungan yang dimohon pun mencakup keselamatan jasmani, rohani, serta akhir kehidupan seorang hamba.

Redaksi doa ini diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dan dicantumkan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkâr pada bab Doa-doa Penting yang Sunnah Dibaca Kapan Saja. Hal ini menunjukkan bahwa doa tersebut dianjurkan untuk diamalkan dalam berbagai kondisi, tidak terbatas pada waktu tertentu.

Para ulama menganjurkan agar doa ini dibaca secara rutin, terutama pada waktu-waktu mustajab seperti setelah shalat, pagi dan petang, atau ketika menghadapi rasa takut dan kekhawatiran terhadap keselamatan diri.

Dengan membiasakan membaca doa perlindungan ini, seorang Muslim diharapkan memiliki ketenangan batin, keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, serta kesiapan spiritual dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita, keluarga, dan seluruh kaum Muslimin dari segala bentuk musibah, bencana, dan bahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Untuk mendapatkan kajian doa, tuntunan ibadah, dan referensi keislaman yang sahih dan terpercaya, silakan kunjungi muigresik.or.id sebagai media dakwah dan rujukan umat.

*Referensi;

1. Imam al-Nasa'i, "Sunan al-Nasâ'i bi Syarh al-Hafidz Jalâl al-Dîn al-Suyûthî wa Hâsyiyah al-Imâm al-Sindî" (Beirut: Dar al-Ma'rifah, tt, juz 8, h. 678).

2. Imam Nawawi, kitab al-Adzkâr, dalam bab Doa-doa Penting yang Sunnah Dibaca Kapan Saja.