Search

Khutbah Jum’at: Pentingnya I’tikaf Pada 10 Hari Terakhir Ramadhan

KHUTBAH - Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah. Pada fase akhir bulan suci ini terdapat berbagai keutamaan besar, termasuk peluang meraih malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Karena itu, momentum ini menjadi waktu yang sangat berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan memperbanyak amal saleh.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah i’tikaf di masjid. Amalan ini merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw. Dalam khutbah Jum’at berikut, Drs. KH. Imam Chanafi, M.Ag mengingatkan pentingnya i’tikaf sebagai sarana memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Allah serta sebagai upaya menyempurnakan ibadah Ramadhan.

Teks Khutbah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي فَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ، وَجَعَلَ فِي آخِرِ رَمَضَانَ نَفَحَاتٍ عَظِيمَةً، وَرَحْمَاتٍ وَاسِعَةً، وَفُرَصًا لِلْعِتْقِ مِنَ النِّيرَانِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، شَهَادَةً نَرْجُو بِهَا النَّجَاةَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، أَرْسَلَهُ اللّٰهُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ، وَنَجَا الْمُخْلِصُونَ، وَرَبِحَ مَنْ جَعَلَ تَقْوَى اللّٰهِ زَادَهُ فِي مَسِيرِهِ إِلَى اللّٰهِ.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala, kualitas taqwa yang benar-benar dapat menghidupkan hati, sebagai upaya menggapai keselamatan hidup di dunia hingga kelak di akhirat nanti.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Rasanya baru kemarin kita mendengar pengumuman awal Ramadhan. Namun tiba-tiba Ramadhan sudah hampir meninggalkan kita. Seperti itu jugalah hidup manusia. Baru terasa muda, tiba-tiba rambut sudah memutih. Baru terasa kuat, tiba-tiba badan mulai lemah. Baru merasa hidup seperti masih panjang, tiba-tiba kabar kematian datang dari teman sebaya, tetangga, bahkan keluarga kita sendiri.

Disinilah, Ramadhan sebenarnya juga sedang mengajarkan satu pelajaran besar: bahwa segala sesuatu dalam hidup ini ada akhirnya. Dan tidak ada jaminan utnuk menjawab, apakah tahun depan kita masih bisa bertemu Ramadhan lagi? Untuk itu mumpung kita masih berada di bulan penuh diskon ampunan dari Allah ini, mari kita lengkapi paket ibadah Ramadhan kita, semoga kita betul-betul berhasil berubah menjadi lebih baik dan lebih baik lagi, La’allakum Tattaqun.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Ada satu amaliyah yang merupakan bagian penting dalam paket Ramadhan namun tidak seberapa diperhatikan, yakni I’tikaf. Penting, karena jelas tertuang di tengah-tengah penggalan ayat 187 dari QS. Al-baqarah :

…ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ ۗ…

Secara lahir ayat ini menjelaskan batas puasa sampai malam (maghrib), namun secara maknawi ia juga memberi isyarat bahwa kesempurnaan Ramadhan tidak berhenti di siang hari. Malamnya pun perlu dihidupkan dengan ibadah, dan pada ayat ini nyata disebut nama ibadahnya adalah I’tikaf di Masjid.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Rasulullah memberikan perhatian yang sangat besar kepada sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan melaksanakan I’tikaf. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ

Rasulullah ﷺ beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau. Kemudian istri-istri beliau beri’tikaf setelahnya. (HR. Sahih al-Bukhari, no. 2026; Sahih Muslim, no. 1172)

Ibnu Hajar Al-Asqalani Dalam Fathul Barri Menjelaskan: Hadis tentang I’tikaf ini menunjukkan bahwa I’tikaf Pada 10 hari terakhir Ramadan adalah Sunnah Muakkadah, sunnah yang sangat ditekankan. Untuk itu marilah memasuki 10 hari terakhir ini kita sempurnkan Ibadah Ramadhan kita dengan melaksanakan I’tikaf.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

I’tikaf itu seperti uzlah orang-orang Zuhud, mengasingkan diri bukan karena benci dunia, tetapi karena ingin memperbaiki hubungan dengan Pemilik dunia, yaitu Allah Azza Wajalla.

Walau kecil kemungkinan kita bisa meniru I’tikaf ala Rasulullah; dalam sepuluh hari terakhir beliau sudah selalu berada di dalam Masjid sejak sebelum Maghrib hingga satu malam suntuk, namun bagi kita bisa berada Tiga hari saja I’tikaf fokus kepada Allah, bisa jadi itu yang menyelamatkan kita dari kerasnya hati setahun penuh.

Dalam I’tikaf itu; kita menonaktifkan notifikasi dunia sementara dengan meluruskan niat dan menghadirkan hati kepada Allah, selalu berupaya shalat 5 waktu berjamaah dan melaksanakan salat-shalat sunnah lainnya, kita perbanyak membaca Al-Qur’an, kita perbanyak dzikir dengan kalimah-kalimah thayyibah, perbanyak istighfar dan shalawat, Kita fokuskan tafakkur dan muhasabah diri; tentang usia, tentang dosa dan kematian, kita pelajari ilmu agama dan mengurangi hal mubah yang tidak perlu.

Semoga dengan itu semua Allah memeprtemukan kita dengan Lailatul Qadar, malam yang kebaikannya lebih unggul dari kebaikan seribu bulan, Semoga Allah menghidupkan hati kita selamanya, sehingga kebahagiaan yang hadir dalam kehidupan kita adalah kebahagiaan yang sejati. Aaamin Yaaa Rabbal ‘Aaalamiiin…

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ. بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

 

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ  ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا، اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Demikian naskah Khutbah Jum’at: Pentingnya I’tikaf Pada 10 Hari Terakhir Ramadhan. Bagi pembaca yang ingin membaca dan mengunduh teks khutbah secara lengkap, silakan kunjungi situs resmi MUI Gresik di muigresik.or.id atau klik di sini untuk mendapatkan teks khutbah sesuai judul di atas.

Klik disini untuk mendownload khutbah dalam bentuk PDF.