Search

Khutbah Jumat : Merajut Ukhuwah, Mengangkat Martabat Umat

KHUTBAH JUMAT - Ukhuwah Islamiyah menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun umat yang kuat dan bermartabat. Persaudaraan karena iman harus dijaga dengan kasih sayang, saling menghormati, serta menghindari pertikaian yang dapat melemahkan persatuan.

Khutbah Jumat ini mengajak jamaah untuk memperkuat iman dan takwa, dewasa dalam menghadapi perbedaan, serta membiasakan tabayyun dan menjaga lisan, terutama di tengah derasnya arus informasi dan media sosial.

Teks Khutbah

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي جَعَلَ الْمُؤْمِنِينَ إِخْوَةً مُتَحَابِّينَ، وَجَمَعَهُمْ عَلَى كَلِمَةِ التَّوْحِيدِ بَعْدَ أَنْ كَانُوا مُتَفَرِّقِينَ، وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ فَأَصْبَحُوا بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا. نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى نِعْمَةِ الْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ وَالْأُخُوَّةِ، وَنُصَلِّي وَنُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ، الَّذِي بَنَى أُمَّةً عَظِيمَةً عَلَى أَسَاسِ الْمَحَبَّةِ وَالِائْتِلَافِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَاعْلَمُوا أَنَّ الْأُمَّةَ لَا تَبْلُغُ الْعِزَّةَ وَالْكَرَامَةَ إِلَّا إِذَا اجْتَمَعَتْ قُلُوبُ أَبْنَائِهَا عَلَى الْإِيمَانِ وَالْأُخُوَّةِ وَالْمَحَبَّةِ فِي اللَّهِ.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab takwa adalah bekal terbaik dalam perjalanan hidup, penuntun di tengah kebingungan zaman, sekaligus penyangga utama bagi tegaknya persatuan umat. Allah Swt. berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim." (QS. Ali Imran: 102)

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Salah satu anugerah terbesar yang diberikan Allah kepada umat ini adalah nikmat persaudaraan. Persaudaraan itulah yang dahulu mengubah bangsa-bangsa yang saling bermusuhan menjadi umat yang disegani dunia. Persaudaraan itulah yang menjadikan kaum Muhajirin dan Anshar mampu membangun peradaban yang agung. Dan persaudaraan itulah yang mampu mengubah kelemahan menjadi kekuatan, keterbelakangan menjadi kemajuan, serta perpecahan menjadi kemuliaan.

Namun hari ini kita hidup pada masa yang penuh ironi. Teknologi semakin mendekatkan jarak, tetapi hati manusia sering semakin berjauhan. Informasi semakin mudah diperoleh, tetapi kebijaksanaan semakin sulit ditemukan. Media sosial memberi ruang untuk berbicara, namun sering kali menghilangkan adab dalam berbicara.

Akibatnya, kita menyaksikan begitu mudah sesama Muslim saling menuduh, saling merendahkan, saling menegasikan, bahkan terkadang lebih keras kepada saudaranya sendiri daripada kepada pihak yang nyata-nyata memusuhi Islam. Perbedaan pandangan yang dahulu diselesaikan dengan musyawarah, kini sering berubah menjadi pertengkaran yang dipertontonkan. Perbedaan pilihan yang semestinya disikapi dengan kedewasaan, justru melahirkan permusuhan yang berkepanjangan.

Seakan-akan kita lupa bahwa apa pun organisasi kita, apa pun kelompok kita, apa pun pilihan kita, identitas terbesar kita tetap satu: kita adalah umat Nabi Muhammad ﷺ. Karena itulah Allah Swt. mengingatkan:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat: 10)

Perhatikanlah, Allah tidak mengatakan orang-orang mukmin itu teman, sahabat, atau tetangga. Allah menyebut mereka saudara. Saudara karena iman. Saudara karena kiblat yang sama. Saudara karena sujud kepada Tuhan yang sama. Saudara karena mengharapkan surga yang sama.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Jika kita ingin mewujudkan umat yang bermartabat, maka yang pertama harus kita kuatkan adalah iman dan takwa. Sebab umat yang kuat bukanlah umat yang paling banyak jumlahnya, tetapi umat yang paling kokoh hubungan hatinya dengan Allah. Allah Swt. berfirman:

إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

"Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad: 7)

Karena itu, persatuan yang tidak dibangun di atas iman dan takwa akan mudah runtuh oleh kepentingan dunia. Hari ini bersatu karena kepentingan, besok berpisah karena kepentingan yang lain. Tetapi jika persatuan dibangun karena Allah, maka ia akan tetap kokoh meskipun diterpa berbagai ujian.

Jamaah Jumat Rahimakumullah,

Hal kedua yang harus kita kuatkan adalah kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Perbedaan adalah sunnatullah. Tidak mungkin seluruh manusia memiliki cara pandang yang sama. Tidak mungkin semua ulama memiliki kesimpulan yang sama dalam setiap persoalan. Bahkan para imam mazhab yang kita hormati pun berbeda pendapat dalam banyak masalah fiqih, tetapi mereka tetap saling menghormati dan saling mendoakan.

Masalah terbesar umat hari ini bukan adanya perbedaan. Masalah terbesar umat adalah hilangnya adab ketika berbeda. Padahal umat tidak akan hancur karena banyaknya perbedaan, tetapi akan hancur karena hilangnya akhlak dalam menghadapi perbedaan. Allah Swt. berfirman:

وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ

"Janganlah kalian berselisih, karena kalian akan menjadi lemah dan hilang kekuatan kalian." (QS. Al-Anfal: 46)

Ayat ini mengandung peringatan yang sangat mendalam. Ketika perselisihan menjadi budaya, maka kekuatan akan sirna. Wibawa akan hilang. Martabat akan runtuh. Umat yang seharusnya sibuk membangun peradaban akhirnya habis energinya untuk saling menjatuhkan.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Hal ketiga yang harus diperkuat adalah budaya tabayyun dan menjaga lisan. Zaman sekarang adalah zaman di mana satu tulisan dapat menyebar ke jutaan orang dalam hitungan menit. Satu potongan video dapat memecah belah masyarakat. Satu informasi yang belum jelas dapat menghancurkan nama baik seseorang. Karena itu Allah Swt. memerintahkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

"Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah terlebih dahulu." (QS. Al-Hujurat: 6)

Betapa banyak permusuhan yang sebenarnya tidak perlu terjadi apabila manusia mau tabayyun. Betapa banyak persaudaraan yang rusak hanya karena prasangka. Betapa banyak fitnah yang menyebar hanya karena seseorang tergesa-gesa membagikan berita yang belum tentu benar. Rasulullah ﷺ juga bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)

Seandainya hadis ini menjadi pegangan setiap Muslim, niscaya banyak pertengkaran akan terhenti sebelum dimulai.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah,

Pada akhirnya, umat yang bermartabat bukanlah umat yang gemar membanggakan masa lalunya. Umat yang bermartabat adalah umat yang mampu membangun masa depannya.

Umat yang bermartabat adalah umat yang kuat imannya, luas ilmunya, mulia akhlaknya, dewasa dalam berbeda pendapat, bijak menggunakan teknologi, serta kokoh menjaga persaudaraan.

Ingatlah, jabatan akan berakhir. Kepemimpinan akan berganti. Kelompok dan kepentingan akan berlalu. Tetapi persaudaraan karena iman adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.

Marilah kita menjaga ukhuwah, memperkuat persatuan, memperluas kasih sayang, dan mengubur segala benih permusuhan. Sebab ketika ukhuwah menguat, umat akan bermartabat. Ketika hati bersatu, umat akan kuat. Dan ketika umat kembali kuat, maka agama Allah akan semakin mulia.

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ.  اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَفْضَلِ الْخَلْقِ وَالْوَرَى، وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ صَلاَةً وَسَلاَمًا كَثِيْرًا. أَمَّا بَعْدُ،

فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ؛ وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۚ.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَسُوءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ. وَأَقِمِ الصَّلَاةَ.

Untuk mendapatkan lebih banyak khutbah inspiratif, artikel keislaman, dan panduan keagamaan yang menyejukkan, kunjungi situs resmi muigresik.or.id. Temukan berbagai konten bermanfaat yang dapat memperkuat iman dan memperkaya wawasan keislaman Anda.

Klik disini untuk mendownload khutbah dalam bentuk PDF