Search

Jangan Biarkan Masa Depan Dicuri dalam Diam

OPINI - Sebuah daerah tidak akan kehilangan masa depannya hanya karena gedung-gedungnya runtuh. Justru suatu daerah itu akan kehilangan masa depan ketika generasinya perlahan kehilangan arah.

Kalimat itu menjadi penting menjadi renungan bersama ketika melihat perjalanan Kabupaten Gresik hari ini. Di satu sisi, Gresik tumbuh sebagai salah satu pusat industri besar di Jawa Timur. Kawasan industri berkembang, aktivitas ekonomi bergerak, investasi terus tumbuh, dan wajah pembangunan semakin terlihat modern. Namun di balik kemajuan itu, ada persoalan yang tidak boleh disembunyikan: ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang terus mencari ruang.

Narkoba bukan sekadar persoalan hukum. Ia adalah persoalan kemanusiaan. Ia tidak hanya merusak tubuh seseorang, tetapi juga menghancurkan harapan keluarga, melemahkan lingkungan sosial, dan mencuri masa depan generasi muda secara perlahan.

Bahaya narkoba sering kali datang tanpa suara. Ia tidak selalu muncul dalam bentuk kejahatan besar yang mudah dikenali. Terkadang ia hadir melalui pergaulan, rasa penasaran, ajakan teman, atau lingkungan yang kehilangan kepedulian. Karena itu, perang melawan narkoba tidak cukup hanya dilakukan setelah kejahatan terjadi. Perlawanan harus dimulai sebelum seseorang menjadi korban.

Data penanganan narkoba di Kabupaten Gresik menjadi tanda bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap ringan. Sepanjang 2025, Polres Gresik mencatat 147 kasus narkoba dengan 204 tersangka. Dari pengungkapan tersebut, aparat mengamankan barang bukti berupa 807,062 gram sabu, 32,681 gram ganja, 172 butir ekstasi, dan 8.149 butir pil double L. Selain itu, terdapat informasi bahwa 25 desa di Kabupaten Gresik masuk kategori zona merah penyalahgunaan narkotika.

Memasuki 2026, ancaman tersebut belum berhenti. Sejumlah pengungkapan kembali menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba masih bergerak. Aparat mengungkap kasus peredaran sabu dengan barang bukti ratusan gram, menangkap residivis yang kembali terlibat narkoba, serta membongkar jaringan yang memperdagangkan sabu dan pil koplo. Fakta ini menunjukkan bahwa narkoba bukan persoalan sesaat, tetapi ancaman yang membutuhkan ketahanan sosial bersama.

Angka-angka tersebut bukan hanya statistik kriminal. Di balik angka itu ada cerita manusia. Ada anak muda yang kehilangan kesempatan, keluarga yang kehilangan ketenangan, dan masyarakat yang kehilangan rasa aman.

Ruang Sosial Harus Dijaga Bersama

Gresik memiliki budaya sosial yang kuat. Salah satu yang paling melekat adalah budaya ngopi dan kongkow di warung kopi (warkop).

Warkop bukan hanya tempat minum kopi. Ia adalah ruang perjumpaan masyarakat. Tempat orang berdiskusi, bertukar pikiran, membangun hubungan sosial, bahkan menyelesaikan persoalan kehidupan sehari-hari.

Budaya ngopi adalah kekayaan sosial Gresik. Ia mencerminkan masyarakat yang terbuka dan dekat satu sama lain. Namun setiap ruang sosial juga memiliki tantangan. Sesuatu yang awalnya positif tetap harus dijaga agar tidak dimanfaatkan untuk kepentingan yang merusak.

Tempat berkumpul yang tidak terpantau dapat menjadi celah masuknya berbagai pengaruh negatif, termasuk peredaran narkoba. Bukan berarti warkop adalah masalah. Justru budaya warkop harus dipertahankan sebagai ruang kebersamaan yang sehat.

Namun masyarakat perlu memiliki kesadaran bahwa jaringan narkoba selalu mencari ruang yang lengah. Mereka tidak selalu masuk melalui tempat yang dianggap buruk. Mereka bisa masuk melalui lingkungan biasa, pertemanan biasa, dan kebiasaan yang dianggap sepele.

Di sinilah kepedulian masyarakat menjadi benteng pertama. Jangan sampai kita baru peduli ketika narkoba sudah masuk ke rumah sendiri. Jangan sampai kita baru bergerak ketika korban sudah bertambah. Sebab lingkungan yang kuat bukan lingkungan yang tidak pernah memiliki masalah, tetapi lingkungan yang berani menghadapi masalah bersama.

Fenomena Anak Muda dan Tanda Hilangnya Kepedulian

Selain persoalan narkoba, muncul pula fenomena sosial lain yang perlu menjadi perhatian bersama: budaya konvoi kendaraan bermotor pada tengah malam yang sering mengabaikan kenyamanan masyarakat sekitar.

Aktivitas komunitas motor tentu tidak selalu buruk. Banyak komunitas yang justru membawa energi positif, membangun solidaritas, dan menjadi ruang kreativitas anak muda.

Namun ketika aktivitas tersebut berubah menjadi aksi yang mengganggu ketertiban, menggunakan suara kendaraan yang berlebihan, atau dilakukan tanpa menghargai kehidupan masyarakat yang sedang beristirahat, maka ada persoalan sosial yang harus dibaca.

Kita tidak boleh menuduh setiap perilaku tersebut sebagai akibat narkoba atau minuman keras tanpa bukti. Tetapi masyarakat juga tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan adanya faktor yang memengaruhi perilaku berisiko.

Sebab miras dan narkoba sering menjadi pintu yang membuat seseorang kehilangan kendali. Ketika kontrol diri hilang, seseorang tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi juga orang lain. Karena itu, generasi muda harus memahami bahwa kebebasan bukan berarti bebas melakukan apa saja. Kebebasan selalu memiliki pasangan: tanggung jawab.

Ulama Tidak Cukup Berbicara di Tempat yang Bersih

Gresik memiliki kekuatan besar dalam kehidupan religius. Pesantren, masjid, majelis taklim, dan tokoh agama memiliki posisi penting dalam membangun karakter masyarakat. Namun tantangan zaman membutuhkan keberanian yang lebih besar. Ulama dan agamawan tidak cukup hanya hadir di tempat-tempat yang sudah bersih dari persoalan sosial.

Dakwah tidak boleh hanya berbicara kepada mereka yang sudah baik. Dakwah juga harus hadir kepada mereka yang sedang berjuang keluar dari persoalan. Nilai agama harus turun menyentuh realitas kehidupan. Berbicara tentang bahaya narkoba, pergaulan bebas, kehilangan arah generasi muda, dan krisis tanggung jawab sosial adalah bagian dari menjaga kehidupan manusia.

Sebab agama tidak hanya mengajarkan kesalehan pribadi, tetapi juga kepedulian sosial. Seorang pemuda yang terselamatkan dari narkoba bukan hanya menyelamatkan satu individu, tetapi menyelamatkan masa depan sebuah keluarga dan masyarakat.

Generasi Muda, Melawanlah dan Jangan Diam

Generasi muda Gresik harus menjadi bagian utama dalam perang melawan narkoba. Jangan biarkan masa depan dirampas oleh sesuatu yang menawarkan kesenangan sesaat tetapi meninggalkan kehancuran panjang. 

Keberanian anak muda hari ini bukan hanya tentang berani tampil, berani berbeda, atau berani bersuara di media sosial. Keberanian yang sesungguhnya adalah berani berkata tidak terhadap narkoba.

Berani menolak ajakan teman yang salah. Berani meninggalkan lingkungan yang merusak. Berani melaporkan ketika melihat peredaran narkoba. Berani menjaga diri sendiri dan mengingatkan orang lain. Sebab bangsa ini tidak kekurangan generasi pintar. Yang dibutuhkan adalah generasi yang memiliki karakter.

Pada akhirnya, pertanyaan terbesar yang harus kita renungkan bukan hanya seberapa tinggi gedung yang berhasil dibangun, seberapa besar investasi yang masuk, atau seberapa cepat roda industri bergerak. Pertanyaan yang jauh lebih mendasar adalah: apakah pembangunan hanya tentang jalan, gedung, industri, dan pertumbuhan ekonomi, atau tentang bagaimana kita menjaga manusia agar tetap memiliki nilai, kesehatan, karakter, dan masa depan?

Sebab sebuah daerah tidak benar-benar maju hanya karena mampu menghasilkan banyak keuntungan, tetapi ketika mampu menjaga generasinya agar tetap memiliki harapan dan arah kehidupan. Kemajuan yang kehilangan manusia di dalamnya hanyalah pertumbuhan tanpa makna.

Gresik memiliki peluang besar untuk menjadi daerah yang kuat dan bermartabat. Namun kekuatan itu tidak hanya dibangun dari mesin industri dan gedung-gedung tinggi. Kekuatan sejati dibangun dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya, keluarga yang menjadi benteng pertama, ulama dan tokoh masyarakat yang hadir menjawab persoalan nyata, pemerintah yang bergerak dengan kebijakan, serta generasi muda yang memiliki keberanian untuk berkata tidak terhadap narkoba.

Karena narkoba bukan sekadar musuh aparat penegak hukum. Narkoba adalah musuh keluarga, musuh masyarakat, dan musuh masa depan. Ia tidak hanya merusak satu orang, tetapi dapat merusak harapan banyak orang.

Maka perang melawan narkoba bukan hanya tentang menangkap pelaku dan memutus jaringan peredaran. Perang sesungguhnya adalah membangun kesadaran bahwa masa depan tidak boleh diserahkan kepada mereka yang ingin menghancurkannya.

Dan hari ini, masa depan Gresik sedang menunggu satu hal: keberanian kita semua untuk peduli, bergerak, dan melawan.