Search

Suscatin KUA Driyorejo, MUI Ajak Calon Pengantin Mulai Rumah Tangga dengan Niat Lillah

MUI GRESIK - Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan rumah tangga, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah kepada Allah SWT. Karena itu, niat menjadi salah satu fondasi penting yang perlu dipersiapkan sebelum calon pengantin memasuki kehidupan berumah tangga.

Pesan tersebut disampaikan Ketua MUI Kecamatan Driyorejo, KH. M. Khoiruddin, saat menjadi narasumber dalam Kursus Calon Pengantin (Suscatin) yang digelar KUA Kecamatan Driyorejo, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor KUA Kecamatan Driyorejo tersebut diikuti 15 calon pasangan pengantin. Keterlibatan MUI dalam Suscatin menjadi bagian dari kerja sama dalam memberikan pembekalan keagamaan kepada calon pengantin agar lebih siap menjalani kehidupan setelah akad.

“Alhamdulillah, MUI kita dilibatkan oleh KUA dalam Suscatin. Ini adalah kerja sama dalam rangka melayani umat,” ujar KH. M. Khoiruddin.

Dalam pembekalannya, Kiai Khoiruddin mengajak para calon pengantin untuk meluruskan niat sejak sebelum pernikahan. Menurutnya, pernikahan perlu diniatkan sebagai bentuk menjalankan sunnah Rasulullah SAW sekaligus ibadah kepada Allah SWT.

Kiai Khoiruddin mengingatkan, bahwa menikah juga menjadi sarana menjaga pandangan dan kehormatan diri. Karena itu, niat menikah tidak semata-mata didasarkan pada kepentingan duniawi, tetapi diarahkan untuk menjalankan sunnah Rasul dan mencari rida Allah SWT.

“Diniatkan menikah untuk menjalankan sunnah Rasul. Barang siapa yang berumah tangga atas dasar lillah, Allah akan memberikan kecukupan. Jangan khawatir soal rezeki, asal niatnya ibadah,” tuturnya.

Niat yang baik, lanjutnya, menjadi bekal penting dalam menghadapi kehidupan rumah tangga. Ketika suami dan istri menjadikan pernikahan sebagai ibadah, keduanya diharapkan mampu menjalani berbagai dinamika keluarga dengan lebih tenang serta saling menjaga.

Kiai Khoiruddin kemudian menjelaskan makna keluarga sakinah, mawaddah, warahmah yang diharapkan tumbuh dalam kehidupan rumah tangga. Sakinah menggambarkan ketenangan jiwa yang Allah berikan kepada pasangan dalam menjalani kehidupan bersama.

Sementara mawaddah merupakan cinta dan kasih sayang yang tumbuh di antara suami dan istri. Adapun rahmah merupakan bentuk kasih sayang yang lebih luas, berupa ketulusan dan belas kasih antara pasangan, terutama ketika menghadapi berbagai keadaan dalam kehidupan rumah tangga.

“Allah akan memberikan sakinah, ketenangan jiwa bagi orang yang menikah. Kemudian mawaddah, cinta kasih. Allah juga memberikan rahmah, yaitu belas kasih suami kepada istri dan sebaliknya,” jelasnya.

Melalui pembekalan tersebut, para calon pengantin diharapkan tidak hanya mempersiapkan kebutuhan menjelang akad, tetapi juga memiliki kesiapan spiritual untuk menjalani kehidupan setelah pernikahan.

Kiai Khoiruddin berharap seluruh calon pengantin yang mengikuti Suscatin diberikan kelancaran hingga hari pernikahan dan mampu membangun keluarga yang senantiasa dilandasi nilai-nilai ibadah.

“Semoga pernikahan para calon pengantin diberikan kelancaran dan menjadi keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah,” pungkasnya.