Search

MUI Bungah dan KUA Edukasi Pelajar, dari Pentingnya Ilmu hingga Bahaya Judi Online

MUI GRESIK - Bersama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bungah, MUI Kecamatan Bungah mengedukasi para pelajar melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah di SMPN 10 Gresik, Jl. Raya Bungah No.1, Abar-Abir, Kec. Bungah, Kabupaten Gresik, pada Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di sekolah tersebut membahas pentingnya membekali diri dengan ilmu, menghindari pernikahan dini, serta bijak menggunakan media sosial.

Kegiatan tersebut diikuti para siswa SMPN 10 Gresik yang mendapatkan pembinaan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan remaja. Materi diarahkan agar siswa mampu mempersiapkan masa depan dengan baik sekaligus menghindari berbagai persoalan yang dapat menghambat pendidikan dan perkembangan mereka.

Kepala SMPN 10 Gresik, Hj. Nur Aliyah, M.Pd., yang juga Anggota Komisi Pendidikan dan Dakwah MUI Kecamatan Bungah, mengatakan ilmu menjadi bekal penting bagi setiap siswa untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Menurutnya, masa sekolah merupakan waktu yang tepat bagi para siswa untuk membangun kebiasaan belajar dan mengembangkan kemampuan diri. Karena itu, siswa diharapkan tidak menyia-nyiakan kesempatan belajar yang mereka miliki.

“Semua siswa harus membekali diri untuk sukses di masa depan dengan ilmu,” ujarnya.

Nur Aliyah menambahkan, ilmu tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dari pengalaman, lingkungan, serta kegiatan positif yang diikuti para siswa. Bekal tersebut akan membantu mereka menentukan pilihan dan menghadapi berbagai tantangan ketika memasuki jenjang pendidikan berikutnya.

"Ayo anak-anakku, harus punya cita-cita dan berusaha mencapainya melalui proses belajar yang konsisten, karena keberhasilan di masa depan perlu dipersiapkan sejak usia sekolah dengan sikap disiplin, tanggung jawab, dan kemauan untuk terus belajar," katanya.

Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Bungah, H. Muthohhari Luthfi, mengingatkan para siswa mengenai bahaya pernikahan dini. Menurutnya, usia sekolah seharusnya menjadi masa untuk belajar, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.

Ia menjelaskan bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan, bukan hanya dari sisi usia, tetapi juga mental, pendidikan, ekonomi, dan tanggung jawab. Karena itu, para remaja perlu memahami konsekuensi pernikahan agar tidak mengambil keputusan secara terburu-buru.

“Jangan sampai usia sekolah justru digunakan untuk mengambil keputusan menikah sebelum memiliki kesiapan yang cukup,” pesannya.

Muthohhari berharap para siswa dapat fokus menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan masa depan. Menurutnya, pendidikan akan menjadi salah satu bekal penting ketika kelak mereka membangun keluarga dan menjalankan tanggung jawab di tengah masyarakat.

"Kalian semua harus terus terbuka kepada orang tua maupun guru ketika menghadapi persoalan. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan yang muncul pada masa remaja dapat dibicarakan dan dicarikan solusi sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar," ujarnya

Ketua MUI Kecamatan Bungah, KH. Fathan Anwari, pada kesempatan tersebut mengingatkan para siswa agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga memiliki sisi negatif apabila digunakan tanpa kontrol.

“Harus hati-hati menggunakan media sosial. Jangan sampai sesuatu yang awalnya hanya hiburan justru membuat kecanduan dan membawa kepada hal-hal yang merugikan,” katanya.

Kiai Fathan secara khusus menyoroti kebiasaan bermain game yang perlu dikendalikan, dan mengingatkan bahwa permainan yang dilakukan secara berlebihan dapat mengganggu waktu belajar dan aktivitas positif lainnya.

Selain itu, Kiai Fathan mengingatkan adanya risiko game yang berkaitan dengan praktik perjudian. Menurutnya, siswa perlu memahami bahwa aktivitas yang mengarah pada judi, termasuk melalui platform digital, harus dihindari karena dapat menimbulkan kecanduan dan merugikan diri sendiri maupun keluarga.

“Main game boleh, tetapi harus tahu batas. Jangan sampai kecanduan, apalagi kalau sudah mengarah pada judi,” tegasnya.

Kiai Fathan juga mengajak siswa menggunakan media sosial untuk hal-hal yang positif. Media sosial, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk belajar, mencari informasi, mengembangkan kreativitas, dan memperluas wawasan.

Melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah ini, MUI Kecamatan Bungah dan KUA Kecamatan Bungah berharap para siswa SMPN 10 Gresik semakin memahami pentingnya menjaga diri, menyelesaikan pendidikan, serta menggunakan perkembangan teknologi secara bijak.