MUI Gresik - Guyuran gerimis yang menyelimuti wilayah Kecamatan Dukun tidak menyurutkan langkah jamaah menghadiri Safari Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Dukun di Masjid Jami’ Dukunanyar, Kamis (26/2/2026). Justru, suasana mendung menambah kekhusyukan kegiatan yang dihadiri lebih dari 150 jamaah sejak pukul 16.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus MUI Kecamatan Dukun, Forkopimcam, Dewan Masjid Indonesia (DMI), takmir masjid, serta tokoh masyarakat setempat. Safari Ramadhan ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat.
Ketua MUI Kecamatan Dukun, Drs. KH. Hilal, Dip.IS, dalam tausiahnya mengajak jamaah untuk memahami makna mendalam dari kewajiban puasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, khususnya pada lafadz Kutiba ‘Alaikum.
Menurut beliau, kata tersebut menunjukkan adanya kewajiban yang mengandung beban, namun di balik beban itu terdapat kemuliaan besar yang Allah janjikan.
“Lafadz ‘Alaikum memang bermakna beban. Namun beban ini bukan untuk memberatkan, melainkan untuk memuliakan. Siapa yang mampu menjalankannya dengan ikhlas, sabar, dan penuh keimanan, maka Allah telah menyiapkan balasan berupa surga, sebagaimana disebutkan dalam hadits Rasulullah SAW,” ujar Kiai Hilal.
Lebih lanjut, Kiai Hilal menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana pembinaan akhlak dan pengendalian diri. Ramadhan adalah madrasah ruhaniyah yang mendidik umat Islam menjadi pribadi yang bertakwa, jujur, sabar, dan memiliki kepedulian sosial.
“Melalui puasa, kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Inilah hakikat puasa yang sesungguhnya, yakni membentuk manusia yang bertakwa,” jelasnya.
Beliau juga berharap momentum Safari Ramadhan dapat mempererat hubungan antara ulama dan umat, tidak hanya dalam kegiatan formal, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami berharap masyarakat tidak segan untuk berkomunikasi dan berdiskusi dengan MUI dalam menyelesaikan berbagai persoalan keagamaan. MUI hadir untuk membimbing dan melayani umat,” imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Dukun, Heru Budi Setiawan, S.E., yang hadir mewakili Forkopimcam, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat dalam mengikuti Safari Ramadhan. Ia menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dalam melayani masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk rakyat. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan sosial. Selain itu, kami juga terus mendorong program pemberdayaan ekonomi, salah satunya melalui Koperasi Merah Putih, guna memperkuat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Takmir Masjid Jami’ Dukunanyar, H. M. Saifullah, Lc., M.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan kehormatan atas digelarnya safari ramadhan di masjid tersebut.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kepercayaan ini. Kami berharap MUI terus menjadi garda terdepan dalam membimbing umat dan menjadi penengah dalam berbagai persoalan keagamaan, sehingga tercipta persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan Safari Ramadhan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh H. M. Ata Syifa Nugraha, dilanjutkan dengan ramah tamah dan buka puasa bersama.
