Search

Pembinaan Ibadah Sejak Dini, MUI Sangkapura Ajarkan Tatacara Sholat yang Benar

MUI Gresik - Pembinaan ibadah sejak dini menjadi fokus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sangkapura, melalui kegiatan pelatihan tatacara sholat yang baik serta pembinaan dan penguatan akhlak generasi muda.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (28/2/2026) di MTs Muhammadiyah 5 Daun Bawean, Jl. K.H. Ahmad Dahlan, Jl. Raya Daun Barat No.09, Desa Daun, Kecamatan Sangkapura.

Kegiatan ini menghadirkan Ustadzah Eklis Dinika, M.Pd.I., anggota Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Umat MUI Kecamatan Sangkapura.

Dalam pemaparannya, Ustadzah Eklis menjelaskan secara sistematis tata cara sholat yang benar sesuai tuntunan syariat, mulai dari niat, takbiratul ihram, bersedekap, membaca Al-Fatihah, ruku’, i’tidal, sujud, duduk antara dua sujud, tasyahud, hingga salam, yang semuanya dilakukan dengan tertib dan penuh thuma’ninah.

“Yang kita ajarkan adalah tata cara sholat yang benar dimulai dari niat, takbiratul ihram, bersedekap, membaca Al-Fatihah, ruku’, i’tidal, dua kali sujud, duduk antara dua sujud, tahiyat, dan salam dengan tertib dan thuma’ninah,” ujarnya.

Ustadzah Eklis juga membimbing para peserta mempraktikkan langsung setiap gerakan sholat. Dimulai dari berdiri tegak menghadap kiblat dengan niat dalam hati, takbiratul ihram dengan posisi tangan sejajar telinga, bersedekap dengan membaca doa iftitah, hingga membaca Al-Fatihah yang merupakan rukun dalam setiap rakaat.

“Peserta kemudian diajarkan gerakan ruku’ dengan posisi punggung rata dan tangan memegang lutut, dilanjutkan dengan i’tidal dalam posisi berdiri tegak. Selanjutnya, sujud dilakukan dengan menempelkan tujuh anggota tubuh ke lantai, yaitu dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung kaki, dilanjutkan duduk antara dua sujud dengan posisi iftirasy,” ujarnya

Selain itu, peserta juga diajarkan perbedaan posisi duduk saat tasyahud awal dan tasyahud akhir. Pada tasyahud awal menggunakan posisi iftirasy, sedangkan pada tasyahud akhir menggunakan posisi tawaruk. Pelatihan ditutup dengan salam sebagai penutup sholat.

“Respon para peserta sangat luar biasa. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Banyak dari mereka yang sebelumnya belum memahami secara tepat tata cara sholat. Setelah mengikuti pelatihan ini, mereka menjadi lebih mengerti dan memahami bagaimana sholat yang benar sesuai tuntunan,” jelasnya.

Ustadzah Eklis mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang ibadah sholat yang benar.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Sangkapura, KH. Masyhudi Washi, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan tersebut, dan mengatakan bahwa pembinaan ibadah sholat merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda.

“Kegiatan ini sangat baik dan sangat penting. Sholat adalah tiang agama dan menjadi fondasi utama dalam membentuk pribadi muslim yang kuat. Jika sejak dini anak-anak sudah dibiasakan memahami dan melaksanakan sholat dengan benar, maka itu akan menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka,” ujarnya.

Kiai Masyhudi juga menekankan bahwa pembinaan generasi muda merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya lembaga pendidikan, tetapi juga para ulama dan masyarakat.

“MUI memiliki tanggung jawab untuk terus hadir membina umat, khususnya generasi muda. Kegiatan seperti ini harus terus dilanjutkan dan diperluas jangkauannya, agar semakin banyak generasi muda yang memahami ajaran Islam dengan baik dan benar,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, MUI Kecamatan Sangkapura berharap para pelajar tidak hanya mampu melaksanakan sholat dengan baik dan benar, tetapi juga menjadikan sholat sebagai sarana pembinaan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.