Search

Perkuat Dakwah hingga Tingkat Desa, MUI Menganti Bekali Calon Khotib dan Da'i KP MUI Desa

MUI GRESIK - Upaya memperkuat dakwah hingga tingkat desa terus dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Menganti melalui Sosialisasi dan Pembekalan Calon Khotib dan Da'i bagi Calon Kader Penggerak (KP) MUI Desa se-Kecamatan Menganti.

Kegiatan ini bertujuan menyiapkan kader-kader dakwah yang mampu menjadi penyambung fatwa dan tausiyah MUI sekaligus menjawab berbagai tantangan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kecamatan Menganti pada Ahad malam (26/7/2026) tersebut diikuti calon KP MUI Desa dari seluruh desa di Kecamatan Menganti. Hadir dalam kesempatan itu Ketua MUI Kecamatan Menganti KH. Nur Kholish, M.Pd.I., Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari, S.STP., Kapolsek Menganti AKP Arif Rahman, perwakilan Koramil Menganti, serta Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag. yang sekaligus memberikan sosialisasi dan pembekalan.

Mengawali sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Menganti KH. Nur Kholish mengingatkan bahwa ulama merupakan pewaris para nabi sebagaimana sabda Rasulullah SAW, Al-'Ulama Waratsatul Anbiya'. Menurutnya, pembekalan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menyiapkan kader dakwah yang mampu menjalankan amanah MUI hingga tingkat desa.

"Syukur alhamdulillah pada malam hari ini kita bisa melaksanakan sosialisasi dan pembekalan calon khotib dan da'i. Terima kasih atas kehadiran para calon KP MUI Desa se-Kecamatan Menganti," ujarnya.

Kiai Nur Kholish menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan MUI Kabupaten Gresik yang tengah membentuk dan memperkuat KP MUI Desa di seluruh kecamatan. Melalui pembekalan ini, para kader dipersiapkan agar mampu menjalankan fungsi dakwah sekaligus membawa pesan-pesan keumatan yang menjadi perhatian MUI.

"Saya yakin panjenengan semua yang hadir, terutama para calon KP MUI Desa, sehari-harinya sudah menjadi khotib maupun da'i. Bahkan mungkin ada yang jadwal khutbahnya sudah penuh hingga akhir tahun. Namun pelatihan ini tetap penting karena sebagai KP MUI Desa memiliki tugas khusus sebagai penyambung lidah fatwa dan tausiyah MUI, mulai dari MUI Pusat, Provinsi, Kabupaten hingga Kecamatan," jelasnya.

Sementara itu, Camat Menganti Bagus Arif Jauh Hari menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan para calon khotib dan da'i merupakan bagian penting dalam membangun karakter masyarakat yang berakhlakul karimah.

"Sebuah kehormatan bagi kami Pendopo Kecamatan Menganti menjadi tempat pelaksanaan sosialisasi dan pembekalan ini. Insyaallah kegiatan ini membawa banyak keberkahan bagi seluruh masyarakat Menganti," tuturnya.

Ia menyampaikan, bahwa pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan moral masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, peran para dai dinilai semakin strategis dalam menjaga nilai-nilai agama dan akhlak.

"Panjenengan semua adalah agen dan ujung tombak penggerak umat Islam di desa-desa. Kami berharap dapat mengajak masyarakat memperkuat ukhuwah Islamiyah, sehingga tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga memiliki akhlak dan adab yang baik," katanya.

Dalam sesi pembekalan, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag., menjelaskan bahwa MUI merupakan wadah musyawarah para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim yang memiliki fungsi sebagai shodiqul hukumah (mitra strategis pemerintah) sekaligus khodimul umat (pelayan umat).

"Pembentukan KP MUI Desa dilatarbelakangi semakin kompleksnya dinamika sosial keagamaan di Kabupaten Gresik seiring pesatnya perkembangan industrialisasi," ujarnya.

Sekretaris Umum mencontohkan, berbagai persoalan yang belakangan muncul, mulai dari pengungkapan peredaran narkoba dalam jumlah besar, munculnya komunitas menyimpang di media sosial berdasarkan laporan dari KP MUI Desa di salah satu kecamatan, maraknya warung remang-remang, hingga berkembangnya narasi negatif terhadap pesantren di media sosial.

"Semua itu terjadi di Gresik yang selama ini dikenal sebagai Kota Santri dan Kota Wali. Karena itu identitas tersebut harus terus kita rawat sampai tingkat desa," tuturnya.

Makmun menambahkan, tantangan tersebut menuntut metode dakwah yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Kehadiran KP MUI Desa diharapkan menjadi ujung tombak penyampaian fatwa dan tausiyah MUI agar benar-benar sampai kepada masyarakat.

"Sesungguhnya yang setiap hari mendampingi umat adalah para kiai dan ustadz di tingkat desa. Karena itu, fatwa dan tausiyah MUI tidak boleh berhenti di tingkat kecamatan, tetapi harus sampai kepada masyarakat paling bawah melalui KP MUI Desa," jelasnya.

Sekretaris Umum juga menerangkan, bahwa KP MUI Desa memiliki beberapa fungsi strategis, yakni menjadi informan MUI mengenai kondisi sosial keagamaan di desa, mendampingi pemerintah desa dalam proses perencanaan pembangunan agar tetap berlandaskan nilai-nilai agama, serta menjadi instrumen deteksi dini terhadap berbagai persoalan sosial keagamaan.

"Selain itu, para calon khotib dan da'i akan memperoleh materi-materi khutbah dan dakwah yang disiapkan MUI pada momentum-momentum tertentu, sehingga pesan-pesan keagamaan dan kebangsaan dapat tersampaikan secara seragam hingga ke desa-desa," pungkasnya.