MUI GRESIK - Memasuki paruh kedua bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah. Selain memperbanyak tilawah Al-Qur’an, sedekah, dan i’tikaf, terdapat pula amalan sunnah yang lazim dilakukan oleh sebagian kaum muslimin, yakni membaca doa qunut pada shalat Witir setelah rangkaian shalat Tarawih.
Amalan ini mulai diamalkan sejak malam ke-16 Ramadhan. Dalam fikih, khususnya dalam mazhab Syafi’i yang dianut mayoritas umat Islam di Indonesia, membaca qunut pada Witir di separuh akhir Ramadhan dipandang sebagai amalan sunnah yang memiliki dasar dari riwayat para sahabat serta penjelasan para ulama dalam kitab-kitab klasik.
Salah satu riwayat mengenai praktik qunut Witir di separuh akhir Ramadhan dijelaskan oleh pakar hadis terkemuka, Imam al-Hafiz al-Baihaqi (wafat 458 H). Dalam kitabnya disebutkan adanya riwayat dari kalangan tabi’in tentang kebiasaan sahabat Nabi, Ubay bin Ka’ab, yang membaca qunut pada shalat Witir setelah memasuki pertengahan Ramadhan.
أَخْبَرَنَا أَبُو عَلِيٍّ الرُّوذْبَارِيُّ، أَخْبَرَنَا أَبُو بَكْرِ ابْنُ دَاسَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، عَنْ مُحَمَّدٍ هُوَ ابْنُ سِيرِينَ، عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ، أَنَّ أُبَيَّ بْنَ كَعْبٍ أَمَّهُمْ يَعْنِي فِي رَمَضَانَ وَكَانَ يَقْنُتُ فِي النِّصْفِ الْآخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Abu ‘Ali ar-Rudzbari mengabarkan kepada kami, Abu Bakr Ibn Dasah mengabarkan kepada kami, Abu Dawud menceritakan kepada kami, Ahmad bin Hanbal menceritakan kepada kami, Muhammad bin Bakr mengabarkan kepada kami, Hisyam meriwayatkan dari Muhammad yaitu Ibn Sirin dari sebagian sahabatnya, bahwa Ubay bin Ka’ab pernah mengimami mereka, yakni pada bulan Ramadhan, dan beliau membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan.” (As-Sunan al-Kubra [Kairo: Markaz Hajar lil-Buhuts wad-Dirasat], vol 5, h. 335)
Riwayat tersebut menunjukkan bahwa amalan membaca qunut pada shalat Witir di paruh akhir Ramadhan telah dikenal sejak generasi awal Islam. Praktik ini kemudian dijelaskan dan dianjurkan oleh sejumlah ulama, khususnya dalam mazhab Syafi’i.
Imam an-Nawawi (wafat 676 H) dalam salah satu karyanya menjelaskan bahwa membaca qunut pada Witir di separuh terakhir Ramadhan merupakan amalan yang dianjurkan. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab beliau:
وَيُسْتَحَبُّ الْقُنُوتُ عِنْدَنَا فِي النِّصْفِ الْآخِرِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فِي الرَّكْعَةِ الْأَخِيرَةِ مِنَ الْوِتْرِ
“Menurut mazhab kami (Syafi’iyyah), disunnahkan membaca qunut pada setengah akhir bulan Ramadhan, yaitu pada rakaat terakhir shalat Witir.” (Al-Adzkar an-Nawawi [Beirut: Dar Ibn Katsir], vol. 1, h. 124)
Secara umum, bacaan doa qunut yang dibaca dalam shalat Witir pada paruh akhir Ramadhan sama dengan doa qunut yang biasa dibaca pada shalat Subuh. Berikut teks doa qunut tersebut:
اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَأَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummahdina fi man hadait. Wa ‘afina fi man afait. Wa tawallana fi man tawallait. Wa barik lana fi ma a’thait. Wa qina syarra ma qadhait. Fa innaka taqdhi wa la yuqdha alaik. Wa innahu la yudzillu man walait. Wa la ya’izzu man ‘adait. Tabarakta rabbana wa ta’alait. Fa lakal hamdu ‘ala ma qadhait. Wa astaghfiruka wa atubu ilaik. Wa shallallahu ala sayyidina muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘ala ‘alihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.”
Dengan demikian, membaca doa qunut dalam shalat Witir pada paruh akhir Ramadhan merupakan amalan sunnah. Umat Islam dapat mengamalkannya sebagai bagian dari upaya memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di hari-hari terakhir bulan yang penuh berkah ini.
Untuk mendapatkan lebih banyak informasi keislaman, tuntunan ibadah, serta berbagai kajian keagamaan yang bermanfaat, masyarakat dapat mengunjungi laman resmi muigresik.or.id yang menyajikan konten dakwah, syariah, dan edukasi Islam secara aktual dan terpercaya.
