Search

Lengkap! Bacaan Wirid dan Doa Setelah Shalat Witir di Bulan Ramadhan

MUI Gresik - Bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan adalah shalat malam, khususnya shalat tarawih yang ditutup dengan shalat witir. Shalat witir memiliki kedudukan penting sebagai penutup rangkaian shalat malam, sekaligus menjadi simbol penyempurna ibadah qiyamul lail yang dikerjakan dengan penuh keimanan dan harapan pahala dari Allah SWT.

Setelah melaksanakan shalat witir, umat Islam dianjurkan untuk tidak langsung beranjak, melainkan meluangkan waktu sejenak untuk membaca wirid dan doa. Wirid dan doa ini merupakan bentuk penghambaan, permohonan ampun, serta harapan akan diterimanya seluruh amal ibadah yang telah dilakukan, khususnya di bulan Ramadhan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan.

Para ulama menjelaskan anjuran membaca wirid dan doa setelah shalat witir sebagaimana keterangan berikut:

يُسَنُّ أَنْ يَقُولَ بَعْدَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ وَأَنْ يَقُولَ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

Artinya: Seseorang dianjurkan setelah shalat witir membaca tiga kali, subhānal malikil quddūs, kemudian membaca, Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika (Lihat Syekh M Nawawi Banten, Nihayatuz Zain, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: 2002 M/1422 H], halaman 101).

Susunan Bacaan Wirid dan Doa Setelah Shalat Witir

Berikut susunan bacaan wirid dan doa yang dianjurkan setelah shalat witir:

1. Syahadat

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ

Asyhadu an lā ilāha illallāh.

Artinya: Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah.

2. Istighfar

أَسْتَغْفِرُ اللهَ

Astaghfirullāh.

Artinya: Aku memohon ampunan Allah.

3. Permohonan Ridha dan Surga

أَسْأَلُك رِضَاك وَالْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِك مِنْ سَخَطِك وَالنَّارِ

Allāhumma innī as’aluka ridhāka wal jannah, wa a‘ūdzu bika min sakhathika wan nār.

Artinya: Tuhanku, aku memohon ridha dan surga-Mu. Aku juga berlindung kepada (rahmat)-Mu dari murka dan neraka-Mu.

4. Bacaan poin 1–3 diulang sebanyak 3 kali

5. Tasbih (3 kali)

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhānal malikil quddūs.

Artinya: Mahasuci Tuhan yang kudus (HR An-Nasa’i dan Ibnu Majah).

6. Pujian Kesucian Allah

سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ

Subbūhun, quddūsun, rabbunā wa rabbul malā’ikati war rūh.

Artinya: Suci dan qudus Tuhan kami, Tuhan para malaikat dan Jibril (HR Al-Baihaqi dan Ad-Daruqutni).

7. Doa Memohon Ampunan (3 kali)

اللَّهُمَّ إنَّك عَفْوٌ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka ‘afuwwun karīmun tuhibbul ‘afwa, fa‘fu ‘annī.

Artinya: Tuhanku, sungguh Kau maha pengampun lagi pemurah. Kau menyukai ampunan, oleh karenanya ampunilah aku.

8. Doa Memohon Rahmat

يَا كَرِيْمُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Yā karīmu, bi rahmatika yā arhamar rāhimīna.

Artinya: Wahai Zat yang maha pemurah, (aku memohon) atas berkat rahmat-Mu, wahai Zat yang paling penyayang dari segenap penyayang.

9. Doa Perlindungan

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِرِضَاك مِنْ سَخَطِك وَبِمُعَافَاتِك مِنْ عُقُوبَتِك وَأَعُوذُ بِك مِنْك لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْك أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْت عَلَى نَفْسِك

Allāhumma inī a‘ūdzu bi ridhāka min sakhathika, wa bi mu‘āfātika min ‘uqūbatika. Wa a‘ūdzu bika minka, lā uhshī tsanā’an alayka anta kamā atsnayta ‘alā nafsika.

Artinya: Tuhanku, aku berlindung kepada ridha-Mu dari murka-Mu dan kepada afiat-Mu dari siksa-Mu. Aku meminta perlindungan-Mu dari murka-Mu. Aku tidak (sanggup) membilang pujian-Mu sebanyak Kau memuji diri-Mu sendiri (HR Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah).

10. Doa Shalat Witir

أَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْاَلُكَ إِيْمَانًا دَاِئمًا وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا وَنَسْأَلُكَ عَمَلًا صَالِحًا وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا وَنَسْأَلُكَ خَيْرًا كَثِيْرًا وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ أَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا أَللهُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Artinya: Ya Allah, kami mohon pada-Mu, iman yang langgeng, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, keyakinan yang benar,amal yang saleh, agama yang lurus, kebaikan yang banyak.kami mohon kepada-Mu ampunan dan kesehatan, kesehatan yang sempurna, kami mohon kepada-Mu bersyukur atas karunia kesehatan, kami mohon kepada-Mu kecukupan terhadap sesaama manusia. Ya Allah, tuhan kami terimalah dari kami: shalat, puasa, ibadah, kekhusyu’an, rendah diri dan ibadaha kami, dan sempurnakanlah segala kekurangan kami. Ya allah, Tuhan yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan kepada makhluk-Nya yang terbaik, Nabi Muhammad saw, demikian pula keluarga dan para sahabatnya secara keseluruhan. Serta segala puji milik Allah Tuhan semesta alam.

11. Surat Al-Fatihah

12. Doa penutup

13. Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: Aku berniat untuk berpuasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah swt.

Apabila doa dan wirid tersebut dibaca secara berjamaah, maka penggunaan kata ganti tunggal (dhamir mufrad) dapat disesuaikan menjadi kata ganti jamak (dhamir jama’), agar mewakili permohonan bersama. Dengan demikian, doa yang dipanjatkan mencerminkan harapan seluruh jamaah. Semoga Allah SWT menerima setiap doa dan amal ibadah yang kita panjatkan.

Wirid dan doa setelah shalat witir merupakan amalan yang sangat dianjurkan karena menjadi bentuk penyempurna ibadah malam, khususnya di bulan Ramadhan. Selain memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT, amalan ini juga menjadi sarana memohon ampunan, keberkahan, dan diterimanya seluruh amal ibadah. Konsistensi dalam membaca wirid dan doa setelah witir juga mencerminkan kesungguhan seorang hamba dalam meraih keutamaan Ramadhan.

Untuk mendapatkan panduan ibadah lainnya yang shahih, amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah, serta artikel keislaman yang mencerahkan, kunjungi website resmi MUI Gresik di muigresik.or.id. Mari perkuat ibadah dan pemahaman keislaman kita agar Ramadhan menjadi momentum peningkatan iman dan takwa.