Search

Doa Memakai Pakaian Baru saat Idul Fitri: Sunnah Rasulullah, Hikmah, dan Bacaan Lengkapnya

DOA - Hari raya Idul Fitri identik dengan suasana kebahagiaan, silaturahmi, serta berbagai tradisi yang mengiringinya. Salah satu kebiasaan yang hampir selalu dilakukan umat Islam adalah mengenakan pakaian baru atau pakaian terbaik ketika merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa.

Dalam ajaran Islam, mengenakan pakaian baru tidak sekadar menjadi tradisi sosial. Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap nikmat yang diterima, termasuk pakaian yang dikenakan, disertai dengan doa dan rasa syukur kepada Allah SWT agar membawa keberkahan dan kebaikan bagi pemakainya.

Hadits Nabi tentang Memakai Pakaian Baru

Adab mengenakan pakaian baru memiliki dasar dari sunnah Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW membaca doa khusus ketika mengenakan pakaian baru, baik berupa gamis, sorban, maupun selendang.

كان رسول الله صل الله عليه و سلم اذا استجدّ ثوبا سمّاه عمامة، قميصا او رداء، ثم يقول : اللّٰهُمَّ لَكَ الحَمْدُ اَنْتَ كَسَوْتَنِيْهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَ خَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَ شَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Artinya: “Bahwa Rasulullah ketika memakai pakaian baru, imamah, gamis atau sorban, berdoa: Allahumma lakal hamdu anta kasautiniihi asaluka khairahu wa khaira maa shuni’a lahu, wa a’udzubika min syarrihi wa syarri ma shuni’a lahu.”

Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mencontohkan kepada umatnya untuk mengingat Allah bahkan dalam aktivitas sederhana seperti mengenakan pakaian.

Doa Memakai Pakaian Baru

Doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika mengenakan pakaian baru adalah sebagai berikut:

اللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ كَسَوْتَنِيهِ، أَسْأَلُكَ خَيْرَهُ وَخَيْرَ مَا صُنِعَ لَهُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا صُنِعَ لَهُ

Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkau telah memakaikanku pakaian ini. Aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan apa saja yang ada padanya. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan apa saja yang ada padanya.”

Doa ini mengandung permohonan agar pakaian yang dikenakan membawa manfaat, menjaga kehormatan, serta tidak menjadi sebab munculnya kesombongan, riya, ataupun keburukan lainnya.

Anjuran Memakai Pakaian Terbaik saat Hari Raya

Selain doa ketika mengenakan pakaian baru, para ulama juga menjelaskan bahwa memakai pakaian terbaik pada hari raya termasuk sunnah yang dianjurkan.

عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِى الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبِسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ

Artinya: Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata, “Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan.” (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim).

Dalam riwayat lain juga disebutkan:

عَنْ نَافِعٍ : أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَلْبَسُ فِى الْعِيدَيْنِ أَحْسَنَ ثِيَابِهِ

Artinya: Diriwayatkan dari Nafi’ bahwa Ibnu Umar RA memakai baju terbaiknya di dua hari raya. (HR Al-Baihaqi dan Ibnu Abid Dunya dengan sanad shahih).

Penjelasan Ulama tentang Baju Baru di Hari Raya

Imam As-Syafi’i rahimahullahu ta’ala juga menganjurkan agar umat Islam mengenakan pakaian terbaik ketika merayakan hari raya.

قَالَ الشَّافِعِيُّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى ... فَأُحِبُّ في الْعِيدَيْنِ أَنْ يَخْرُجَ بِأَحْسَنَ ما يَجِدُ من الثِّيَابِ

Artinya: “… maka aku senang dalam dua hari raya orang hendaknya keluar dengan baju terbaik yang ia temukan.” (Muhammad bin Idris As-Syafi’i, Al-Umm, [Beirut, Darul Ma’rifah: 1393 H], juz I, hal. 248)

Pakar fikih Maliki, Syekh Ahmad bin Ghunaim An-Nafrawi, juga menjelaskan bahwa, “yang dimaksud dengan ‘baju baik’ (yang disunahkan) dalam hari raya adalah baju baru, meskipun berwarna hitam.” (Al-Fawakihud Dawani, Maktabah Ats-Tsaqafah Ad-Diniyyah, juz II, halaman 651)

Hikmah Memakai Baju Baru saat Lebaran

Para ulama menjelaskan bahwa anjuran memakai pakaian terbaik pada hari raya memiliki beberapa hikmah penting.

Pertama, sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Kedua, sebagai bentuk pengagungan terhadap hari raya sebagai momentum penting dalam Islam. Ketiga, untuk memuliakan malaikat yang hadir di sekitar manusia pada waktu-waktu mulia tersebut.

Sebagaimana dijelaskan dalam kitab tafsir:

وَمِنْ مَظَاهِرِ الشُّكْرِ لُبْسُ أَحْسَنِ الثِّيَابِ يَوْمَ الْفِطْرِ

Artinya: “Di antara bentuk syukur kepada Allah adalah mengenakan pakaian terbaik pada hari raya Idul Fitri.” (Muhammad Thahir bin ‘Asyur, At-Tahrir wat Tanwir, Tunis: Darut Tunisiyyah, juz II, halaman 177)

Ulama juga menegaskan bahwa tujuan memakai pakaian terbaik bukanlah untuk pamer atau berbangga diri di hadapan orang lain.

إنَّمَا هُوَ لِتَعْظِيمِ تِلْكَ الْأَوْقَاتِ لَا لِتَحْسِينِ مَنْظَرِ النَّاسِ، أَوْ لِتَعْظِيمِ الْمَلَائِكَةِ الْحَاضِرِينَ فِي تِلْكَ الْأَوْقَاتِ.

Artinya: “Anjuran memakai pakaian bagus pada hari Jumat dan hari raya adalah untuk mengagungkan waktu-waktu tersebut, bukan agar terlihat baik di hadapan manusia atau sekadar memperindah penampilan.” (Abu Sa’id Al-Khadimi, Bariqah Mahmadiyyah, juz II, hal. 440)

Melalui doa dan adab yang diajarkan Rasulullah SAW, memakai pakaian baru pada hari raya tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga bagian dari ibadah dan ungkapan syukur kepada Allah SWT.

Untuk membaca lebih banyak kajian keislaman, panduan ibadah, dan informasi keagamaan lainnya, kunjungi situs resmi muigresik.or.id sebagai sumber referensi keislaman yang terpercaya bagi masyarakat.