MUI Gresik - Kendaraan merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh. Islam memandang perjalanan sebagai aktivitas yang sarat makna, sehingga dianjurkan untuk diawali dengan doa agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
Selain doa naik kendaraan secara umum, Islam juga mengenal doa khusus untuk perjalanan tertentu, seperti ketika menaiki kendaraan laut atau kapal. Doa-doa tersebut bersumber dari hadits Nabi SAW dan ayat Al-Qur’an yang diwariskan melalui penjelasan para ulama.
Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar menjelaskan bahwa terdapat beberapa riwayat shahih mengenai doa naik kendaraan. Beliau mengutip hadits dari Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i yang bersumber dari Sayyidina Ali ra. Dalam riwayat tersebut dijelaskan adab dan bacaan doa yang dianjurkan ketika seseorang menaiki kendaraan.
Urutan doa naik kendaraan secara umum adalah sebagai berikut:
Pertama, membaca Bismillah.
Kedua, kemudian membaca doa berikut:
الحَمْدُ للهِ/سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Alhamdulillāhilladzī/subhānalladzī sakhkhara lanā hādzā wa mā kunnā lahū muqrinīna, wa innā ilā rabbinā lamunqalibūna.
Artinya, “Segala puji bagi Allah/maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sungguh, kami akan kembali kepada Tuhan kami.”
Ketiga, membaca Alhamdulillah (3 kali).
Keempat, membaca Allahu akbar (3 kali).
Kelima, kemudian membaca doa berikut:
سُبْحَانَكَ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
Subhānaka innī zhalamtu nafsī faghfirlī fa innahū lā yaghfiruz dzunūba illā anta.
Artinya, “Maha suci Engkau, sungguh aku menganiaya diriku, maka ampunilah aku. Sungguh, tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau.”
Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa dalam praktik sehari-hari, sebagian orang mencukupkan bacaan doa dengan basmalah saja atau basmalah disertai doa pada poin kedua, dan hal tersebut dibolehkan.
Doa Hendak Naik Kendaraan Laut atau Kapal
Selain doa umum di atas, ketika seseorang akan menaiki kendaraan laut seperti kapal atau perahu, dianjurkan membaca doa yang bersumber dari Al-Qur’an. Doa ini diambil dari ucapan Nabi Nuh AS saat menaiki bahtera.
Berikut doa naik kendaraan laut atau kapal:
بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَاۗ اِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
وَمَا قَدَرُوا اللّٰهَ حَقَّ قَدْرِهٖۖ وَالْاَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَالسَّمٰوٰتُ مَطْوِيّٰتٌۢ بِيَمِيْنِهٖۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Bismillâhi majrêha wa mursâhâ, inna rabbî la ghafûrur rahîm, (Hud ayat 41).
Wa mâ qadarullâha haqqa qadrihî, wal ardhu jamî‘an qabdhatuhû yaumal qiyâmah, was samâwâtu mathwiyyâtum bi yamînihî, subhânahû wa ta‘âlâ ‘an mâ yusyrikûn, (Az-Zumar ayat 67).
Artinya, “Nuh berkata, ‘Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.’ Sungguh Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,’ (QS. Hud ayat 41).
"Mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan,” (QS. Az-Zumar ayat 67).
Membaca doa sebelum menaiki kendaraan, baik darat maupun laut, merupakan adab penting dalam Islam agar perjalanan berlangsung aman dan penuh keberkahan. Dengan doa, seorang Muslim menanamkan rasa tawakal dan kesadaran bahwa segala keselamatan berasal dari Allah SWT. Untuk mendapatkan panduan doa harian, kajian keislaman, serta informasi keumatan yang terpercaya, silakan mengunjungi situs resmi muigresik.or.id.
*Referensi dari Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H, hlm. 188.
