MUI Gresik - Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal saleh. Di bulan penuh rahmat ini, semangat berbuat baik biasanya tumbuh lebih kuat, mulai dari memperbanyak shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah dan amal kebajikan lainnya.
Namun, menjaga semangat tersebut agar tetap konsisten bukanlah hal mudah. Terkadang, rasa malas, lelah, atau lalai dapat melemahkan tekad yang sebelumnya begitu kuat. Oleh karena itu, selain berusaha dengan sungguh-sungguh, umat Islam dianjurkan untuk memohon pertolongan Allah SWT melalui doa agar diberikan kekuatan untuk terus istiqamah dalam kebaikan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi iman seseorang dapat berubah-ubah. Ada waktu ketika hati terasa ringan untuk beribadah, namun di waktu lain terasa berat dan penuh alasan untuk menunda atau meninggalkannya. Kondisi ini menunjukkan bahwa manusia sangat membutuhkan bimbingan dan pertolongan Allah SWT agar tetap berada dalam jalan ketaatan.
Rasulullah SAW juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas diri dari waktu ke waktu. Orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin termasuk golongan yang beruntung. Sebaliknya, kemunduran dalam amal merupakan kerugian yang harus diwaspadai. Karena itu, menjaga semangat berbuat baik merupakan bagian penting dari perjalanan spiritual seorang muslim, terutama di bulan Ramadhan.
Salah satu doa yang dapat dibaca untuk memohon kekuatan agar terus istiqamah dalam kebaikan adalah sebagai berikut:
اللّهُمَّ وَفِّقْنَا لِطَاعَتِكَ وَأَتْمِمْ تَقْصِيْرَنَا وَتَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ والحمد لله رب العالمين
Allahumma waffiqna li tha‘atika, wa atmim taqshirana, wa taqabbal minna, innaka antas sami‘ul ‘alim. Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa ‘alihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin.
Artinya: “Ya Allah, bimbinglah jalan kami pada jalan ketaatan kepada-Mu, sempurnakanlah kekurangan kami, terimalah ibadah kami. Sungguh, Kau maha mendengar lagi mengetahui. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam-Nya kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”
Makna Doa Memohon Kekuatan dalam Ketaatan
Doa ini mengandung permohonan agar Allah SWT memberikan taufik, yaitu kemampuan dan kemudahan untuk menjalankan ketaatan. Taufik adalah karunia besar, karena tanpa pertolongan Allah, manusia akan kesulitan menjaga konsistensi dalam ibadah.
Selain itu, doa ini juga memohon agar Allah SWT menyempurnakan kekurangan dalam amal ibadah. Setiap manusia pasti memiliki kelemahan dan keterbatasan, sehingga memohon penyempurnaan dari Allah merupakan bentuk kerendahan hati seorang hamba.
Permohonan agar ibadah diterima juga menjadi inti dari doa ini. Sebab, tujuan utama ibadah bukan hanya melaksanakannya, tetapi memastikan bahwa amal tersebut diterima oleh Allah SWT.
Doa ini sangat dianjurkan dibaca setelah shalat lima waktu. Waktu setelah shalat merupakan saat yang penuh keberkahan dan menjadi momentum yang tepat untuk memohon pertolongan Allah SWT.
Selain itu, doa ini juga dapat dibaca oleh orang tua untuk anak-anaknya, maupun oleh anak untuk orang tuanya. Harapannya, setiap anggota keluarga senantiasa diberikan kekuatan untuk berbuat baik dan terus mengalami peningkatan kualitas iman dari hari ke hari.
Ramadhan adalah bulan pembinaan jiwa dan pembiasaan amal saleh. Apa yang dilatih selama Ramadhan diharapkan dapat terus berlanjut setelah bulan suci berakhir. Oleh karena itu, doa ini sangat penting dibaca agar semangat kebaikan tidak hanya muncul sesaat, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan seorang muslim.
Dengan membaca doa ini secara rutin, seorang muslim memohon agar diberikan kemudahan dalam beribadah, dijauhkan dari kemalasan, dan dibimbing menuju ketaatan yang berkelanjutan.
Mari jadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat komitmen dalam kebaikan. Perbanyak doa, tingkatkan ibadah, dan jaga keistiqamahan dalam setiap amal. Kunjungi muigresik.or.id untuk mendapatkan berbagai artikel keislaman, panduan ibadah, dan inspirasi dakwah yang bermanfaat bagi kehidupan spiritual kita.
*Referensi dari Kitab Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, Jakarta: Al-Alaydrus, hal 49.
