Search

Khutbah Jum’at: Zuhud dalam Karir dan Jabatan, Meneladani Abu Dzar Al-Ghifari RA

KHUTBAH - Di tengah arus kehidupan yang semakin kompetitif, banyak orang berlomba meraih posisi, jabatan, dan pengakuan. Namun, tidak semua menyadari bahwa di balik kehormatan itu tersimpan tanggung jawab yang berat, bahkan bisa menjadi beban di hadapan Allah kelak. Khutbah ini mengajak kita merenung: apakah jabatan yang kita kejar benar-benar membawa kita lebih dekat kepada-Nya, atau justru menjauhkan karena ambisi yang tak terkendali?

Melalui keteladanan para sahabat Nabi yang mulia, kita diajak memahami makna zuhud dalam konteks yang lebih luas, bukan sekadar meninggalkan dunia, tetapi menempatkan dunia di tangan, bukan di hati. Khutbah ini akan menggugah kesadaran kita tentang pentingnya integritas, keikhlasan, dan rasa takut kepada Allah dalam setiap amanah, termasuk dalam urusan karir dan jabatan.

Teks Khutbah

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الدُّنْيَا دَارَ مَمَرٍّ، لَا دَارَ مَقَرٍّ، وَزَيَّنَهَا بِالزُّهْدِ فِيهَا لِأُولِي الْبَصَائِرِ وَالْفِكَرِ. أَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَأَشْكُرُهُ، وَأَتُوبُ إِلَيْهِ وَأَسْتَغْفِرُهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ َعَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدِنِ الْمَبْعُوثِ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَإِنَّ تَقْوَى اللّٰهِ خَيْرُ زَادٍ لِيَوْمِ الْمَعَادِ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ. - الحشر ۱۸

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ, dengan sebenar-benar takwa. Takwa bukan hanya di lisan, tetapi yang hidup dalam sanubari, yang mendorong kita taat, dan menahan kita dari maksiat. Semoga Allah menaqdirkan  kita semua dalam golongan orang-orang yang selamat, baik salam kehidupan dunia, terlebih nanti di akhirat. Amin Yaa Rabbal ‘Alamin

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Di zaman yang serba kompetitif ini, jabatan sering dianggap sebagai sebuah kehormatan, sehingga banyak yang ingin mendapatkannya, bahkan sering ditempuh dengan cara-cara yang tidak terhormat.

Sahabat Abi Dzar Alghifari RA. pernah dengan santun meminta jabatan kepada Rasulullah SAW:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلَا تَسْتَعْمِلُنِي؟ قَالَ: َضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى مَنْكِبِي، ثُمَّ قَالَ: يَا أَبَا ذَرٍّ، إِنَّكَ ضَعِيفٌ، وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ، وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ، إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا، وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا

"Wahai Rasulallah, tidakkah Engkau berkenan mengangkatku (menjadi pejabat?)" - Sambil meletakkan tanggannya di pundakku -, Rasulullah SAW menjawab: "Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan jabatan itu adalah amanah, jabatan itu justru pada hari kiamat nanti menjadi (sumber) kehinaan dan penyesalan, kecuali bagi orang yang mendapatkannya dengan cara yang benar dan mejalankan amanat jabatan sebagaimana mestinya". (HR. Muslim, no. 1825)

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Hadits ini berisi Tarhib Wa Targhib, Warning dan sekaligus Motivasi mengenai karir dan jabatan : dan perlu kita urai dalam tiga poin penting:

Pertama, Sahabat Abi Dzar Alghifari dikenal sangat cerdas, shalih dan sangat jujur, tetapi ketika menyinggung tentang jabatan Rasulullah menjawab إِنَّكَ ضَعِيفٌ يَا أَبَا ذَرٍّ،  - engkau lemah.

Dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa maksud lemah di sini adalah lemah dalam kemampuan mengemban urusan kepemimpinan dan jabatan, bukan lemah dalam agama, keutamaan, atau keimanan.

Dan dalam praktiknya, sering kita dapati kesholehan hati kerap tidak sejalan dengan kemampuan dalam memimpin, karena sering terjadi benturan antara irama keimanan dengan tatanan administratif. Jabatan harus sesuai kompetensi, bukan hanya kesalehan. Dan Abi Dzar ditakdirkan sebagai salah satu bukti sejarah.

Kedua, وَإِنَّهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ وَإِنَّهَا أَمَانَةٌ، Jabatan adalah Amanah yang sangat berat, yang pertanggungjawabannya tidak sekedar cukup di hadapan atasan tetapi kepada Allah, tidak cukup hanya di dunia tapi hingga di akhirat sehingga jabatan tidak semustinya diminta apalagi diperebutkan dengan cara-cara yang nista.

Ketiga, وَأَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ فِيهَا إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا، ini adalah Motivasi atau Targhib bahwa siapapun boleh menerima jabatan asal cara mendapatkannya ditempuh dengan cara yang haq, tidak transaksional, tidak meminta apalagi menyogok dan semacamnya, serta yang diberi amanat betul-betul sesuai bidangnya sehingga bisa melaksanakan tugas sesuai yang diharapkan ummat.

Sebagai muslim kita sangat ditekankan agar tidak mengambil apapun dengan cara nista, apalagi terkait amanat dan jabatan. Karena jabatan yang diawali dengan kebatilan, dengan kepalsuan atau melanggar konstitusi, akan jauh dari keberkahan Allah.

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Hari ini kita tidak sedang kekurangan orang pintar, tidak kekurangan generasi penerus yang siap jadi pejabat, tetapi kita sedang Krisis pejabat yang bermental zuhud.

- Pejabat yang menangis saat dilantik, karena takut kepada Allah

- Pejabat yang tidak menghalalkan segala cara

- Pejabat yang istiqomah memperjuangkan kebenaran dan selalu menolak berbagai bentuk sogokan

KAUM MUSLIMIN RAHIMAKUMULLAH

Dalam QS. Al-Qashash: 83 Allah berfirman: "(Kebahagiaan) di negeri akhirat itu, Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menginginkan ketinggian di muka bumi dan tidak berbuat kerusakan. Dan ending yang baik hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa".

Semoga, Kita dikaruniai mental zuhud terhadap jabatan dan selalu semangat jihad melawan nafsu jauh dari hati haus pujian dan selalu ingin dihormati.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ:

تِلْكَ الدَّارُ الْآخِرَةُ نَجْعَلُهَا لِلَّذِينَ لَا يُرِيدُونَ عُلُوًّا فِي الْأَرْضِ وَلَا فَسَادًا ۚ- وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ - بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل الله منا ومنكم تلاوته، إنه هو السميع العليم.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ التَّقْوَى، وَرَاقِبُوْهُ فِي السِّرِّ وَالْعَلَانِيَةِ.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ، اِعْلَمُوْا أَنَّ الزُّهْدَ فِي الْمَنَاصِبِ وَالْجَاهِ مِنْ أَعْظَمِ مَا يُطَهِّرُ الْقُلُوْبَ، وَيَحْفَظُ الدِّيْنَ، فَإِنَّ الْمَنَاصِبَ أَمَانَةٌ عَظِيْمَةٌ، وَمَسْؤُوْلِيَّةٌ ثَقِيْلَةٌ، يَوْمَ الْقِيَامَةِ خِزْيٌ وَنَدَامَةٌ إِلَّا مَنْ أَخَذَهَا بِحَقِّهَا. وَقَدْ كَانَ الصَّحَابِيُّ الْجَلِيْلُ أَبُو ذَرٍّ الْغِفَارِيُّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ مِمَّنْ زَهِدَ فِي الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا، وَلَمْ يَطْلُبْ جَاهًا وَلَا سُلْطَانًا، بَلْ خَافَ مِنَ الْمَسْؤُوْلِيَّةِ وَالْحِسَابِ. فَاتَّقُوا اللّٰهَ عِبَادَ اللّٰهِ، وَلَا تَطْلُبُوا الدُّنْيَا بِالدِّيْنِ، وَلَا تَجْعَلُوا الْمَنَاصِبَ غَايَةً، بَلِ اجْعَلُوْهَا وَسِيْلَةً لِطَاعَةِ اللّٰهِ إِنْ كُلِّفْتُمْ بِهَا.

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ الْعَادِلِيْنَ، وَارْزُقْهُمُ الْبِطَانَةَ الصَّالِحَةَ. اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الزَّاهِدِيْنَ فِي الدُّنْيَا، الرَّاغِبِيْنَ فِي الْآخِرَةِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.

Untuk mendapatkan lebih banyak khutbah inspiratif, artikel keislaman, dan panduan keagamaan yang menyejukkan, kunjungi situs resmi muigresik.or.id. Temukan berbagai konten bermanfaat yang dapat memperkuat iman dan memperkaya wawasan keislaman Anda.

Klik disini untuk mendownload khutbah dalam bentuk PDF.