MUI Gresik - Melalui kegiatan Safari Ramadhan 1447 H, Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Tambak mengajak masyarakat menghidupkan ruh ibadah dan tidak memaknai bulan suci hanya sebagai kegiatan seremonial semata.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (27/2/2026), di Masjid At-Taqwa Desa Sukaoneng tersebut, dihadiri Camat Tambak, Kapolsek Tambak, perwakilan Koramil Tambak, jajaran pengurus MUI Tambak, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Ketua MUI Tambak, KH. Aman Yamin, M.Pd.I, dalam mauidhoh hasanahnya menyampaikan bahwa Ramadhan adalah momentum istimewa untuk memperkuat ibadah, terutama sholat dan puasa.
“Sholat merupakan kewajiban utama yang menjadi tiang agama dan harus dijaga oleh setiap muslim, sholat juga adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab oleh Allah. Jika sholatnya baik, maka amal lainnya akan mengikuti,” ujarnya di hadapan jamaah.
Perintah mendirikan sholat, kata Kiai Aman Yamin, ada dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 43. Maka dari itu, sholat bukan hanya kewajiban formal, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah serta membentuk pribadi yang disiplin dan berakhlak mulia.
Selain sholat, puasa Ramadhan juga memiliki kedudukan penting sebagai sarana pembentukan ketakwaan, apalagi puasa mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, serta keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT.
“Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan dosa, menjaga lisan, dan memperbaiki akhlak,” tuturnya.
Kiai Aman Yamin juga berharap, agar masyarakat tidak memaknai Ramadhan hanya sebagai ajang rame-rame semata, seperti buka bersama, tanpa diiringi peningkatan kualitas ibadah, karena esensi Ramadhan adalah memperkuat hubungan dengan Allah dan memperbaiki diri secara spiritual.
“Kita berharap Ramadhan ini tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial atau kumpul-kumpul saja, tetapi benar-benar menjadi sarana meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” jelasnya.
Kiai Aman Yamin juga berharap, Ramadhan menjadi momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, ‘Celakalah seorang hamba yang mendapati bulan Ramadhan kemudian Ramadhan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni’, Hadits ini, menjadi pengingat agar kita semua umat Islam, bisa memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Melalui kegiatan Safari Ramadhan ini, MUI Tambak juga berharap masyarakat semakin mengenal peran MUI sebagai lembaga yang hadir untuk membina umat, dan menyampaikan akan terus bersinergi dengan pemerintah serta berbagai pihak dalam menghadapi tantangan sosial, termasuk kenakalan remaja.
“Kami berharap masyarakat mendukung kegiatan MUI, karena tantangan kita ke depan semakin banyak, terutama kenakalan remaja, maka kita perlu bersama-sama menjaga generasi muda kita,” ungkapnya.
