Search

Melalui Safari Ramadhan, MUI Kedamean Ajak Umat Raih Keutamaan Bulan Suci

MUI Gresik - Safari Ramadhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kedamean menjadi momentum penting untuk mengajak umat menjaga ketertiban, memperkuat ukhuwah, serta meraih berbagai keutamaan bulan suci Ramadhan.

Melalui kegiatan ini, MUI Kedamean tidak hanya menghadirkan dakwah, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menciptakan suasana Ramadhan yang aman, tertib, dan penuh keberkahan.

Ketua MUI Kecamatan Kedamean, H. M. Heri Prianto, S.Pd.I., S.S., M.A., menyampaikan bahwa Safari Ramadhan tahun ini direncanakan berlangsung di tiga lokasi. Kegiatan pertama dan kedua telah dilaksanakan pada Sabtu, 3 Ramadhan 1447 H / 21 Februari 2026 di Masjid Husnul Khotimah, Desa Lampah, dan Senin, 5 Ramadhan 1447 H / 23 Februari 2026 di Masjid Berkah Jaya Perum GKR, Kecamatan Kedamean.

Sementara itu, Safari Ramadhan ketiga dijadwalkan berlangsung di Masjid Besar Darussalam Kedamean pada Rabu, 7 Ramadhan 1447 H / 25 Februari 2026.

H. Heri menjelaskan, sebelum pelaksanaan Safari Ramadhan, MUI Kedamean telah melakukan koordinasi bersama Forkopimcam, pengurus MUI, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam. Selain itu, MUI juga melibatkan Kader Keluarga Bahagia dan Kader Penggerak MUI Desa guna menyemarakkan kegiatan Safari Ramadhan secara bersama-sama.

“Kami ingin Safari Ramadhan ini menjadi kegiatan bersama yang melibatkan seluruh unsur, baik ulama, umara, maupun masyarakat, sehingga syiar Islam dapat berjalan dengan baik dan membawa manfaat bagi umat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, MUI Kedamean juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan, khususnya saat pelaksanaan shalat tarawih dan kegiatan ibadah malam.

“Untuk penggunaan pengeras suara masjid dan mushola, agar tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku, dengan membatasi penggunaan pengeras suara luar hingga pukul 22.00 WIB. Jika kegiatan tadarus Al-Qur’an dilanjutkan, diharapkan menggunakan pengeras suara dalam agar tetap menjaga kenyamanan bersama,” ujar H. Heri.

Selain itu, MUI Kedamean juga mengajak para pemuda untuk menjaga suasana Ramadhan dengan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban, seperti penggunaan sound berlebihan saat sahur maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, termasuk balap liar.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga ketertiban dan memakmurkan masjid dengan kegiatan ibadah, sehingga Ramadhan benar-benar menjadi bulan penuh keberkahan,” tegasnya.

Dalam mauidhoh hasanah yang disampaikan di Masjid Husnul Khotimah, H. Heri Prianto juga menjelaskan berbagai keutamaan bulan suci Ramadhan, dan menyebutnya sebagai syahrus surur, yaitu bulan penuh kebahagiaan yang dipilih Allah SWT sebagai waktu diturunkannya Al-Qur’an.

“Ramadhan juga merupakan bulan diwajibkannya puasa bagi orang-orang beriman, serta di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih utama dari seribu bulan. Ramadhan juga dikenal sebagai bulan maghfirah, yaitu bulan penuh ampunan dari Allah SWT,” ujarnya, pada Sabtu (21/2/2026).

H. Heri menambahkan, bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih pengendalian diri untuk mencapai derajat nafsul mutmainnah, yaitu jiwa yang tenang dan diridhai Allah.

“Ramadhan adalah momentum yang diberikan Allah untuk mereset tubuh dan jiwa kita. Oleh karena itu, kita juga perlu menjaga pola hidup sehat, seperti tidak berlebihan saat berbuka puasa, serta memanfaatkan waktu setelah sahur dengan baik, tidak langsung tidur, tetapi diisi dengan ibadah,” jelasnya.

Melalui rangkaian Safari Ramadhan ini, MUI Kecamatan Kedamean berharap dapat terus memperkuat peran dakwah, membimbing umat, serta mewujudkan suasana Ramadhan yang penuh kedamaian, ketertiban, dan keberkahan di tengah masyarakat.