Search

MUI Cerme Jelaskan Peran sebagai Wadah Pemersatu Umat Islam dan Komitmen Kawal Persoalan Makam Palsu

MUI GRESIK - Upaya merawat persatuan umat Islam sekaligus menjaga kemurnian akidah masyarakat menjadi pesan utama yang disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadan 1447 H di Kecamatan Cerme. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) memiliki peran sebagai wadah pemersatu berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam sekaligus turut mengawal persoalan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk terkait keberadaan makam palsu yang sempat menjadi perhatian publik di wilayah Cerme.

Hal itu disampaikan dalam Safari Ramadan 1447 H. putaran terakhir, pada Kamis (12/03/2026). Bertempat di Masjid Khaled Ahmad as-Sakkar, Perumahan Wisma Ababil, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.

Selain MUI, acara ini melibatkan Forkopimcam Cerme, MWCNU, PC DMI, PC Muhammadiyah, hingga DPC LDII Kecamatan Cerme. Semangat berbagi mengawali kegiatan dengan santunan anak yatim dan kaum dhuafa yang disalurkan oleh Lazisnu MWCNU Cerme bersama jajaran Forkopimcam dan takmir masjid.

Ketua MUI Kecamatan Cerme, H. Masidi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kekompakan pimpinan ormas dan instansi di wilayah Cerme. Ia menekankan bahwa MUI hadir untuk merangkul seluruh perbedaan demi kemaslahatan umat.

"MUI adalah wadah bagi seluruh ormas Islam. Terima kasih kepada seluruh pimpinan atas kekompakan dalam berkegiatan ini. Harmoni seperti inilah yang harus terus kita jaga," ujar H. Masidi.

Selain pesan persatuan, H. Masidi juga memberikan catatan penting terkait fungsi pengawasan MUI di tengah masyarakat. Ia mengungkapkan adanya "Pekerjaan Rumah" (PR) besar yang sedang dikawal, yakni tindak lanjut fatwa MUI mengenai keberadaan makam palsu di wilayah Cerme.

"Kami berkomitmen agar masalah fatwa makam palsu ini segera tuntas demi menjaga kemurnian akidah masyarakat. Semoga segera ada titik terang dan beres," tegasnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap garda terdepan rumah Allah, MUI juga memberikan tali asih kepada marbot masjid. H. Masidi lalu mengisahkan kemuliaan seorang marbot yang meninggal dalam keadaan sujud di hari Jumat sebagai inspirasi bagi jamaah.

Senada dengan MUI, Ketua MWCNU Cerme, Harianto, berharap kolaborasi ini menjadikan Cerme wilayah yang agamis dan kondusif. Ia juga menyosialisasikan pengelolaan zakat yang syar’i melalui Lazisnu serta penyediaan beras zakat "ecoNU" melalui LPNU.

Sementara itu, Camat Cerme, H. Umar Hasyim, mengingatkan pentingnya peran tokoh masyarakat di area perumahan yang heterogen agar tetap guyup rukun. Ia juga mengimbau warga waspada saat mudik Lebaran dan mengajak masyarakat memanfaatkan program mudik gratis dari Bupati Gresik serta meramaikan tradisi Pasar Bandeng.

Puncak acara diisi dengan mauidzah hasanah oleh KH. Arsyad Jauhari. Beliau mengingatkan jamaah untuk mengejar Lailatul Qadar di sepanjang malam Ramadan dan menjaga hubungan dengan tiga entitas "An-Nur" (Cahaya), yaitu: pertama, Allah SWT. dengan menjaga salat sebagai bagian dari siklus hidup; kedua, Alquran dengan gemar membaca dan mengkhatamkannya (termasuk amalan membaca Al-Ikhlas tiga kali sebelum tidur); dan ketiga, Nabi Muhammad SAW. dengan mengikuti sunnah-sunnahnya sebagai bentuk balas budi atas cinta Rasulullah yang amat besar kepada umatnya.

Kegiatan Safari Ramadan ini ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar seluruh amal ibadah di bulan suci ini diterima oleh Allah SWT dan warga Cerme senantiasa dalam lindungan-Nya.