Search

Safari Ramadhan, MUI Cerme Jelaskan Peran sebagai Jembatan Ulama dan Pemerintah untuk Kemaslahatan Bersama

MUI Gresik - Peran strategis sebagai penghubung antara ulama dan pemerintah disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Cerme dalam kegiatan Safari Ramadhan 1447 H yang digelar di Masjid Baiturrohman, Dusun Sekargeneng, Desa Kandangan, Senin (2/3/2026).

Kegiatan berlangsung dalam suasana religius dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimcam Cerme serta sejumlah organisasi Islam, menunjukkan kolaborasi lintas elemen dalam membangun kekuatan umat di tingkat kecamatan dan desa.

Rangkaian acara diawali dengan santunan kepada anak yatim. Senyum bahagia para penerima bantuan menjadi gambaran nyata kepedulian sosial yang terus dirawat di bulan suci.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kecamatan Cerme, H. Masidi, menyampaikan bahwa MUI memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing umat sekaligus menjalin komunikasi dengan pemerintah.

“Tugas kami adalah memberikan bimbingan serta menjadi jembatan antara ulama dan pemerintah demi kemaslahatan bersama di Kecamatan Cerme,” ujarnya.

Kolaborasi lintas elemen ini, kata H. Masidi, terutama juga dalam rangka menjaga kerukunan masyarakat di Kecamatan Cerme.

Camat Cerme, Umar Hasyim, SH., MM., menyampaikan pentingnya menjaga ketertiban dan harmoni selama Ramadhan, dan mengingatkan agar generasi muda mendapat pendampingan sehingga tidak terjerumus pada aktivitas negatif.

“Ramadhan harus menjadi bulan pembinaan, bukan diwarnai kegiatan yang merugikan,” katanya.

Camat juga mengimbau, pemilik warung untuk menghormati warga yang berpuasa, menjaga ketertiban patrol sahur, serta memanfaatkan program Mudik Gratis dari Pemerintah Kabupaten Gresik.

Kapolsek Cerme, AKP Taufan Arif Nugroho, turut memberikan pesan kamtibmas kepada jamaah, untuk mengingatkan adanya potensi gangguan keamanan yang perlu diantisipasi bersama.

“Kami mengajak masyarakat menghindari perang sarung, sound horeg, dan segala bentuk keributan yang meresahkan,” tegasnya.

AKP Taufan juga mengajak warga untuk menahan diri, menjauhi perilaku yang merusak moral maupun ekonomi keluarga, serta fokus meningkatkan ibadah.

Sebagai penutup, KH. Syamsuddin menyampaikan tausiyah tentang keutamaan Ramadhan sebagai madrasah ruhani.

“Ramadhan adalah waktu untuk kembali ke fitrah. Mari kita gunakan bulan ini untuk meningkatkan derajat ketakwaan kita,” tuturnya.