Search

Safari Ramadhan, MUI Cerme Bersyukur Polemik Makam Palsu Bisa Teratasi Setelah Fatwa MUI Gresik Terbit

MUI GRESIK - Polemik makam palsu di wilayah Cerme yang sempat menjadi perbincangan masyarakat kini dinilai mulai menemukan titik terang setelah terbitnya Fatwa MUI Kabupaten Gresik Nomor 2 Tahun 2025. Keputusan tersebut disyukuri karena diharapkan dapat menjadi jalan keluar atas persoalan yang sempat memunculkan beragam pandangan di tengah masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan Safari Ramadan Kecamatan Cerme yang digelar di Masjid Al Jihad, Dusun Jurit, Desa Iker-Iker Geger, Jumat (6/3/2026). Forum yang dihadiri tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat tersebut juga menjadi ruang musyawarah untuk menyikapi berbagai persoalan keagamaan dan sosial di wilayah setempat.

Ketua MUI Kecamatan Cerme, H. Masidi, menjelaskan bahwa MUI Cerme telah menempuh langkah sesuai kewenangan dengan menyampaikan persoalan tersebut kepada MUI Kabupaten Gresik hingga akhirnya diterbitkan fatwa resmi.

“Kami di MUI Kecamatan sudah menyampaikan persoalan ini kepada MUI Kabupaten untuk ditelaah. Alhamdulillah sekarang fatwanya sudah terbit, sehingga ini bisa menjadi pedoman bersama bagi masyarakat,” ujarnya.

H. Masidi juga menambahkan, polemik yang terjadi diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar setiap persoalan keagamaan dapat diselesaikan melalui musyawarah dan rujukan ulama.

Sementara itu, Camat Cerme, H. Umar Hasyim, menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan mengikuti tahapan yang ada setelah keluarnya fatwa tersebut.

“Semua tahapan sudah kita lalui hingga terbitnya fatwa. Selanjutnya tinggal dimusyawarahkan waktu dan langkah yang tepat untuk menindaklanjuti agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat,” jelasnya.

Dalam forum tersebut juga disampaikan bahwa sebelumnya Ketua PC Muhammadiyah Cerme, Ust. Bambang Suhermanto, menyinggung perlunya kejelasan tindak lanjut setelah terbitnya fatwa mengenai makam palsu tersebut agar persoalan yang berkembang di masyarakat dapat segera mendapatkan kepastian.

Pada kesempatan yang sama, Camat Cerme juga menyinggung pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dan menyoroti masih adanya tumpukan sampah yang dibuang sembarangan di sekitar jembatan Desa Iker-Iker Geger, terlebih setelah Kabupaten Gresik baru saja meraih penghargaan Adipura.

Selain itu, pemerintah daerah juga terus memberikan perhatian kepada para pejuang keagamaan di masyarakat melalui program bantuan bagi marbot, guru ngaji, serta penjaga makam sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka.

Rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut ditutup dengan tausiyah yang disampaikan Ust. Subhan Syarif, yang mengingatkan bahwa manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Mengutip sebuah hadis, Ust. Subhan Syarif mengingatkan tentang sebaik-baik tempat adalah masjid (khoirul makan al-masajid), dan seburuk-buruk tempat adalah pasar.

"Jangan sampai kesibukan berdagang membuat kita lupa menyembah Rabb pemilik Kakbah. Allah-lah yang memberi makan dan keamanan. Gunakan mata, mulut, dan harta kita untuk beribadah di bulan suci ini," tuturnya dalam uraian yang menyitir surat Quraisy.

Kegiatan kemudian ditutup dengan santunan kepada anak yatim serta ramah tamah antara tokoh masyarakat dan jamaah, yang semakin mempererat kebersamaan warga di Kecamatan Cerme.