MUI Gresik - Perumusan program strategis lima tahun ke depan menjadi fokus utama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kebomas, dalam Rapat Kerja yang digelar di Warung Kulo, Dawarblandung, Kabupaten Mojokerto, Rabu (28/01/2026), sebagai upaya memperkuat pelayanan, perlindungan, dan pemberdayaan umat di Kecamatan Kebomas.
Raker dibuka secara resmi oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kebomas, Tri Joko Efendi, SH, Kepala KUA Kebomas, H. Khalili, M.Pd.I., Perwakilan Polsek Kebomas serta seluruh jajaran pengurus MUI Kecamatan Kebomas.
Ketua MUI Kecamatan Kebomas, KH M. Muchsin Munhamir, dalam sambutannya menyampaikan bahwa rapat kerja ini menjadi forum strategis untuk merumuskan program-program MUI yang terarah, terukur, dan relevan dengan kebutuhan umat serta perkembangan zaman.
Kemudian Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH Ainur Rofiq Thoyyib, dalam arahannya menyampaikan peran MUI sebagai Khodimul Ummah (pelayan umat), Shadiqul Hukumah (mitra pemerintah), dan Himayatul Ummah (pelindung umat).
“Perkembangan dunia dari tahun ke tahun terus berubah. MUI Kecamatan Kebomas perlu memiliki strategi dan kiat-kiat agar tetap mampu memberikan pelayanan dan perlindungan kepada umat,” kata Kiai Rofiq.
Kiai Rofiq juga mengajak, agar para pengurus membiasakan pembacaan Asmaul Husna secara rutin di Kantor MUI Kebomas, sebagai penguatan spiritual kelembagaan.
Sementara itu, Camat Kebomas, Tri Joko Efendi, SH, dalam sambutannya berpesan agar program kerja yang dirumuskan bersifat realistis dan dapat dilaksanakan, serta menekankan pentingnya sinergi antara MUI Kecamatan Kebomas dengan pemerintah kecamatan serta lembaga-lembaga terkait.
Setelah sesi pembukaan, peserta Raker melaksanakan rapat sesuai dengan komisi masing-masing untuk merumuskan program kerja. Hasil pembahasan setiap komisi kemudian disampaikan dan dilaporkan dalam sidang pleno.
Adapun program prioritas Komisi Pendidikan dan Dakwah antara lain memaksimalkan pembentukan Kader Penggerak MUI Desa. Saat ini, kader penggerak baru terbentuk di 8 desa dari total 21 desa/kelurahan di Kecamatan Kebomas. Selain itu, komisi ini juga menetapkan pengembangan dakwah digital sebagai salah satu fokus utama guna memperluas jangkauan dakwah di era teknologi informasi.
Sementara Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Umat menetapkan program prioritas berupa pembentukan dan pemberdayaan kader keluarga bahagia, serta pelaksanaan pelatihan kewirausahaan bagi perempuan sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan kemandirian ekonomi umat.
Melalui rapat kerja ini, MUI Kecamatan Kebomas diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang berorientasi pada pelayanan umat, penguatan peran kelembagaan, serta sinergi dengan berbagai pihak demi kemaslahatan umat dan bangsa.
