MUI Gresik - Safari Ramadhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Menganti menebarkan semangat syukur dan sedekah sebagai jalan memperkuat ketakwaan dan kerukunan umat.
Melalui kegiatan ini, MUI Menganti mengajak masyarakat menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Ketua MUI Kecamatan Menganti, KH. Nur Kholis, menjelaskan bahwa Ramadhan memiliki tujuan utama sebagai sarana taujihat Allah, yakni bimbingan langsung dari Allah SWT kepada hamba-Nya agar menjadi pribadi yang bertakwa.
“Tujuan Ramadhan adalah memberikan taujihat Allah kepada hamba-Nya agar menjadi orang yang bertakwa. Namun di atas ketakwaan, Allah juga mengajarkan kita untuk menjadi orang yang bersyukur. Orang yang bersyukur adalah mereka yang bahagia atas semua pemberian Allah,” ujarnya, pada Sabtu (21/2/2026), di Masjid Al-Ihsan Talun Bringkang.
Kiai Nur Kholis menambahkan, rasa syukur harus diwujudkan dalam bentuk amal nyata. Ketika seseorang diberikan rezeki yang berlimpah, maka hendaknya digunakan untuk bersedekah. Demikian pula ketika diberikan umur panjang, maka harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk beribadah dan berbuat kebaikan.
Dalam mauidhoh hasanahnya, KH. Nur Kholis juga menyampaikan sebuah hikayat yang mengandung pelajaran tentang pentingnya sifat dermawan.
“Ada kisah seorang suami istri kaya, di mana sang istri memiliki sifat dermawan, sementara suaminya bakhil. Suatu ketika, datang seorang tamu yang lapar saat mereka sedang menikmati hidangan. Sang istri ingin memberi makanan, namun suaminya melarang dan mengusir tamu tersebut,” cerita Kiai Nur Kholis.
Karena tidak tahan dengan sifat bakhil tersebut, lanjut cerita Kiai Nur Kholis, sang istri akhirnya meminta diceraikan. Tidak lama kemudian, ia menikah dengan laki-laki lain yang juga kaya namun dermawan. Suatu hari, saat pasangan baru tersebut sedang makan, datang seorang tamu meminta makanan. Ketika pintu dibuka, ternyata tamu tersebut adalah mantan suaminya yang dahulu kaya namun bakhil. Ia pun diberi sepotong ayam untuk dimakan.
“Dari kisah ini kita belajar bahwa jika diberi kelebihan rezeki, maka hendaknya kita bersedekah. Ramadhan adalah syahrus shadaqah, bulan sedekah. Oleh karena itu, mari kita memperbanyak sedekah dan jangan sampai lupa menunaikan zakat,” jelasnya.
Selain menyampaikan dakwah, Safari Ramadhan MUI Menganti juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara ulama dan umara. MUI Menganti bekerja sama dengan unsur Forkopimcam, termasuk camat, kapolsek, danramil, serta Kantor Urusan Agama (KUA), dalam rangka menjaga kerukunan dan ketertiban masyarakat selama bulan Ramadhan.
“Kami berharap Ramadhan ini menjadi momentum meningkatkan kerukunan bersama, baik antara umara, ulama, maupun umat,” ungkapnya.
Kiai Nur Kholis juga menyampaikan, Safari Ramadhan juga bertujuan menjaga aqidah umat, menyampaikan dakwah yang sejuk, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Tidak hanya dakwah, MUI Menganti juga menunjukkan kepedulian sosial dengan bekerja sama bersama Kopsyah MUI untuk melaksanakan santunan kepada anak yatim dan dhuafa sebagai bagian dari penguatan solidaritas sosial di bulan suci,” kata Kiai Nur Kholis.
Safari Ramadhan MUI Menganti tahun 1447 H dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Kamis, 1 Ramadhan 1447 H / 19 Februari 2026 di Masjid Baitul Huda, Pakupari Mojotengah Menganti, Jumat, 2 Ramadhan 1447 H / 20 Februari 2026 di Masjid Al-Ishlah Sidowungu, dan Sabtu, 3 Ramadhan 1447 H / 21 Februari 2026 di Masjid Al-Ihsan Talun Bringkang.
