Search

Bersama KUA dan UPZ, MUI Bungah Ingatkan Umat Pentingnya Zakat

MUI Gresik - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat terus digencarkan di bulan suci Ramadhan. Hal itu tampak dalam kegiatan Safari Ramadhan 1447 H, yang digelar di Masjid Syamsul Islam, Desa Raci Wetan, Kecamatan Bungah, Senin (2/3/2026), hasil sinergi antara Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Bungah, KUA Bungah, dan UPZ Bungah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian pembinaan keumatan yang tidak hanya berorientasi pada penguatan spiritual, tetapi juga pada pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Ketua MUI Bungah, KH. Fathan Anwari, S.Ag., menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum untuk memperkuat kepedulian sosial melalui optimalisasi zakat, infak, dan sedekah.

“Kami ingin mengingatkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban pribadi, tetapi memiliki dampak besar dalam membantu dan memberdayakan umat,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara MUI, KUA, dan UPZ diharapkan mampu membangun kesadaran bersama, agar umat semakin tertib dalam menunaikan zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mal.

“Mari kita menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar pengelolaannya lebih terarah dan tepat sasaran,” ujarnya.

Kepala KUA Kecamatan Bungah, Drs. H. Nasikhun, M.Si., dalam sambutannya menekankan pentingnya tata kelola zakat yang profesional dan transparan.

“Penguatan literasi zakat perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami fungsi zakat sebagai instrumen kesejahteraan sosial,” katanya.

Selain itu, pihak KUA juga mendorong optimalisasi peran UPZ dalam menghimpun dan mendistribusikan zakat di tingkat kecamatan. Dengan manajemen yang baik, potensi zakat diyakini mampu membantu mengurangi beban ekonomi masyarakat kurang mampu.

Sebagai wujud nyata kepedulian, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyaluran santunan berupa sembako dan bantuan uang kepada anak yatim serta kaum dhuafa di wilayah Raci Wetan.

Sementara itu dalam kultumnya, Ust. Manghfur mengingatkan bahwa ibadah puasa tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga sosial.

“Puasa melatih kita merasakan lapar sebagaimana yang dirasakan fuqara dan masakin, sehingga tumbuh empati dan dorongan untuk berbagi,” tuturnya.

Bahwa kesehatan jasmani, Ust. Manghfur, yang diperoleh dari puasa hendaknya diiringi dengan kesehatan spiritual dan sosial, salah satunya melalui kepedulian terhadap sesama dengan zakat, infaq dan shodaqoh.