MUI Gresik - Menjaga semangat Ramadhan hingga 10 hari terakhir menjadi pesan penting yang disampaikan kepada umat Islam agar tidak mengalami penurunan kualitas ibadah di penghujung bulan suci.
Momentum Ramadhan harus dimulai dengan penuh kegembiraan dan ditutup dengan peningkatan ibadah, sebagaimana teladan Rasulullah SAW dalam meraih kemuliaan Lailatul Qadar.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadhan, yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Driyorejo, yang digelar di Masjid Baitul Makmur, Perum Sumput Asri Driyorejo, Senin (23/2/2026), bertepatan dengan 5 Ramadhan 1447 H. Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus, Dewan Pertimbangan, Camat Driyorejo, Komandan Koramil, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua MUI Driyorejo, KH. M. Khoiruddin, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan ulama dan umara yang terus terjalin erat dalam membina umat, khususnya di bulan suci.
“Alhamdulillah dalam kegiatan ini hadir semua pihak. Kebersamaan ulama dan umara di Driyorejo ini menjadi kekuatan besar dalam menjaga kondusivitas sekaligus pembinaan umat selama Ramadhan,” ujarnya.
Kegiatan ini, kata Kiai Khoiruddin, bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian dari ikhtiar untuk mendekatkan ulama dengan masyarakat.
“Kami ingin kepengurusan MUI Driyorejo bisa menyapa masyarakat secara langsung. Ramadhan adalah momentum terbaik untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat fondasi keagamaan umat,” imbuhnya.
Dalam mauidhoh hasanahnya, Kiai Khoiruddin mengingatkan agar umat Islam mengawali Ramadhan dengan penuh kegembiraan dan menjaga konsistensi ibadah hingga akhir.
“Mengawali puasa Ramadhan, mari kita masuki dengan hati yang gembira. Sepuluh hari pertama ini biasanya semangat kita sangat tinggi. Namun tantangannya adalah bagaimana semangat itu tetap terjaga hingga sepuluh hari kedua dan terutama sepuluh hari terakhir,” tuturnya.
Kiai Khoiruddin juga menekankan, bahwa Rasulullah SAW justru meningkatkan intensitas ibadah pada sepuluh hari terakhir.
“Contoh yang diberikan Rasulullah, pada sepuluh hari terakhir beliau lebih giat lagi dalam beribadah. Karena di dalamnya ada Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka jangan sampai kita justru melemah di akhir Ramadhan,” jelasnya.
Menurutnya, Ramadhan adalah madrasah ruhaniyah yang mendidik kesabaran, kedisiplinan, serta keikhlasan. Oleh sebab itu, umat diajak memperbanyak membaca Al-Qur’an, qiyamul lail, memperkuat doa, serta meningkatkan kepedulian sosial agar nilai Ramadhan benar-benar membekas dalam kehidupan sehari-hari.
Selain di Masjid Baitul Makmur, rangkaian kegiatan juga akan dilaksanakan di Masjid Darul Ulum Desa Cangkir pada Selasa, 24 Februari 2026 bertepatan 6 Ramadhan 1447 H, Masjid Nur Hidayah KDB Desa Petiken pada Rabu, 25 Februari 2026 bertepatan 7 Ramadhan 1447 H), serta Masjid Rahmatullah Randegansari pada Kamis, 26 Februari 2026 bertepatan 8 Ramadhan 1447 H.
Melalui rangkaian kegiatan ini, MUI Driyorejo berharap semangat ibadah masyarakat terus terjaga hingga penghujung Ramadhan, sehingga mampu meraih keberkahan, ampunan, dan kemuliaan Lailatul Qadar.
