MUI Gresik - Safari Ramadhan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Gresik mengajak generasi muda memakmurkan masjid sekaligus menegaskan bahwa puasa merupakan jihad melawan hawa nafsu.
Melalui rangkaian dakwah ini, MUI Kecamatan Gresik berupaya membina umat agar menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat ibadah, meningkatkan ilmu, dan membangun kepedulian sosial.
Safari Ramadhan 1447 Hijriah diawali dengan kegiatan kultum di Mushala Taubatan Nasuha, Kelurahan Tlogopojok, Kecamatan Gresik, Ahad (22/2/2026) malam. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus MUI Kecamatan Gresik, serta jemaah setempat.
Tausiyah disampaikan H. Najmul Ilmi, Lc., yang juga pengurus MUI Kecamatan Gresik. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan usia dengan memperbanyak amal dan kemanfaatan bagi sesama, terutama di bulan suci Ramadhan .
“Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan Ramadhan tahun ini. Banyak saudara kita yang telah lebih dulu dipanggil Allah SWT dan tidak sempat bertemu Ramadhan ,” ujarnya.
H. Najmul Ilmi juga menekankan, bahwa menuntut ilmu merupakan fondasi utama dalam memperkuat kualitas ibadah. Selain itu, kebersamaan dengan ulama dan keterlibatan dalam kegiatan masjid menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan dakwah di tengah masyarakat.
Secara khusus, ia mengajak para pemuda untuk aktif memakmurkan masjid dan mushala sebagai bagian dari upaya regenerasi dakwah Islam.
“Mari kita rangkul generasi muda agar menjadi penerus yang menjaga nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat,” pesannya.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut diawali dengan shalat tarawih berjemaah, dilanjutkan kultum, sesi tanya jawab, serta ramah tamah bersama jemaah.
Sementara itu, dalam kegiatan Safari Ramadhan selanjutnya yang digelar di Langgar Darussalam, Trate, Gresik, Senin (23/2/2026), tausiyah disampaikan Ustaz Muntadhim Muttaqwa, anggota MUI Kecamatan Gresik sekaligus Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gresik, dan menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi merupakan jihad melawan hawa nafsu.
“Jihad terbesar bukan hanya di medan perang, tetapi melawan hawa nafsu. Puasa adalah salah satu cara menundukkan nafsu,” ujarnya di hadapan jemaah.
Muntadzim juga menjelaskan, bahwa Ramadhan merupakan momentum perjuangan spiritual yang menuntut keikhlasan, kedisiplinan, dan pengendalian diri.
“Puasa juga mengajarkan umat Islam untuk menjaga perilaku, meningkatkan kualitas ibadah, serta menyadari bahwa setiap amal perbuatan berada dalam pengawasan Allah SWT,” ungkapnya.
Selain itu, puasa juga memiliki dimensi sosial yang kuat, karena melatih empati terhadap sesama, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan. Bahkan dari sisi kesehatan, puasa dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan mengontrol kondisi fisik apabila dijalankan dengan baik.
Safari Ramadhan MUI Kecamatan Gresik ini menjadi bagian dari upaya pembinaan umat selama bulan suci, sekaligus memperkuat hubungan antara ulama dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, MUI berharap Ramadhan dapat dimaknai sebagai momentum memperbaiki diri, memakmurkan masjid, memperkuat peran generasi muda, serta meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan umat Islam.
