MUI Gresik - Memanfaatkan momentum penyambutan kepulangan santri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Kabupaten Gresik mensosialisasikan penggunaan sistem pembayaran non-tunai (cashless) kepada para wali santri dan santri Lirboyo dari Kabupaten Gresik, di Aula MUI Kabupaten Gresik, Kamis (29/1/2026).
Dalam keterangannya, Ketua Himasal Kabupaten Gresik, Abdul Hakim, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para wali santri yang hadir, dan bersyukur, karena sejak masa pandemi Covid-19 hingga saat ini, Himasal Gresik dapat terus konsisten memfasilitasi kepulangan santri Lirboyo dengan tertib dan aman.
“Alhamdulillah, banyak dampak positif dari fasilitasi ini. Para santri bisa langsung pulang ke rumah masing-masing dengan lebih mudah dan aman,” ujarnya.
Abdul Hakim juga menyampaikan bahwa Himasal turut mensosialisasikan sistem pembayaran non-tunai (cashless) yang kini diterapkan di Pondok Pesantren Lirboyo. Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar kebutuhan santri, mulai dari makan hingga berbagai pembayaran lainnya, sudah menggunakan metode cashless.
“Ini untuk memudahkan wali santri dalam mengirimkan uang, cukup melalui rekening, sekaligus mencegah risiko kehilangan uang di kalangan santri,” jelasnya.
Sementara itu, Dewan Penasehat Himasal Gresik, KH. Muslih Hasyim, S.Ag., MBA, menyampaikan pesan yang diteruskan dari KH. Kafabihi Mahrus Pengasuh Ponpes Lirboyo, untuk menekankan pentingnya adab dan kedisiplinan santri ketika berada di rumah.
“Para santri harus tetap menjaga sholatnya, terutama sholat Subuh, serta membiasakan sholat berjamaah di masjid. Jadilah contoh yang baik bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” pesan H. Muslih.
Selanjutnya, H. Muslih juga mengingatkan agar santri menggunakan bahasa Jawa halus, khususnya kepada orang tua, serta membatasi penggunaan handphone.
Kepada para wali santri, H. Muslih berpesan agar turut mendukung proses kematangan anak dengan aktif mengikuti kegiatan pondok, rajin berinfaq, dan memastikan kebutuhan (sangu) santri terpenuhi tepat waktu.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, mengaku bahagia karena Aula MUI Gresik dapat digunakan untuk kegiatan Himasal, beliau menyebut Pondok Pesantren Lirboyo sebagai “gudangnya para kiai” yang sarat dengan nilai keberkahan.
“Kita diajari di pondok tentang keberkahan. Sesuatu yang sedikit bisa menjadi banyak, dan itu nyata. Lirboyo memiliki nur dan keberkahan,” ungkap Kiai Rofiq.
KH. Ainur Rofiq juga berpesan agar para santri yang terbiasa bahtsul masail, ketika terjun di masyarakat tidak mengedepankan ego pribadi, melainkan mengutamakan kemaslahatan umat.
“Dengan bekal pemahaman agama yang matang dari Lirboyo, saya yakin para santri bisa menjadi manusia yang bermanfaat di tengah masyarakat,” pungkas Kiai Rofiq.
Kegiatan ini turut dihadiri Penasehat Himasal Gresik KH. Muhammad Busyro, sejumlah wali santri yang juga tokoh masyarakat, di antaranya KH. Muhfis Salam Pengasuh Ponpes Al Karimi Tebuwung Dukun, serta KH. M. Khoiruddin, Ketua MUI Kecamatan Driyorejo.
