MUI Gresik - Sakit adalah bagian dari perjalanan hidup manusia yang tidak bisa dihindari. Setiap orang, tanpa memandang usia dan latar belakang, pasti pernah merasakan rasa sakit baik ringan maupun berat. Dalam Islam, sakit bukan sekadar ujian fisik, tetapi juga momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kesabaran, ikhtiar, dan doa.
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk pasrah tanpa usaha ketika sakit. Selain berobat secara medis, Rasulullah SAW juga membimbing umatnya dengan amalan spiritual berupa doa-doa yang penuh makna. Salah satu doa kesembuhan yang sangat masyhur bersumber dari hadits shahih yang dijelaskan secara rinci oleh para ulama, di antaranya Imam An-Nawawi rahimahullah.
Penjelasan Hadits Menurut Imam An-Nawawi
Imam An-Nawawi dalam kitabnya mengutip hadits shahih riwayat Imam Muslim yang menceritakan pengaduan Utsman bin Abil ‘Ash RA kepada Rasulullah SAW. Ia mengeluhkan rasa sakit yang menetap pada tubuhnya. Menanggapi hal tersebut, Rasulullah SAW tidak hanya mendoakan, tetapi juga mengajarkan tata cara penyembuhan yang menggabungkan sentuhan fisik dan doa kepada Allah SWT.
Dalam hadits tersebut, Rasulullah SAW memerintahkan Utsman bin Abil ‘Ash RA untuk meletakkan tangan pada bagian tubuh yang terasa sakit. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memperhatikan kondisi nyata yang dialami seseorang. Setelah itu, beliau mengajarkan bacaan doa tertentu dengan jumlah pengulangan yang jelas, sebagai bentuk tawakal dan permohonan perlindungan kepada Allah dari keburukan penyakit yang dirasakan maupun dikhawatirkan.
Imam An-Nawawi menukil hadits tersebut sebagai dalil kuat bahwa doa ini merupakan sunnah Nabi SAW dan sangat dianjurkan untuk diamalkan oleh siapa pun yang sedang mengalami sakit, baik penyakit fisik maupun gangguan lainnya.
Berikut hadits yang dinukil Imam An-Nawawi:
وروينا في صحيح مسلم رحمه الله، عن عثمان بن أبي العاص رضي الله عنه، أنه شكا إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم وجعا يجده في جسده، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم ضَعْ يَدَك عَلَى الَّذِي تَأْلَمُ مِنْ جَسَدِك، وَقُلْ بِسْمِ اللَّهِ ثَلَاثًا، وَقُلْ سَبْعَ مَرَّاتٍ أَعُوذُ بِاَللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
Artinya, “Diriwayatkan kepada kami dalam Shahih Muslim rahimahullah, dari Utsman bin Abil ‘Ash RA bahwa ia mengadu kepada Rasulullah SAW perihal penyakit yang ia rasakan pada tubuhnya. Rasulullah SAW lalu mengatakan kepadanya, ‘Letakkan tanganmu pada bagian tubuhmu yang dirasa sakit. Bacalah tiga kali, ‘Bismillāh.’ Lalu bacalah tujuh kali, ‘A‘ūdzu billāhi wa qudratihī min syarri mā ajidu wa uhādziru.’’”
Doa Kesembuhan yang Diajarkan Rasulullah SAW
Berdasarkan hadits di atas, Rasulullah SAW mengajarkan doa yang dapat dibaca oleh seseorang untuk kesembuhan dirinya sendiri. Doa ini dibaca setelah meletakkan tangan pada bagian tubuh yang sakit, dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah SWT.
Doa yang dibaca adalah sebagai berikut:
بِسْمِ اللَّهِ
Bismillāh, (dibaca 3 kali).
Artinya, “Dengan nama Allah.”
أَعُوذُ بِاَللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
A‘ūdzu billāhi wa qudratihī min syarri mā ajidu wa uhādziru, (dibaca 7 kali).
Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan apa yang kurasakan dan kukhawatirkan.”
Doa ini mengajarkan bahwa kesembuhan sejati datang dari Allah SWT. Manusia hanya berusaha dan memohon, sementara kuasa penyembuhan sepenuhnya berada di tangan-Nya.
Doa kesembuhan yang diajarkan Rasulullah SAW ini menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kesehatan jasmani dan rohani. Dengan mengamalkan doa ini, seorang Muslim diajak untuk senantiasa bergantung kepada Allah SWT di setiap kondisi kehidupan. Untuk mendapatkan lebih banyak kajian keislaman, doa-doa pilihan, serta informasi keumatan yang terpercaya, kunjungi situs resmi muigresik.or.id sebagai rujukan umat dalam memperdalam pemahaman Islam.
*Referensi dari Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, (Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H).
