MUI Gresik - Masjid merupakan tempat yang sangat mulia dalam Islam. Di sanalah kaum muslimin menunaikan shalat berjamaah, memperbanyak dzikir, serta menimba ilmu agama. Oleh karena itu, setiap muslim dianjurkan untuk memuliakan masjid dengan adab dan tata krama yang baik, mulai dari niat berangkat hingga keluar dari masjid.
Islam mengajarkan bahwa setiap aktivitas, termasuk melangkahkan kaki ke masjid, sebaiknya diawali dengan doa. Doa masuk dan keluar masjid bukan sekadar bacaan, tetapi merupakan bentuk penghambaan kepada Allah Swt. serta pengakuan bahwa masjid adalah rumah-Nya yang harus dihormati. Dengan memahami adab dan doa ini, diharapkan kehadiran kita di masjid bernilai ibadah yang sempurna.
Tata Krama dan Adab Ketika Berada di Masjid
Sebagai tempat ibadah, masjid memiliki kehormatan yang harus dijaga. Berikut beberapa tata krama dan adab yang perlu diperhatikan ketika berada di masjid:
- Berjalan menuju masjid dengan tenang dan sopan, tidak tergesa-gesa serta menjaga niat semata-mata untuk beribadah.
- Tidak melakukan kepentingan duniawi, seperti berbincang hal sia-sia atau aktivitas yang mengganggu kekhusyukan ibadah.
- Tidak meludah di dalam masjid, karena hal tersebut bertentangan dengan adab dan kebersihan masjid.
- Menjaga kebersihan diri, termasuk bau mulut dan bau badan agar tidak mengganggu jamaah lain.
- Tidak melakukan transaksi jual beli di dalam masjid, karena masjid bukan tempat mencari keuntungan duniawi, melainkan tempat mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Hadis Nabi tentang Adab Menuju Masjid
Rasulullah Saw. sangat menekankan keutamaan dan adab menuju masjid. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى الصَّلَاةِ فَقَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ السَّائِلِينَ عَلَيْكَ وَأَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَمْشَايَ هَذَا فَإِنِّي لَمْ أَخْرُجْ أَشَرًا وَلَا بَطَرًا وَلَا رِيَاءً وَلَا سُمْعَةً وَخَرَجْتُ اتِّقَاءَ سُخْطِكَ وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِكَ فَأَسْأَلُكَ أَنْ تُعِيذَنِي مِنْ النَّارِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِي ذُنُوبِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ أَقْبَلَ اللَّهُ عَلَيْهِ بِوَجْهِهِ وَاسْتَغْفَرَ لَهُ سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ
Rasulullah Saw., bersabda, “Barang Siapa keluar dari rumahnya untuk shalat (ke masjid), maka berdoalah “Ya Allah aku meminta kepada-Mu dengan hak peminta kepada-Mu, dan aku juga meminta dengan hak jalan ku ini. Sesungguhnya aku keluar bukan untuk keburukan, bukan untuk kesombongan, bukan untuk riya’ dan bukan untuk dipuji. Aku keluar agar terhindar dari murka-Mu dan mengharap ridha-Mu. Maka aku meminta agar engkau melindungi ku dari siksa neraka dan mengampuni dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau”.
Hadis ini menunjukkan bahwa sejak melangkah keluar rumah menuju masjid, seorang muslim dianjurkan untuk meluruskan niat dan memohon perlindungan serta ampunan dari Allah Swt.
Saat memasuki masjid, dianjurkan mendahulukan kaki kanan sambil membaca doa:
اَ الَّلهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُنُوْبِىْ وَافْتَحْ لِىْ اَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allahummaghfir lii dzunuu bii waftah lii abwaaba rahmatika.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.”
Ketika hendak keluar masjid, dahulukan kaki kiri sambil membaca doa:
اَ الَّلهُمَّ اغْفِرْلِىْ ذُنُنُوْبِىْ وَافْتَحْ لِىْ اَبْوَابَ فَضْلِكَ
Allahummaghfir lii dzunuu bii waftah lii abwaaba fadhlika.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan bukakanlah untukku pintu-pintu karunia-Mu.” (HR. Imam At-Tirmidzi)
Dengan memahami doa masuk dan keluar masjid serta mengamalkan tata krama yang diajarkan Rasulullah Saw., kita turut memuliakan rumah Allah dan menyempurnakan ibadah kita. Semoga pembahasan ini menambah wawasan dan meningkatkan kecintaan kita terhadap masjid. Untuk mendapatkan informasi keislaman dan kegiatan keagamaan lainnya, mari kunjungi muigresik.or.id sebagai sumber rujukan Islami yang terpercaya.
*Merujuk pada kitab “Maslakul Akhyar” karya Sayyid Utsman bin Yahya (Jakarta: Al-‘Aidrus)
