Search

Doa Saat Hujan dan Setelah Hujan Reda

MUI Gresik - Musim hujan merupakan salah satu bagian dari nikmat Allah SWT yang menunjukkan kadar rahmat dan karunia-Nya kepada makhluk-Nya. Di satu sisi hujan membawa kehidupan bagi bumi, menyuburkan tanaman, dan menyejukkan suasana; namun di sisi lain hujan deras juga bisa membawa dampak yang tidak diinginkan seperti banjir atau kerusakan jika tidak dikontrol dengan baik.

Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk memaknai turunnya hujan tidak hanya secara lahiriah, tapi juga secara spiritual dengan memperbanyak doa. Dengan berdoa ketika hujan turun dan setelah hujan reda, kita menyadari bahwa segala kondisi cuaca adalah manifestasi dari kehendak Allah SWT dan sebuah ajakan untuk selalu bersyukur serta berlindung kepada-Nya dari segala mudharat.

Doa Saat Hujan Turun

Ketika hujan mulai turun, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa agar hujan tersebut senantiasa membawa manfaat, berkah, dan tidak menjadi sebab bencana. Beberapa doa yang bisa dibaca saat hujan turun antara lain:

اَللَّهُمَّ صَيِّبًا هَنِيًّا وَسَيِّبًا نَافِعًا

Allâhumma shayyiban haniyyâ wa sayyiban nâfi‘â.

Artinya: “Wahai Tuhanku, jadikan ini hujan terpuji kesudahannya dan menjadi aliran air yang bermanfaat.”

Doa ini mencakup permohonan agar hujan yang turun memberikan manfaat bagi makhluk dan alam semesta, bukan membawa mudharat. Dari ucapan ini, kita diingatkan bahwa hujan adalah salah satu bentuk rahmat Allah yang patut disyukuri.

Selain itu, terdapat doa yang memohon hujan yang menyuburkan tanpa bahaya:

اللهمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْثًا مَرِيْئًا مَرِيْعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ أٰجِلٍ

Allahummasqinaa ghaitsaan mughiitsaam marii-an marii’an naafi’aan ghaira dhaarrin ‘aajilaan ghaira aajilin

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan yang merata, menyuburkan, dan bermanfaat tanpa mendatangkan bahaya, segera tanpa ditunda.”

Doa lain yang diajarkan ketika hujan deras turun adalah memohon agar hujan menjadi berkah di sekitar kita, bukan justru mendatangkan banjr dan kerusakan.

اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا ,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ  

Allāhumma hawālainā wa lā ‘alainā. Allāhumma ‘alal ākāmi wal jibāli, waz zhirābi, wa buthūnil awdiyati, wa manābitis syajari.   

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami (memberkahi), bukan di atas kami (memudharatkan). Ya Allah, turunkanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah, dan tempat tumbuh pohon.”

Doa tersebut diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan dijelaskan kembali oleh Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam karyanya Al-Wâbilush Shayyib minal Kalimil Thayyib.

Riwayat ini berkaitan dengan peristiwa saat Rasulullah SAW sedang menyampaikan khutbah Jumat. Pada waktu itu, seorang sahabat mengadu kepada Nabi bahwa hujan lebat yang turun selama beberapa hari telah menyebabkan kerusakan, menghilangkan harta benda masyarakat, serta mengganggu sarana jalan. Rasulullah SAW kemudian memanjatkan doa agar hujan tersebut dialihkan dan tidak membawa mudarat.

Dalam kesempatan lain, Rasulullah SAW juga mencontohkan adab ketika melihat awan mendung. Beliau tidak langsung merasa aman, tetapi justru berdoa agar awan yang datang membawa hujan tersebut menjadi rahmat, bukan azab atau bencana. Doa ini menunjukkan kewaspadaan dan ketundukan Nabi SAW kepada Allah SWT atas segala ketentuan-Nya.

Doa yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Imam an-Nasa’i:

اللهُمَّ سَيْبَ رَحْمَةٍ وَلَا سَيْبَ عَذَابٍ   

Allahumma saiba rahmatin wa lâ saiba ‘adzâbin 

Artinya: “Ya Allah, berikanlah rahmat dan jangan berikan azab.”

Doa Setelah Hujan Reda

Setelah hujan reda dan bumi kembali tenang, kita dianjurkan membaca doa sebagai bentuk syukur atas turunnya hujan. Doa yang biasa dibaca adalah:

مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ

Muthirnā bi fadhlillāhi wa rahmatih.

Artinya: “Kita dihujani dengan anugerah dan rahmat Allah.”

Doa ini menunjukkan bahwa hujan bukan hanya fenomena alam, tetapi juga rahmat Allah yang patut disyukuri karena memberikan manfaat kepada manusia, hewan, dan tumbuhan. Dengan membaca doa setelah hujan reda, kita menegaskan kembali rasa syukur atas tegaknya nikmat-Nya meskipun hujan telah berhenti.

Hujan adalah nikmat sekaligus ujian dari Allah SWT. Dengan memperbanyak doa saat hujan turun dan setelah hujan reda, seorang Muslim memperkuat ikatan spiritual kepada Sang Pencipta. Semoga setiap tetes hujan yang turun menjadi berkah bagi kehidupan, membawa manfaat dan kebaikan bagi seluruh alam semesta.

Untuk mendapatkan artikel keislaman lainnya yang bermanfaat dan terpercaya, silakan kunjungi muigresik.or.id. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam setiap langkah kehidupan.

*Referensi dari Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam karyanya Al-Wâbilush Shayyib minal Kalimil Thayyib.