MUI Gresik - Perasaan galau kerap datang tanpa aba-aba. Hati terasa sesak, pikiran tak menentu, dan kecemasan seolah memenuhi ruang batin. Dalam kondisi seperti ini, seseorang bisa merasa lelah secara emosional, sulit fokus, bahkan kehilangan ketenangan meski sedang berada di tempat yang aman dan nyaman.
Dalam ajaran Islam, kegelisahan batin bukanlah sesuatu yang dibiarkan berlarut-larut. Rasulullah saw. mengajarkan umatnya untuk menghadapi rasa susah, cemas, dan ketakutan dengan memperbanyak doa dan memohon pertolongan kepada Allah. Melalui doa, seorang hamba diajak untuk kembali bersandar kepada kasih sayang-Nya, menenangkan hati, dan menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah Yang Maha Mengetahui.
Ketika merasa susah dan galau, dianjurkan membaca doa berikut:
اَللّٰهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُوْ، فَلَا تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ
Allâhumma raḫmataka arjû, falâ takilnî ilâ nafsî tharfata ‘ainin, ashliḫ lî sya’nî kullahu
Artinya: “Ya Allah, kasih sayang-Mu kuharapkan. Maka dari itu, janganlah Engkau serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekejap. Perbaikilah bagiku seluruh urusanku.”
Doa ini diajarkan Rasulullah saw. kepada orang-orang yang sedang dilanda kesusahan dan diriwayatkan oleh ath-Thabrani dengan sanad sahih. Doa tersebut juga dikutip oleh Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki dalam kitab Abwâbul Faraj.
Selain itu, saat rasa galau, risau, dan cemas menyerang, terutama di malam hari hingga sulit tidur, kita dianjurkan membaca doa riwayat Ibnu Sinni berikut:
أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ
A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn.
Artinya: “Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, keburukan hamba-Nya, gangguan setan, dan setan yang hadir.”
Doa ini diajarkan Rasulullah saw. kepada sahabat Al-Walid Ibnul Walid ketika ia mengadu perihal kegelisahan yang dirasakannya di malam hari.
روينا في كتاب ابن السني، عن الوليد بن الوليد رضي اللّه عنه أنه قال: يارسول اللّه! إني أجدُ وحشةً، قال:"إذَا أخَذْتَ مَضْجَعَكَ فَقُلْ: أعُوذُ بِكَلِماتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقابِهِ وَشَرِّ عِبَادِهِ، وَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّياطِينِ وأنْ يَحْضُرُونِ. فإنَّها لا تَضُرُّكَ أوْ لا تَقْرَبُكَ"
Artinya: “Diriwayatkan kepada kami di Kitab Ibnu Sinni dari Al-Walid Ibnul Walid ra., ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, saya merasa gelisah.’ ‘Bila kau naik ke tempat tidur, hendaklah berdoa, ‘A‘ūdzu bi kalimātillāhit tāmmāti min ghadhabihī, wa ‘iqābihī, wa syarri ‘ibādihī, wa min hamazātis syayāthīni wa an yahdhurūn.’ Niscaya ia tidak membahayakanmu atau tidak mendekatimu,’” (HR Ibnu Sinni)
Adapun doa berikut juga dianjurkan bagi seseorang yang merasa terpenjara oleh rasa cemas dan kegelisahan berat. Doa ini diriwayatkan oleh Imam ath-Thabarani:
سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ جَلَّلْتَ السَّمَوَاتِ وَ الأرْضَ بالعِزَّةِ والجبَرُوتِ
Subhānal malikil quddūs, rabbil malā’ikati war rūh, jallaltas samāwāti wal ardha bil ‘izzati wal jabarūt.
Artinya: “Mahasuci Tuhan Yang Mahakudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Engkau hiasi langit dan bumi dengan kemuliaan dan kekuasaan-Mu.”
Doa ini dikutip oleh Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib dan juga diperkuat dengan riwayat berikut:
عن البراء بن عازب أن رجلا اشتكى إلى رسول الله - صلى الله عليه وسلم - الوحشة، فقال قل : سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ المَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ جَلَّلْتَ السَّمَوَاتِ وَ الأرْضَ بالعِزَّةِ والجبَرُوتِ، فقالها الرجل فذهب عنه الوحشة
Artinya: “Dari Al-Barra bin Azib bahwa seseorang mengadu kepada Rasululah saw perihal kerisauannya. Rasulullah memerintahkan, ‘Bacalah, ‘Subhānal malikil quddūs, rabbil malā’ikati war rūh, jallaltas samāwāti wal ardha bil ‘izzati wal jabarūt.’ Orang itu kemudian mematuhinya sehingga kerisauan itu pergi,’”
Ketiga lafal doa ini dapat diamalkan ketika seseorang dilanda galau, risau, dan cemas yang berat hingga kehilangan arah dan ketenangan. Semoga doa-doa ini menjadi wasilah hadirnya ketenteraman hati dan pertolongan Allah bagi siapa pun yang membacanya dengan penuh keyakinan.
Untuk mendapatkan artikel keislaman lainnya yang menyejukkan hati, kajian keumatan, serta informasi keagamaan terpercaya, kunjungi muigresik.or.id, media resmi Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik.
*Referensi:
1. Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki, Abwâbul Faraj.
2. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Al-Wabilus Shayyib minal Kalimit Thayyib, Darur Rayyan lit Turats, Kairo, 1987 M/1408 H.
