KHUTBAH JUMAT - Perkembangan media sosial telah mengubah cara manusia berkomunikasi. Dalam hitungan detik, setiap orang dapat menyampaikan pendapat, menyebarkan informasi, atau memberikan komentar yang dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang. Kemudahan ini merupakan nikmat yang harus dimanfaatkan secara bijaksana, karena setiap ucapan dan tulisan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.
Islam mengajarkan bahwa menjaga lisan tidak hanya berlaku dalam percakapan langsung, tetapi juga mencakup setiap tulisan dan unggahan di ruang digital. Khutbah Jumat ini mengajak umat Islam untuk menjadikan media sosial sebagai sarana menyebarkan ilmu, kebaikan, dan persaudaraan, serta menghindari fitnah, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya.
Teks Khutbah
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْقَوْلَ دَلِيْلًا عَلَى الْعَقْلِ، وَالْعِلْمَ نُوْرًا لِلْفِكْرِ وَالْفَهْمِ، وَالْبَيَانَ مِرْآةً لِمَا فِي الْقَلْبِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْنِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ، ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ. قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan kualitas takwa kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala dengan mengoptimalkan ketaatan kepada-Nya. Kebaikan yang selama ini telah mampu kita lakukan, mari kita istiqamahkan. Sedangkan segala bentuk kemaksiatan dan hal-hal yang tidak diridhai Allah, mari segera kita tinggalkan.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan hidayah, keberkahan, dan ampunan-Nya kepada kita semua sehingga memperoleh keselamatan dunia dan akhirat. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Islam sangat menekankan pentingnya menjaga lisan. Allah Subhanahu wa Ta‘ala berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat." (QS. Qaf: 18)
Ayat ini mengingatkan bahwa setiap perkataan yang keluar dari mulut manusia tidak pernah luput dari pengawasan Allah dan pencatatan para malaikat.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Dalam kehidupan modern, menjaga lisan tidak hanya terbatas pada ucapan secara langsung. Postingan, komentar, unggahan video, gambar, maupun penyebaran berita di media sosial juga termasuk dalam pembahasan menjaga lisan. Para ulama menetapkan kaidah:
ٱلْكِتَابَةُ تُنَزَّلُ مَنْزِلَةَ ٱلْقَوْلِ
"Kedudukan hukum tulisan sama dengan kedudukan hukum ucapan."
Karena itu, apa yang kita tulis di media sosial juga akan dimintai pertanggungjawaban sebagaimana ucapan yang keluar dari lisan kita.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Media sosial bisa menjadi sarana dakwah dan ladang pahala yang sangat besar apabila digunakan untuk menyebarkan ilmu, nasihat, dan kebaikan. Sebaliknya, ia dapat menjadi sumber dosa apabila digunakan untuk menyebarkan fitnah, kebencian, dan permusuhan. Imam Al-Ghazali rahimahullah menasihatkan:
اللِّسَانُ مِفْتَاحُ الْقَلْبِ، فَإِذَا فَسَدَ الْقَلْبُ فَسَدَ اللِّسَانُ
"Lisan adalah kunci hati. Bila hati rusak, maka lisan pun akan rusak."
Apabila hati seseorang dipenuhi kebencian dan kesombongan, maka hal itu akan tercermin dalam tulisan dan unggahannya. Sebaliknya, hati yang bersih akan mendorong seseorang menyebarkan ketenangan dan memperkuat keimanan. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa kemampuan menjaga lisan merupakan barometer keimanan seseorang. Tingginya ilmu tidak akan bernilai apabila digunakan untuk mencela, menghina, atau menyerang sesama sehingga menimbulkan kegaduhan dan perpecahan.
Jamaah yang berbahagia,
Allah berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
"Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. Ali Imran: 19)
Para mufasir menjelaskan bahwa Islam yang diridhai Allah adalah Islam yang menghadirkan rahmat, menolak kerusakan, dan membawa kemaslahatan bagi sesama. Hal ini sejalan dengan sabda Rasulullah ﷺ:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
"Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, semakin dewasa seseorang dalam beragama, semakin besar semangatnya untuk menghadirkan kedamaian dan keselamatan bagi orang lain.
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Allah juga berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra': 36)
Ayat ini mengajarkan agar kita tidak mudah berkomentar atau menyebarkan informasi tanpa ilmu dan tanpa data yang jelas. Jangan sampai kita ikut memperbincangkan persoalan nasab, pesantren, tokoh, maupun kebijakan publik sementara pengetahuan kita tentang hal itu masih sangat terbatas. Allah juga berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا
"Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepada kalian seorang fasik membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya." (QS. Al-Hujurat: 6)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita menjadikan media sosial sebagai sarana dakwah, penyebaran ilmu, dan amal saleh. Hindarilah komentar yang menyakiti, berita yang belum jelas kebenarannya, serta unggahan yang mengundang dosa dan perpecahan.
Semoga Allah menolong kita untuk senantiasa menjaga lisan, menjaga tulisan, dan bijaksana dalam memanfaatkan media sosial sehingga selamat dari sanksi hukum di dunia dan hisab yang berat di akhirat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ .بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ : فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ
اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا اْلمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَائَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الصُهْيُوْنِيِّيْنَ الْمَلْعُوْنِيْنَ، وأَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ وَشُرَكَائِهِم. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ
Untuk mendapatkan lebih banyak khutbah inspiratif, artikel keislaman, dan panduan keagamaan yang menyejukkan, kunjungi situs resmi muigresik.or.id. Temukan berbagai konten bermanfaat yang dapat memperkuat iman dan memperkaya wawasan keislaman Anda.
