Search

Khutbah Jumat: Keberkahan sebagai Orientasi Hidup Seorang Mukmin

KHUTBAH JUMAT - Keberkahan merupakan anugerah yang selalu didambakan setiap Muslim. Namun, keberkahan tidak selalu identik dengan melimpahnya harta, tingginya jabatan, atau panjangnya usia. Dalam pandangan Islam, keberkahan adalah hadirnya kebaikan, manfaat, dan keridaan Allah SWT pada setiap nikmat yang dianugerahkan kepada hamba-Nya.

Tema inilah yang diangkat dalam naskah "Keberkahan sebagai Orientasi Hidup Seorang Mukmin". Melalui uraian yang berpijak pada Al-Qur'an dan hadis, jamaah diajak memahami makna keberkahan, berbagai ikhtiar untuk meraihnya, serta menjadikannya sebagai orientasi utama dalam menjalani kehidupan, sehingga setiap nikmat menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah SWT.

Teks Khutbah

الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا سُبُلَ السَّلَامِ، وَأَفْهَمَنَا شَرِيعَةَ النَّبِيِّ الْكَرِيمِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَالتَّابِعِينَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا ۝ يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا.

وقال تعالى:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

صدق الله العظيم

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala atas segala limpahan nikmat iman, Islam, kesehatan, serta kesempatan sehingga pada hari Jumat terakhir bulan Juli 2026 yang bertepatan dengan 15 Safar 1448 Hijriah, kita masih diberi kekuatan untuk menghadiri panggilan Allah dan menunaikan ibadah Jumat.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikut beliau hingga akhir zaman.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Setiap manusia tentu menginginkan kehidupan yang bahagia dan sejahtera. Tidak sedikit yang mengukur kebahagiaan dengan banyaknya harta, tingginya jabatan, luasnya usaha, atau panjangnya usia. Namun, seorang mukmin memiliki ukuran yang berbeda. Yang menjadi orientasi hidupnya bukan sekadar banyaknya nikmat, melainkan keberkahan dari nikmat tersebut.

Sebab, keberkahan bukanlah banyaknya sesuatu, tetapi bertambahnya kebaikan, manfaat, dan keridaan Allah pada apa yang dimiliki. Harta yang berkah menghadirkan ketenangan. Ilmu yang berkah melahirkan ketakwaan. Waktu yang berkah menghasilkan amal saleh. Keluarga yang berkah menjadi penyejuk hati dan jalan menuju surga.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا

"Sesungguhnya Allah itu Mahabaik dan tidak menerima kecuali yang baik." (HR. Muslim).

Hadis ini mengajarkan bahwa keberkahan hanya akan hadir pada sesuatu yang diperoleh dengan cara yang halal dan digunakan di jalan yang diridhai Allah.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Lalu bagaimana cara meraih keberkahan?

Pertama, memperkuat iman dan ketakwaan kepada Allah.

Inilah kunci utama keberkahan. Allah berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

"Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan." (QS. Al-A'raf: 96).

Ayat ini menyampaikan pesan bahwa keberkahan tidak hanya menjadi urusan pribadi, tetapi juga menjadi sebab kemakmuran suatu masyarakat apabila iman dan takwa benar-benar ditegakkan.

Kedua, mencari rezeki yang halal dan menjauhi yang haram.

Jangan sampai harta yang banyak justru menjadi sebab hilangnya ketenangan karena diperoleh dengan cara yang tidak diridhai Allah. Rezeki yang sedikit tetapi halal jauh lebih baik daripada kekayaan yang melimpah namun mengundang murka Allah.

Ketiga, memperbanyak syukur.

Allah Ta'ala berfirman:

وَاِذْ تَاَذَّنَ رَبُّكُمْ لَىِٕنْ شَكَرْتُمْ لَاَزِيْدَنَّكُمْ وَلَىِٕنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ

"(Ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), sesungguhnya azab-Ku benar-benar sangat keras'." (QS. Ibrahim: 7).

Syukur bukan hanya ucapan Alhamdulillah, tetapi juga menggunakan setiap nikmat untuk menaati Allah dan memberi manfaat kepada sesama.

Keempat, memperbanyak istigfar dan bertaubat.

Allah berfirman melalui lisan Nabi Nuh 'alaihissalam:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّارًاۙ ١٠

يُّرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًاۙ ١١

وَّيُمْدِدْكُمْ بِاَمْوَالٍ وَّبَنِيْنَ وَيَجْعَلْ لَّكُمْ جَنّٰتٍ وَّيَجْعَلْ لَّكُمْ اَنْهٰرًاۗ ١٢

“Lalu, aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. “

“(Jika kamu memohon ampun,) niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu”

“Memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10–12).

Istigfar membuka pintu ampunan, melapangkan rezeki, serta mendatangkan keberkahan dalam kehidupan.

Kelima, menjaga silaturahmi.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

"Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan keberkahannya dalam umur, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari Muslim).

Jamaah Jumat Rahimakumullah

Di antara tanda kehidupan yang penuh keberkahan ialah hati yang tenang, rezeki yang terasa cukup, keluarga yang harmonis, waktu yang dipenuhi amal saleh, serta ilmu yang terus memberi manfaat. Sebaliknya, harta yang melimpah tetapi menghadirkan kegelisahan, usia panjang tanpa amal, dan jabatan tinggi tanpa kejujuran bukanlah tanda keberkahan.

Karena itu, marilah kita menjadikan keberkahan sebagai orientasi utama dalam hidup. Jangan hanya mengejar kuantitas, tetapi kejarlah kualitas yang diridhai Allah. Jangan hanya mengejar kekayaan, tetapi carilah harta yang halal dan berkah. Jangan hanya berharap umur panjang, tetapi mohonlah umur yang dipenuhi amal saleh.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melimpahkan keberkahan pada umur kita, rezeki kita, keluarga kita, ilmu kita, pekerjaan kita, serta seluruh amal ibadah kita. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur, bertakwa, dan istiqamah hingga akhir hayat.

Amin Ya Rabbal 'Alamin

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَة وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّه هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِيِّۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ صَلُّواْ عَلَيۡهِ وَسَلِّمُواْ تَسۡلِيمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هٰذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ، فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ

Untuk mendapatkan lebih banyak khutbah inspiratif, artikel keislaman, dan panduan keagamaan yang menyejukkan, kunjungi situs resmi muigresik.or.id. Temukan berbagai konten bermanfaat yang dapat memperkuat iman dan memperkaya wawasan keislaman Anda.

Klik disini untuk mendownload khutbah dalam bentuk PDF.