Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT dan termasuk dalam empat bulan haram. Pada bulan yang penuh keberkahan inilah terjadi peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah perjalanan luar biasa yang menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Melalui peristiwa ini, Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT sebagai kewajiban utama yang menjadi tiang agama bagi umat Islam.
Shalat yang diperintahkan dalam peristiwa Isra Mi’raj bukan sekadar ritual ibadah, tetapi memiliki dimensi spiritual dan sosial yang sangat mendalam. Oleh karena itu, momentum peringatan Isra Mi’raj menjadi saat yang tepat bagi umat Islam untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap kualitas shalat yang selama ini dikerjakan. Khutbah Jum’at ini mengangkat tema “Hakikat Shalat dalam Perspektif Isra Mi’raj”, sebagai upaya mengajak jamaah memahami shalat secara lebih substantif dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Teks Khutbah
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي بَارَكَ حَوْلَ الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى، وَجَعَلَ الصَّلَاةَ مِعْرَاجًا لِلْمُؤْمِنِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ تَعَالَى، وَ قَدْ قَالَ: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Pada kesempatan yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW, sosok yang membawa risalah shalat langsung dari singgasana Arsy melalui peristiwa agung Isra Mi’raj.
Ma’asyiral muslimin yang dirahmati Allah
Pada saat ini kita tengah memasuki bulan rajab. Di bulan ini ada sebuah peristiwa agung yang pernah terjadi dalam sejarah peradaban manusia yakni peristiwa isra’ mi’raj. Peristiwa Isra Mi’raj bukanlah sekadar perjalanan fisik menembus ruang dan waktu, melainkan sebuah proklamasi tentang urgensi Shalat. Jika ibadah lain turun melalui wahyu di bumi, shalat dijemput langsung oleh Rasulullah ke Sidratul Muntaha. Hal ini menunjukkan bahwa shalat memiliki filosofi yang sangat dalam, yakni sebagai jembatan yang menghubungkan antara Kesalehan Ritual yakni hubungan dengan Allah SWT dan Kesalehan Sosial yakni hubungan dengan sesama.
Secara ritual, shalat adalah sarana "mi’raj" bagi setiap mukmin. Jika Rasulullah naik ke langit untuk menemui Allah, maka kita "naik" menemui Allah melalui hamparan sajadah.Filosofi ritual ini mengajarkan kita tentang ketundukan total kepada Allah swt saat bersujud. Di mana bagian tubuh yang paling mulia yakni wajah sejajar dengan tanah. Ini adalah puncak pengakuan bahwa manusia hanyalah hamba yang kecil di hadapan Sang Maha Besar.
Di samping mengajarkan ketundukan total, salat juga mengajarkan tentang penyucian jiwa. Shalat yang khusyuk membersihkan batin dari penyakit hati seperti sombong, riya, dan dengki. Tanpa kesalehan ritual yang kuat, jiwa manusia akan kering dan mudah terombang-ambing oleh syahwat duniawi.
Ma’asyiral muslimin yang dirahmati Allah
Selain memiliki makna kesalehan ritual, shalat juga memiliki makna kesalehan sosial. Shalat yang dimulai dengan takbiratul ihram dengan mengucap Allahu Akbar sambil mengangkat kedua telapak tangan merupakan manifestasi seorang hamba yang tunduk dan patuh dalam totalitas penghambaannya hanya kepada Allah SWT. Kemudian shalat ditutup dengan mengucap Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh, sambil menoleh ke kanan dan ke kiri. Ini menjadi sebuah perlambang, bahwa menjadi seorang muslim harus memiliki sense of crisis atau kepekaan naluri sosial terhadap sesama. Karena menjadi seorang muslim yang paripurna itu tidak hanya asyik dalam kesalehan ritual, namun juga harus memiliki tanggung jawab sosial, seperti menyantuni faqir miskin dan anak-anak yatim.
Sebab seringkali kita lupa bahwa shalat yang dimulai dengan Takbir sebagai bentuk mengagungkan Allah, namun diakhiri dengan Salam, yakni mendoakan keselamatan bagi orang di kanan dan di kiri kita. Ini adalah isyarat bahwa ibadah ritual yang sukses harus membuahkan dampak sosial yang nyata.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ankabut ayat 45:
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar."
Dari sini bisa kita ambil makna filosofi sosial shalat yang mencakup tentang disiplin dan integritas. Shalat yang tepat waktu melatih seorang muslim menjadi pribadi yang menghargai waktu dan amanah dalam bekerja. Selain itu shalat juga membangun jiwa egalitarianisme atau persamaan derajat. Dalam shalat berjamaah, tidak ada sekat antara si kaya dan si miskin, pejabat maupun rakyat. Semua berdiri dalam satu barisan. Ini mengajarkan kita untuk tidak diskriminatif dalam kehidupan sosial. Selanjutnya shalat juga menumbuhkan rasa empati dan kedamaian. Ucapan "Assalamu'alaikum" bukan sekedar rutinitas lisan, melainkan janji seorang muslim bahwa orang di sekitarnya akan aman dari gangguan tangan dan lisannya.
Ma’asyiral muslimin jamaah jumat rahimakumullah
Dengan demikian bisa kita simpulakan bahwa, kesalehan ritual tanpa kesalehan sosial adalah ketimpangan. Sebaliknya, kesalehan sosial tanpa fondasi ritual adalah kebaikan yang kehilangan ruhnya. Isra Mi’raj mengajarkan kita untuk menjadi "Manusia Langit yang Membumi", orang yang kepalanya selalu tertuju pada ridha Allah, namun tangannya selalu terulur membantu sesama.
Semoga momentum Isra Mi’raj ini menjadikan shalat kita bukan sekadar gerakan badan, melainkan transformasi kepribadian yang membawa manfaat bagi semesta alam.
بارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم
Bagi pembaca yang ingin mendapatkan naskah khutbah Jum’at, kajian keislaman, serta informasi keumatan lainnya yang kredibel dan menyejukkan, silakan mengunjungi laman resmi Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Gresik di muigresik.or.id. Melalui media ini, diharapkan umat Islam memperoleh rujukan keagamaan yang otoritatif dan bermanfaat dalam memperkuat iman serta amal saleh. Semoga bermanfaat.
