Search

Amalan Jumat Terakhir Rajab dan Keutamaannya untuk Keberkahan Rezeki

MUI Gresik - Jumat terakhir bulan Rajab merupakan salah satu waktu yang sering dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah dan doa, terutama ketika bertepatan dengan peringatan Isra Mi‘raj Nabi Muhammad SAW. Banyak ulama dan masyarakat muslim yang meyakini bahwa momen ini memiliki keberkahan tersendiri apabila diisi dengan amalan yang baik, khususnya doa yang dibaca saat khutbah Jumat. Dalam tradisi keagamaan tertentu, amalan ini dianggap dapat membantu menjaga rezeki agar tidak putus sepanjang tahun dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Amalan yang dimaksud dibacakan saat khatib duduk di antara khutbah pertama dan kedua, dengan lafal tertentu sebanyak 35 kali. Meski demikian, umat Islam tetap diingatkan bahwa tujuan utama dalam setiap amalan adalah mendekatkan diri kepada Allah Swt., bukan semata mencari keberkahan duniawi saja. Pendekatan yang benar terhadap doa dan ibadah akan membawa ketenangan hati dan memperkuat keimanan umat muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Keistimewaan Bulan Rajab Menurut Nabi SAW

Bulan Rajab termasuk dalam empat bulan mulia (asyhur al-hurum) yang disebut dalam hadis Nabi Muhammad SAW:

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ

 إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّهُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثٌ مُتَوَالِيَاتٌ : ذُو القَعْدَةِ ، وَذُو الحِجَّةِ ، وَالمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ ، مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى ، وَشَعْبَانَ

Artinya: "Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana keadaan ketika Allah menciptakan langit dan Bumi. Satu tahun ada dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram. Tiga bulan berturut-turut: Dzulqa'adah, Dzulhijjah, Muharram, dan satu bulan Rajab suku Mudhar, yaitu bulan antara Jumadi (Tsani) dan Syaban" (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadis ini menjelaskan bahwa dua belas bulan dalam setahun terdiri dari empat bulan yang dimuliakan, salah satunya adalah Rajab. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Rajab memiliki kedudukan khusus dalam Islam sehingga umat Islam dianjurkan meningkatkan ibadah dan dzikir.

Kapan Isra Mi‘raj dalam Kalender Hijriah dan Masehi 2026?

Dalam kalender Islam, peristiwa Isra Mi‘raj Nabi Muhammad SAW umumnya diperingati setiap 27 Rajab. Untuk tahun 2026, menurut Kalender Hijriah Indonesia 1447 H yang dirilis oleh Kementerian Agama, tanggal 27 Rajab 1447 H bertepatan dengan hari Jumat, 16 Januari 2026.

Peringatan ini sering diisi oleh umat Islam dengan kajian, doa, dan refleksi spiritual atas perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan Mi‘raj ke Sidratul Muntaha. Peristiwa ini juga terkait erat dengan penetapan ibadah shalat lima waktu yang menjadi salah satu rukun Islam.

Lafal Doa yang Dianjurkan pada Jumat Terakhir Rajab

Doa yang sering dibacakan pada Jumat terakhir bulan Rajab ketika khatib berhenti sejenak di antara khutbah pertama dan kedua adalah sebagai berikut:

أَحْمَدُ رَسُولُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ

Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh

Artinya: “Ahmad utusan Allah, Muhammad utusan Allah.”

Tata Cara dan Faidah Membaca Doa

Amalan ini biasanya dilakukan dengan membaca lafal tersebut sebanyak 35 kali tepat saat khatib duduk di antara khutbah pertama dan kedua Jumat terakhir bulan Rajab.

Al-Habib Ali bin Hasan Baharun menyampaikan penjelasan yang beliau terima dari gurunya, Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Smith, sebagai berikut:

   فَائِدَةٌ لِإِبْقَاءِ الدُّرَيْهِمَاتِ فِيْ جَمِيْعِ السَّنَةِ الْإِتْيَانُ بِهَذَا الذِّكْرِ خَمْس وثلاثيْن مرّة فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبَ حَالَ الْخُطْبَةِ الثَّانِيَةِ، وَهُوَ أَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهِ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ الله، وَقَدْ جَرَّبَهُ الْكَثِيْرُ وَصَحَّ عِنْدَهُمْ 

Artinya: “Faedah. Agar uang tak kunjung habis di sepanjang tahun (dianjurkan) membaca amalan ini sebanyak 35 kali di akhir Jumat bulan Rajab saat khutbah kedua, yaitu ‘Ahmad Rasûlullâh Muhammad Rasûlullâh’. Amalan ini telah dicoba oleh banyak orang dan terbukti berhasil.” (Al-Habib Ali bin Hasan Baharun, Al-Fawaid al-Mukhtarah, halaman:  445)

Amalan ini diyakini bermanfaat menjaga agar uang dan rezeki tetap ada sepanjang tahun, sebagaimana keterangan para ulama, dengan catatan diamalkan secara wajar dan disertai keyakinan serta adab yang benar.

Meski demikian, setiap amalan harus dilandasi niat ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt., memperbaiki ibadah dan akhlak, sehingga keberkahan terwujud sebagai ketenangan batin, kestabilan hidup, dan sikap tawakal.

Demikian penjelasan amalan Jumat terakhir bulan Rajab, mencakup keistimewaan Rajab, waktu Isra Mi‘raj 2026, lafad doa, dan tata caranya. Untuk kajian keislaman tepercaya lainnya, kunjungi muigresik.or.id. Wallahu a’lam.