Search

Khutbah Jum’at: Ramadhan Momen Tepat Membakar Nafsu dan Dosa

KHUTBAH - Bulan Ramadhan adalah momentum istimewa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Islam sebagai sarana penyucian diri, penguatan iman, dan peningkatan kualitas ketakwaan. Di dalamnya, setiap amal kebaikan dilipatgandakan, pintu ampunan dibuka, dan setiap hamba diberi kesempatan untuk kembali kepada fitrah dengan meninggalkan dosa dan memperbaiki diri.

Khutbah Jumat berikut yang disusun oleh Drs. KH. Imam Chanafi, Ketua Komisi Ukhuwwah dan Hubungan Antar Lembaga MUI Kabupaten Gresik, mengangkat tema penting tentang Ramadhan sebagai momen membakar nafsu dan dosa. Materi ini diharapkan dapat menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi kaum muslimin untuk memanfaatkan Ramadhan secara maksimal demi meraih ampunan dan derajat takwa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Teks Khutbah

اَلْحَمْدُ ِللهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَاۧ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيّ بعدَهُ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إلّاَ بِاللهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِالفَضْلِ وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فِيْ جَميْعِ الْأَوْقَاتِ وَالْحَالَاتِ .وَجَاهِدُوْا النَّفْسَ وَالشَّيْطَانَ لِأَنَّهُمَا شَدِيْدَتَانِ عَلَيْكُمْ فِي العَدَوَاتِ. وَقَد قَالَ  اللّٰهُ  تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ – ال عمران ۱٠۲

Kaum muslimin rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita kepada Allah; dan kita syukuri kehadiran Bulan Suci Ramadhan, bulan dimana pintu taubat dibuka lebar-lebar, dan kesempatan untuk merubah diri dihamparkan Allah seluas-luasnya bagi kita.

Semoga kita betul-betul bisa memanfaatkan kehadiran bulan Ramadhan ini, dan kedepan; semoga kehidupan kita semakin dipenuhi keberkahan, panjang umur dalam keadaan sehat lahir batin, serta sukses dan bahagia dunia akhirat dalam ridho dan ampunan Allah Subhanahu Wata’ala. Amin Yaa rabbal ‘Alamin

Kaum muslimin rahimakumullah

Kata رمضان mengandung makna memanaskan dengan sangat kuat. Lalu mengapa, kewajiban puasa diletakkan pada bulan Ramdhan? salah satu maksud yang bisa kita tangkap adalah, bahwa di bulan merupakan momen yang sangat tepat untuk membakar Nafsu dan Dosa.

Kaum muslimin rahimakumullah

Yang Pertama Membakar Nafsu. Sebagaimana Firman Allah Dalam QS, Yusuf [12] Ayat 53 Innannafsa Laammaratum Bissu’, nafsu adalah  dorongan dalam diri yang cenderung mengarah pada pemuasan keinginan secara berlebihan, tanpa mempertimbangkan nilai moral. Nafsu itulah yang sering disebut para Filosof sebagai musuh yang paling berbahaya dalam diri kita.

Ibarat besi, jika dibakar secara maksimal menjadi mudah dibengkok sesuai keinginan kita. Melalui puasa di bulan Ramdhan, bukan sekedar membakar bisas, tapi kita bakar nafsu secara maksimal, sehingga bukan kita yang tunduk kepada nafsu, tapi kita yang menundukkan nafsu, sehingga jiwa menjadi tenang, menjadi muthmainnah, jiwa yang benar-benar merdeka, jiwa yang paripurna, yang telah selesai dengan dirinya sendiri.

Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Zad al-Ma'ad berkata:

وَالصَّوْمُ يَكْسِرُ سَوْرَةَ الشَّهْوَةِ-  وَيُضَيِّقُ مَجَارِيَ الشَّيْطَانِ مِنَ الْعَبْدِ-  فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ-  فَبِالصَّوْمِ تَضِيقُ مَجَارِيهِ-  وَتَنْكَسِرُ حِدَّةُ الشَّهْوَةِ.

Puasa yang dijalani secara baik akan mampu menghancurkan gejolak syahwat - mempersempit koneksi setan dalam diri seorang hamba. - Karena setan mengalir pada diri anak Adam seperti aliran darah - maka dengan puasa alirannya menjadi sempit - dan tajamnya syahwat menjadi lemah.

Kaum muslimin rahimakumullah

Yang Kedua Membakar Dosa kita. Dalam Hadits Shahih dijelaskan:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan dasar keimanan yang benar dan dengan niat ikhlas mengharap Ridha Allah, maka puasanya menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. (HR. Sahih Bukhari dan Sahih Muslim)

Kaum muslimin rahimakumullah

Dalam QS. Albaqarah [2]:183 dijelaskan; bahwa tujuan diwajibkannya puasa adalah agar kita bertaqwa dan salah satu ciri orang bertaqwa adalah memperbanyak Istighfar di waktu Sahur, sebagaimana Firman Allah:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٍ  -  ءَاخِذِينَ مَآ ءَاتَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡۚ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُحۡسِنِينَ -  كَانُواْ قَلِيلٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِ مَا يَهۡجَعُونَ - وَبِٱلۡأَسۡحَارِ هُمۡ يَسۡتَغۡفِرُونَ - وَفِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ

15. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman (kebahagiaan) dan mata air-mata air surga, 16. sambil menerima segala pemberian Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. 17. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. 18. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu sahur atau pagi sebelum fajar. 19. Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (Adz-Dzariyat [51] : 15 -19).

Semoga kita betul-betul bisa memanfaatkan Bulan Ramadhan ini sebagai upaya untuk menundukkan nafsu dan melebur dosa-dosa kita. Jangan sampai kita masuk dalam Do’a Malaikat Jibril yang diaminkan Nabi SAW:

قَالَ: إِنَّ جِبْرِيلَ أَتَانِي فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، مَنْ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ، فَدَخَلَ النَّارَ، فَأَبْعَدَهُ اللَّهُ، قُلْ: آمِينَ. فَقُلْتُ: آمِينَ…

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda: “Sesungguhnya Jibril datang kepadaku lalu berkata: Wahai Muhammad, siapa yang diberi kesempatan bertemu bulan Ramadhan namun hingga Ramadhan berlalu dia tidak mendapatkan ampunan Allah, berarti dia betul-betul jauh dari rahmat Allah. Katakan: Amin. Maka aku mengatakan: Amin…” (HR. Imam Tirmidzi) – Naudzu billahi min dzalik.

باَرَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْاَنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنّيِ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

KHUTBAH KEDUA

 اَلْحَمْدُ للهِ.. اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيّ بعدَهُ. أَمَّا بَعْدُ : فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى. قَالَ تَعاَلَى: إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَعَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ، وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ. اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ، وَثَبِّتْ إِخْوَانَنَا اْلمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ وَسُودَانِ وَغَيْرِهِم، وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَاخآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Untuk mendapatkan materi khutbah, artikel keislaman, serta panduan dakwah lainnya, kaum muslimin dapat mengunjungi website resmi MUI Kabupaten Gresik di muigresik.or.id, sebagai referensi terpercaya dalam memperkuat keimanan, ilmu, dan amal shaleh.

Klik disini untuk mendownload khutbah dalam bentuk PDF.