Search

Khutbah Jum’at: Sya’ban Momentum Refresh Tauhid

MUI Gresik - Khutbah Jumat ini mengajak pembaca merenungi kembali makna Bulan Sya’ban sebagai momentum penting dalam perjalanan keimanan. Di tengah dinamika kehidupan modern yang sering membelokkan orientasi hati, Sya’ban hadir sebagai ruang jeda untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan pembaruan tauhid sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan.

Melalui peristiwa historis Tahwilul Qiblah, khutbah ini menegaskan bahwa ketaatan sejati bukan hanya soal ritual lahiriah, melainkan ketundukan total hati kepada Allah SWT. Pembaca diajak untuk menyelami pesan tauhid yang mendalam: meluruskan kembali arah hidup agar tidak terjebak pada kiblat semu berupa hawa nafsu dan kepentingan duniawi.

Teks Khutbah

الْحَمْدُ لِلَّهِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الّذِيْ فَضَّلَ الشَّعْبَانَ بِكَثْرَةِ الْحِكْمَةِ فِيْهِ عَلىَ ساَئِرِ الشًّهُوْرِ والْأَوْقَاتِ، أَشْهَدُ أَنْ لآإلهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَاتِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَرِيّاتِ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ  -وَعَلى ألِهِ وَأصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِأفْضَلِ الصَّلَاةِ وأزْكَى التَّحِيّاتِ. أمّا بَعْدُ؛

فَيَاعِبَادَ اللهِ أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فِيْ جَميْعِ الْأَوْقَاتِ وَالْحَالَاتِ .وَجَاهِدُوْا النَّفْسَ وَالشَّيْطَانَ لِأَنَّهُمَا شَدِيْدَتَانِ عَلَيْكُمْ فِي العَدَوَاتِ. وَقَد قَالَ  اللّٰهُ  تَعَالَى : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ – ال عمران ۱٠۲

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita tingkatkan kualitas taqwa kita dengan selalu berupaya mengoptimalkan ketaatan kepada Allah SWT.  Segenap kebaikan yang telah berhasil kita lakukan, mari kita upayakan agar bisa lebih istiqamah lagi, dan seluruh prilaku yang kiranya tidak mendapatkan Ridha dari Allah, mari segera kita sudahi. Semoga kita semua selalu diberi keteguhan Iman dan Islam, diberi ketentraman dan kebahagiaan dunia akhirat. Aaamiiin…

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Diantara peristiwa agung yang terjadi di bulan sya’ban adalah Tahwilul Qiblah: perpindahan arah kiblat umat Islam dari Baitul Maqdis (Masjidil Aqsa) di Yerusalem ke Arah Ka'bah (Masjidil Haram) di Makkah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Sya'ban tahun ke-2 Hijriah.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Dalil atas peristiwa tersebut sekurang-kurangnya bisa kita kaji dalam QS. Albaqarah [2] Ayat 144 Allah Berfirman:

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِن رَّبِّهِمْ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

“Sungguh, Kami (sering) melihat wajahmu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Dan sungguh, orang-orang yang diberi Kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat itu) adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Dan Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”

Kemudian dalam Hadits Shahih, Riwayat Imam Bukhori dan Imam Muslim, dalam hadits tersebut dijelaskan

عن البراء بن عازب رضي الله عنه قال :صَلَّيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا، ثُمَّ صُرِفْنَا نَحْوَ الْكَعْبَةِ

“Kami shalat bersama Rasulullah SAW menghadap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, kemudian kami dipalingkan ke arah Ka‘bah.” (HR. Bukhari no. 41, Muslim no. 525)

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Perintah Tahwīlul Qiblah turun di Masjid Bani Salamah atau Masjid Qiblatain, saat shalat Zhuhur, dan dipatuhi seketika: mengajarkan bahwa iman sejati adalah taat tanpa debat.

Pesan yang juga dapat kita petik untuk menyambut Bulan Sya’ban ini adalah: Mari kita merefresh Ketauhidan kita.

Allah telah menetapkan satu arah bagi wajah kita, agar hati tidak kehilangan arah. Yang sedang diluruskan bukan sekadar posisi tubuh, tetapi orientasi jiwa. Sebab wajah yang menghadap Masjidil Haram namun hati sujud kepada hawa nafsu, sejatinya belum benar-benar bertauhid.

Di zaman ini, banyak manusia yang shalatnya tepat arah, tetapi hidupnya mengikuti selera; lisannya menyebut Allah, namun keputusannya tunduk pada dunia.

Padahal Allah telah mengingatkan dalam QS. Alfurqan [25] Ayat 43: "Sudahkah engkau (Nabi Muhammad) melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya."  -- itulah kiblat yang paling berbahaya, kiblat yang tidak tampak namun menyesatkan.

Kiblat yang satu mengajarkan kesetiaan, sementara hawa nafsu menuntut perubahan setiap saat dengan cara yang cenderung gelap.

Ka‘bah mengikat umat dalam ketaatan, sedangkan nafsu memecah manusia dalam keinginan. Maka siapa yang membiarkan nafsu menentukan arah hidupnya, ia telah memindahkan kiblat hatinya dari Allah menuju dirinya sendiri.

Di akhir zaman, ujian bukan lagi soal ke mana wajah menghadap, tetapi siapa yang ditaati ketika Allah dan nafsu saling berseberangan.

Semoga Kita Semua Tetap Dalam Hidayah Allah

Sehingga kita tetap istiqomah dalam tauhid kita yang sejati, yang memiliki semangat bukan hanya berdiri lurus dalam shalat, melainkan tetap lurus ketika dunia membelokkan arah hati.

اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ. رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا

وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ. صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ وَ الْحَمْدُ لِلّٰهِ  ثُمَّ الْحَمْدُ لِلَّهِ. أَشْهَدُ أنْ لآ إلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ لَا نَبِيّ بعدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ أَمَّا بَعْدُ : فَيَا عٍبَادَ اللهِ أُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يٰأَ يُّها الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ..... اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا إِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عامَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ ثَبِّتْ إِخْوَانَنَا اْلمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، خُصُوْصًا فِيْ غَزَّةَ، وَاحْقِنْ دِمَائَهُمْ. اَللّٰهُمَّ عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدِ، الصُهْيُوْنِيِّيْنَ الْمَلْعُوْنِيْنَ، اَللّٰهُمَّ أَنْزِلْ غَضَبَكَ عَلَيْهِمْ وَشُرَكَائِهِم. اَللّٰهُمَّ انْصُرْ دِيْنَكَ وكِتَابَكَ وَسُنَّةَ نَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ

Untuk mendapatkan teks khutbah lengkap “Sya’ban Momentum Refresh Tauhid” bisa klik disini. Untuk mendapatkan kajian keislaman dan informasi keumatan lainnya yang mencerahkan dan aktual, silakan mengunjungi muigresik.or.id, sebagai rujukan dakwah dan literasi Islam yang menyejukkan umat.