Search

Bagaimana Makna, Keutamaan, dan Kedudukan Malam Nisfu Sya’ban dalam Islam?

KONSULTASI - Malam Nisfu Sya’ban kerap menjadi perhatian umat Islam karena diyakini menyimpan keutamaan spiritual. Banyak pertanyaan muncul terkait makna, dasar dalil, serta pandangan ulama tentang malam istimewa ini.

Melalui rubrik konsultasi keagamaan ini, kami menyajikan jawaban ulama atas pertanyaan seputar kedudukan malam Nisfu Sya’ban, berdasarkan hadis Nabi dan penjelasan para ulama Ahlussunnah.

Pertanyaan:

1. Apa makna dan keutamaan malam Nisfu Sya’ban dalam Islam?

2. Bagaimana penjelasan para ulama mengenai posisi malam Nisfu Sya’ban?

3. Adakah dalil Al-Qur’an, hadis, atau kaul ulama tentang keutamaan malam Nisfu Sya’ban? (Syafi’i, Manyar)

Jawaban:

Bapak Syafi’i yang kami hormati, terima kasih atas pertanyaan yang diajukan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada kita semua.

Berikut kami sampaikan penjelasan mengenai malam Nisfu Sya’ban beserta dalil hadis dan pendapat para ulama yang menerangkan keutamaan serta amalan di dalamnya.

Jawaban Pertama: Makna Nisfu Sya’ban

Nisfu Sya’ban berarti pertengahan bulan Sya’ban, yaitu malam tanggal lima belas. Para ulama menjelaskan tentang Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

        حدَّثنا الفضلُ بنُ الصَّباح والحسنُ بنُ عرفةَ، قالا: ثنا النَّضْرُ بنُ إسماعيلَ البَجَليُّ، عن محمدِ بن سُوقةَ، عن عكرمةَ في قولِ اللَّهِ: {فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ}. قال: في ‌ليلةِ ‌النصفِ ‌مِن ‌شعبانَ؛ يُرَمُ فيه أمرُ السنةِ، ويُنْسَخُ الأحياء مِن الأمواتِ، ويُكتَبُ الحاجُّ فلا يُزادُ فيهم، ولا يُنْقَصُ منهم

Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Al-Fadl bin As-Sabah dan Al-Hasan bin ‘Arafah, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami An-Nadr bin Isma’il Al-Bajali, dari Muhammad bin Suqah, dari ‘Ikrimah tentang firman Allah Ta’ala: “Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah”. Ia berkata: “(Ayat itu terjadi) pada malam pertengahan bulan Sya‘ban; pada malam itu ditetapkan urusan satu tahun, dipisahkan orang-orang yang hidup dari orang-orang yang mati, dan dicatat orang-orang yang akan menunaikan haji, sehingga tidak ditambah dan tidak dikurangi dari jumlah mereka.”

Penjelasan sahabat dan tabi’in menunjukkan bahwa malam Nisfu Sya’ban memiliki kedudukan khusus, di mana Allah menetapkan urusan makhluk-Nya selama setahun, termasuk rezeki, ajal, dan ketentuan lainnya dengan penuh hikmah.

Jawaban Kedua: Pandangan Ulama tentang Kedudukan Malam Nisfu Sya’ban

Para ulama Ahlussunnah menjelaskan bahwa malam Nisfu Sya’ban adalah malam rahmat dan ampunan. Banyak riwayat hadis yang menegaskan luasnya maghfirah Allah bagi hamba-Nya pada malam tersebut.

        إنّ الله تَعَالَى لَيَطْلِعُ فِي لَيْلَةِ ‌النِّصْفِ ‌مِنْ ‌شَعْبانَ فيَغْفِر لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إلاّ لِمُشْرِكٍ أو مشاحن

 عن أبي موسى. ( الجامع الصغير للجلال السيوطي ص 2700 )

Artinya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala memperhatikan (makhluk-Nya) pada malam pertengahan bulan Sya‘ban, lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali orang yang berbuat syirik atau orang yang bermusuhan (menyimpan kebencian).” (Diriwayatkan oleh Abu Musa. Al-Jami’ As-Saghir Karya Jalaluddin As-Suyuti, hlm. 2.700)

        قال في الكشاف: ولها أربعة أسماء الليلة المباركة وليلة البراءة وليلة الصك وليلة الرحمة ومن عادة الله في هذه الليلة أن يزيد فيها ماء زمزم زيادة ظاهرة

(فيض القدير , عبد الرؤوف المناوي ج 2 ص 263 )

Artinya: “Berkata (Imam Az-Zamakhsyari) dalam kitab Al-Kasysyaf: “Malam nisfu sya’ban memiliki empat nama: malam yang diberkahi, malam pembebasan (dari dosa), malam catatan/penetapan, dan malam rahmat. Dan termasuk kebiasaan Allah pada malam ini adalah menambah air Zamzam dengan penambahan yang tampak jelas.” (Fayd al-Qadir, karya ‘Abdurra’uf al-Manawi, jilid 2, halaman 263)

Hadis ini menegaskan bahwa ampunan Allah terbuka luas pada malam Nisfu Sya’ban, kecuali bagi mereka yang masih terjerat syirik dan permusuhan. Hal ini menjadi peringatan penting untuk membersihkan hati sebelum memohon ampunan.

Jawaban Ketiga: Dalil Hadis tentang Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Selain riwayat tentang pengampunan, sejumlah hadis juga menjelaskan limpahan rahmat Allah yang sangat besar pada malam Nisfu Sya’ban, melebihi malam-malam biasa dalam setahun.

        إنّ الله تَعَالَى يَنْزِلُ ليْلَةَ ‌النِّصْفِ ‌مِنْ ‌شَعْبانَ إِلَى سَماءِ الدُّنْيا فَيَغْفِرُ لأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

(حم ت هـ) عن عائشة. ( الجامع الصغير للجلال السيوطي ص 3784)

Artinya: “Sesungguhnya Allah Ta’ala turun pada malam pertengahan bulan Sya‘ban ke langit dunia, lalu Dia mengampuni dosa lebih banyak daripada jumlah bulu kambing (milik kabilah) Kalb.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmizi, dan Ibnu Majah dari ‘Aisyah ra. Al-Jami’ As-Saghir Karya Jalaluddin As-Suyuti, hlm. 3784)

Turunnya rahmat dan ampunan Allah pada malam Nisfu Sya’ban menggambarkan luasnya kasih sayang-Nya. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan ibadah sunnah pada malam tersebut.

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Amin. (Dijawab oleh KH. Hakim Nasih)

Untuk membaca konsultasi keagamaan lainnya seputar fikih, akidah, dan ibadah, silakan kunjungi situs resmi muigresik.or.id sebagai rujukan keislaman terpercaya.