MUI Gresik - Pengajian Ramadhan bertema tata cara perawatan jenazah, digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Manyar sebagai upaya mencetak kader mudinah dan memperkuat layanan keumatan. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 24–25 Februari 2026, bertempat di MA Yasmu Manyar, Gresik.
Pelatihan ini diikuti oleh peserta perempuan dengan materi yang mencakup pemahaman teori dan praktik pemulasaran jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan keagamaan, khususnya dalam bidang perawatan jenazah perempuan yang saat ini semakin terbatas.
Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Umat MUI Manyar, Hj. Chilyatut Taqiyah, S.Pd.I, menyampaikan bahwa pelatihan ini difokuskan untuk mencetak calon mudinah yang dapat memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.
“Dilaksanakan selama dua hari, berisi pemahaman teori beserta praktik. Fokusnya memang untuk calon mudinah, dan alhamdulillah antusias peserta sangat baik. Semoga mereka bisa lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia juga berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal penting, setidaknya untuk memastikan proses perawatan jenazah keluarga dapat berjalan sesuai syariat.
“Meskipun tidak menjadi mudinah, ketika ada keluarga yang wafat, mereka bisa ikut memastikan kesesuaian syariah dalam pemulasaran jenazah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Manyar, KH. Su’udi Wafa, M.Ag, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya regenerasi kader pelayanan umat.
“Kajiannya tentang perawatan jenazah, karena tenaga perawat jenazah perempuan semakin sedikit. Kami berharap semakin banyak masyarakat memahami tata cara perawatan jenazah, agar ada generasi penerus dari kalangan muda,” ungkapnya.
Selain pelatihan perawatan jenazah, MUI Manyar juga mengadakan Ngaji Kitab Nihayatuz Zain yang diasuh langsung oleh KH. Su’udi Wafa. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Darul Muttaqin Betoyoguci secara rutin dua kali setiap pekan selama bulan Ramadhan, yakni setiap Rabu dan Ahad pukul 16.00 hingga 18.00 WIB.
Kajian ini secara khusus membahas bab sholat dan zakat, dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada jamaah tentang pelaksanaan ibadah secara benar dan sempurna.
“Harapannya memberikan pencerahan kepada jamaah tentang bagaimana sholat yang sempurna. Karena selama ini kebanyakan hanya belajar saat di madrasah dulu, padahal orang dewasa juga sangat membutuhkan penguatan kembali,” jelasnya.
