MUI Gresik - Kepedulian kepada para pengabdi umat yang kerap luput dari perhatian menjadi warna utama Safari Ramadhan MUI bersama Forkopimcam Kecamatan Panceng di Masjid Al-Istiqomah Desa Ketanen, Selasa (3/3/2026) malam.
Dalam momentum 14 Ramadhan 1447 H tersebut, MUI Panceng menyalurkan tali asih berupa bingkisan sembako dan santunan uang kepada penjaga makam, marbot masjid, serta modin perempuan.
Ketua MUI Kecamatan Panceng, KH. Alfin Sonhaji, menegaskan bahwa perhatian kepada para pelayan umat merupakan bagian dari peran MUI sebagai Khadimul Ummah. Menurutnya, pengabdian mereka selama ini sering berjalan dalam sunyi, namun memiliki arti besar bagi kehidupan keagamaan masyarakat.
“Kita ingin Ramadhan ini menjadi bukti bahwa MUI hadir melayani umat, termasuk mereka yang selama ini setia mengabdi tanpa banyak sorotan,” ujar Kiai Alfin.
Bahwa MUI, kata Kiai Alfin, memegang dua peran utama, yakni Shodiqul Hukumah (mitra pemerintah) serta Khadimul Ummah (pelayan umat).
“MUI Panceng juga sedang giat dalam pelaksanaan program-programnya, mulai dari Madrasah Lansia, pembinaan remaja bermasalah, hingga pendampingan persoalan keluarga TKI,” kata Kiai Alfin.
Camat Panceng, Sampurno, dalam sambutannya menekankan bahwa tujuan puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertakwa dan peduli terhadap sesama.
“Ketakwaan itu harus tercermin dalam kepedulian sosial dan kebersamaan menjaga lingkungan kita,” tuturnya.
Sampurno juga mengapresiasi langkah MUI yang menghadirkan perhatian nyata kepada elemen masyarakat yang selama ini jarang tersentuh bantuan.
Sementara itu, Kapolsek Panceng, AKP Khoirul Alam, mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas wilayah, terlebih setelah adanya dinamika sosial di beberapa desa beberapa waktu lalu.
"Kami para aparat kepolisian ini bukan malaikat, jumlah kami terbatas (hanya 14 orang) maka kita semua harus menjadi polisi bagi diri kita masing-masing,” ujarnya.
AKP Khoirul juga menambahkan, bahwa keamanan dan ketertiban akan terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran kolektif untuk saling menjaga.
Safari Ramadhan ini, diawali dengan shalat tarawih berjamaah, dilanjutkan sambutan dan taushiyah, kemudian penyaluran tali asih kepada para penjaga makam, marbot, dan modin perempuan. Kegiatan ditutup dengan doa oleh Kepala KUA Panceng.
Tahun ini, agenda Safari Ramadhan MUI dan Forkopimcam Panceng dibagi menjadi dua zona, wilayah selatan dan utara, sebagai bentuk pemerataan dakwah dan penguatan ukhuwah di seluruh wilayah kecamatan Panceng.
