MUI GRESIK - Upaya pembinaan terhadap calon kader ulama terus dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan monitoring peserta Program Sarjana Pendidikan Kader Ulama (PKU) rekomendasi MUI Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor MUI Kabupaten Gresik, Senin (6/7/2026), menjadi momentum untuk mengevaluasi perkembangan akademik, pembinaan keagamaan, serta kehidupan para mahasiswa selama menempuh pendidikan di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut hadir lengkap empat peserta Program Sarjana PKU rekomendasi MUI Kabupaten Gresik, yakni M. Faidul Hasan, Daniah Isyah Adillah, Nashrul Tsaniatul Ummah, dan Imroatul Ula.
Mereka menyampaikan perkembangan perkuliahan, aktivitas di asrama, serta berbagai program pembinaan yang dijalani selama mengikuti pendidikan.
Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib, menyampaikan bahwa keberhasilan mengikuti Program Sarjana PKU tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kedisiplinan dalam membangun karakter keulamaan, terutama melalui kedekatan dengan Al-Qur'an.
"Bagaimana perkembangan hafalan Al-Qur'an? Kami memahami beban yang kalian jalani cukup berat karena harus menyeimbangkan kuliah, kegiatan asrama, dan berbagai program pembinaan. Namun kami berharap kalian tetap istiqamah menghafal Al-Qur'an. Minimal jangan sampai ada satu hari pun yang terlewat tanpa menambah atau murajaah hafalan, sehingga ketika lulus nanti harapannya sudah mampu menyelesaikan hafalan sesuai target," pesannya.
Kiai Rofiq juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Menurutnya, teman yang saleh dan memiliki semangat belajar akan menjadi faktor penting dalam menjaga motivasi, akhlak, dan keberhasilan akademik.
"Harus pintar-pintar mencari teman dalam kuliah, karena pergaulan sangat menentukan kelancaran belajar kalian. Bertemanlah dengan orang-orang yang saling menguatkan dalam kebaikan dan semangat menuntut ilmu," ujarnya.
Dalam suasana yang hangat, Kiai Rofiq turut menyampaikan pesan dengan mengaitkan makna beberapa pola tasrif fi'il dalam bahasa Arab sebagai pengingat nilai-nilai yang harus dimiliki para Kader PKU.
"Diawali dari fa'ala yaf'ilu, kemudian nashara yanshuru, maknanya harus saling menolong sesama teman. Lalu dharaba yadribu, artinya harus siap menerima nasihat dan rela diingatkan ketika melakukan kesalahan, terutama oleh para guru. Selanjutnya fataha yaftahu, semoga Allah membuka hati kalian agar semakin dekat kepada-Nya. Pada akhirnya menjadi alima ya'lamu, yakni menjadi pribadi yang benar-benar berilmu dan mampu mengamalkan ilmunya di tengah masyarakat," tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik Makmun, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas dedikasi para mahasiswa PKU yang tidak hanya fokus menjalani perkuliahan, tetapi juga tetap berkontribusi dalam berbagai program dakwah digital MUI Kabupaten Gresik.
"Kami mengucapkan terima kasih atas kontribusi teman-teman Program PKU yang selama ini tetap aktif membantu dakwah digital MUI Gresik di tengah kesibukan kuliah. Kami berharap semangat tersebut terus dijaga, karena dakwah hari ini tidak hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga melalui media digital yang mampu menjangkau masyarakat lebih luas. Semoga pengalaman ini menjadi bekal penting ketika nanti kembali mengabdi di tengah umat," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, salah satu peserta Program Sarjana PKU, M. Faidul Hasan, menceritakan aktivitas kesehariannya selama menjalani pendidikan di kampus dan asrama.
Ia menjelaskan bahwa jadwal yang dijalani cukup padat. Kegiatan dimulai sejak sebelum Subuh dengan salat berjamaah, kemudian mengikuti perkuliahan hingga sore hari. Setelah salat Isya berjamaah, para mahasiswa mengikuti kajian kitab fikih Fathul Qarib serta Risalah Ahlussunnah wal Jamaah karya KH. Hasyim Asy'ari.
Selain kegiatan resmi, para penerima beasiswa Program PKU juga berinisiatif mengadakan sorogan dan diskusi kajian kitab secara mandiri sebagai sarana memperdalam pemahaman keilmuan.
"Alhamdulillah, kegiatan kami cukup padat. Setelah kuliah, malam hari kami masih mengikuti pengajian kitab. Bersama teman-teman penerima beasiswa PKU juga ada sorogan dan diskusi kitab. Alhamdulillah semuanya memiliki semangat yang sama untuk terus belajar dan memperdalam ilmu," ungkapnya.
Melalui kegiatan monitoring tersebut, MUI Kabupaten Gresik berharap proses pembinaan calon kader ulama dapat berjalan secara optimal sehingga melahirkan generasi ulama yang memiliki kedalaman ilmu, kuat dalam hafalan Al-Qur'an, berakhlak mulia, serta siap mengabdikan diri untuk umat dan bangsa.
