Search

Belajar dari Penjual Krupuk, Prof Abdul Chalik Ajak MUI Gresik Maksimalkan Layanan Umat

MUI GRESIK - Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag mengajak seluruh pengurus MUI Kabupaten Gresik untuk memaksimalkan pelayanan kepada umat dengan belajar dari filosofi sederhana seorang penjual krupuk.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Halaqah Pengembangan Organisasi yang digelar di Kantor MUI Kabupaten Gresik, Kamis (14/5/2026).

Dalam penyampaian pengantar halaqah, Prof Abdul Chalik menjelaskan bahwa setidaknya terdapat empat unsur penting dalam pengembangan organisasi atau yang disebutnya sebagai konsep 4M, yakni Man, Management, Money, dan Method.

“Setidaknya ada 4M di organisasi, pertama Man, ada manusianya. Harus ada Management, mulai dari rencana jangka pendek sampai tahunan, ketiga ada Money, keempat adalah Method, cara pengembangan organisasi,” ujarnya.

Menurut Prof Chalik, pengurus MUI juga perlu belajar dari semangat kerja keras dan pelayanan yang dilakukan para penjual krupuk yang setiap hari konsisten mendatangi pelanggan tanpa mengenal lelah.

“Saya banyak belajar dari tukang krupuk. Tiap minggu menghampiri kantor. Tiap hari lewat depan rumah. Tak pernah jenuh bersua pelanggan, termasuk saya. Siapa yang tak kenal krupuk putih bulat merek ‘Asih’, ‘Kasih Ibu’, ‘Rasa Sayang’. Pastilah bilang ya,” katanya.

Prof Chalik menilai, filosofi tersebut sangat relevan diterapkan dalam mengelola organisasi dan pelayanan umat di tengah tantangan dakwah yang terus berkembang di Kabupaten Gresik.

Prof Abdul Chalik kemudian menjelaskan beberapa pelajaran penting yang dapat dipetik dari penjual krupuk, mulai dari mendekatkan layanan kepada konsumen, merawat kepercayaan pelanggan, menjemput bola, melayani dengan sepenuh hati, hingga menjaga mutu secara berkelanjutan.

“Belajar dari penjual krupuk sesungguhhnya belajar tentang kerja keras, pantang menyerah, dekat dengan konsumen dan melayani sepenuh hati. Pelajaran yang kita bisa petik bagaimana mengelola MUI di tengah efisiensi, di tengah tuntutan dakwah yang tidak boleh berhenti, di tengah tantangan Gresik yang terus dinamis karena industri, masyarakat yang harus selalu dilayani,” jelasnya.

Prof Chalik pun mengajak seluruh komisi di MUI Kabupaten Gresik, agar memanfaatkan kesempatan yang ada untuk terus merumuskan langkah terbaik demi pelayanan umat yang lebih maksimal.

“Mari belajar dari apa yang dilakukan penjual krupuk tadi, masing-masing komisi di MUI Kabupaten Gresik punya kesempatan yang sama untuk merumuskan apa yang bisa dilakukan dengan maksimal, bagaimana kita akan tetap melayani umat dengan maksimal di tengah tantangan dakwah di Kabupaten Gresik yang luar biasa,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Abdul Chalik juga mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 195:

“wa lâ tulqû bi'aidîkum ilat-tahlukati wa aḫsinû, innallâha yuḫibbul-muḫsinîn”. (Janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.)

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib menyampaikan bahwa halaqah kali ini difokuskan untuk memperkuat kesamaan pandangan dan soliditas internal organisasi sebelum melangkah lebih luas di tengah masyarakat.

“Halaqah sebelumnya bersifat umum, namun kami saat ini hadirkan halaqah secara khusus, kita internal dulu, karena tujuannya organisasi ini sebelum kita melangkah keluar, kita kuatkan dulu pemahaman dan satu pandangan secara internal dulu,” kata Kiai Rofiq.