Search

Jelang Idul Adha 1447 H, JULEHA Gresik Latih Ratusan Juru Sembelih Teknik Penyembelihan Halal di Bungah

MUI GRESIK - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, JULEHA (Juru Sembelih Halal) Indonesia DPD Kabupaten Gresik bersama MUI Kecamatan Bungah menggelar Roadshow Bimbingan Teknis (Bimtek) Sembelih Halal di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Al Istiqomah, Desa Sukorejo, Kecamatan Bungah, Ahad (10/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 250 peserta dari panitia qurban dan juru sembelih se-Kecamatan Bungah.

Koordinator Roadshow Bimtek Sembelih Halal 2026 JULEHA DPD Gresik, Andi Prasetyo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan JULEHA Gresik dalam rangka menyambut Idul Adha sekaligus meningkatkan kualitas penyembelihan hewan qurban agar sesuai syariat Islam dan standar keamanan di lapangan.

Menurutnya, kerja sama dengan MUI Kecamatan Bungah menjadi bagian penting dalam upaya memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya panitia qurban dan juru sembelih, agar pelaksanaan ibadah qurban berjalan lebih tertib, aman, dan memperhatikan kondisi hewan qurban.

“Kegiatan ini merupakan rangkaian Roadshow Bimtek Sembelih Halal dalam rangka menyambut Idul Adha 2026 dan rutin dilaksanakan setiap tahun. Alhamdulillah, tahun ini kami dipercaya MUI Bungah untuk memberikan pelatihan teknik sembelih halal kepada para peserta,” ujarnya.

Andi menjelaskan JULEHA Gresik secara khusus memberikan materi tentang teknik sembelih halal mulai dari penanganan hewan qurban sejak kedatangan hingga proses penyembelihan.

Ia menuturkan, salah satu penekanan utama dalam pelatihan ialah bagaimana panitia qurban mampu mengendalikan hewan qurban dengan baik agar tidak mengalami stres sebelum disembelih.

Selain itu, peserta juga dibimbing mengenai teknik perobohan hewan qurban yang aman, efektif, tidak menyakiti hewan, serta mampu mengurangi risiko cacat maupun cedera saat proses perobohan dilakukan.

“Teknik penyembelihan juga harus benar secara syar’i, tetapi di sisi lain tetap memperhatikan aspek keamanan bagi penyembelih dan orang-orang di sekitarnya. Karena itu peserta kami bekali mulai dari handling hewan, teknik perobohan, sampai cara penyembelihan yang tepat,” terangnya.

Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada jenis dan fungsi pisau sembelih serta teknik pengasahan agar menghasilkan ketajaman maksimal. Menurut Andi, ketajaman pisau menjadi salah satu faktor penting dalam proses penyembelihan agar hewan tidak tersiksa dan proses penyembelihan dapat berlangsung lebih cepat serta sesuai tuntunan syariat.

“Kami berharap peserta pelatihan benar-benar bisa menerapkan ilmu yang didapat saat pelaksanaan Idul Qurban di tempat masing-masing, sehingga pelaksanaan qurban di masyarakat semakin baik, tertib, dan sesuai syariat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH. Ainur Rofiq Thoyyib, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi pelaksanaan pelatihan penyembelihan hewan qurban dan pengelolaan daging yang digelar MUI Bungah bersama JULEHA Gresik.

Menurut Kiai Rofiq, penyembelihan hewan qurban bukan sekadar proses pemotongan hewan, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki rukun dan syarat wajib sehingga harus dilaksanakan secara benar sesuai tuntunan syariat.

“Tujuan penyembelihan hewan qurban bukan sekadar ritual pemotongan, melainkan ibadah yang di dalamnya terdapat rukun dan syarat wajib yang harus dipenuhi agar daging yang dihasilkan benar-benar menjadi daging yang baik, halalan thayyiban, bergizi dan bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain materi teknik sembelih halal, peserta juga mendapatkan materi fiqih qurban oleh Ustadz Rofiqul Amin serta materi pengelolaan dan penyimpanan daging qurban dari aspek kesehatan yang disampaikan dr. Riris.