Search

Resmi Dikukuhkan, KP MUI Desa se-Kecamatan Dukun Diharapkan Jadi Garda Terdepan Dakwah Rahmatan lil Alamin

MUI GRESIK - Kader Penggerak (KP) MUI Desa se-Kecamatan Dukun resmi dikukuhkan dan diharapkan menjadi garda terdepan dakwah rahmatan lil alamin di tengah masyarakat. Keberadaan kader di tingkat desa dinilai penting untuk memperkuat pembinaan umat sekaligus memastikan dakwah MUI hadir hingga lapisan masyarakat paling bawah.

Kegiatan berlangsung di Aula MWC NU Dukun, Ahad (13/9/2026). Pengukuhan dilakukan langsung Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib, didampingi Bendahara MUI Kabupaten Gresik H. Mustain.

Ketua MUI Kecamatan Dukun KH. Hilal Mahfudz mengatakan, peran dan fungsi KP MUI Desa sangat penting, terutama dalam menghadirkan dakwah rahmatan lil alamin di tingkat masyarakat paling bawah, yakni desa.

"Dakwah akan berjalan maksimal apabila dilakukan dengan sistem dan manajemen yang baik. Karena itu, para KP MUI Desa perlu memahami cara menyampaikan dakwah yang bijak, santun, serta mampu menjaga hubungan baik dengan masyarakat," ungkapnya.

Kiai Hilal mengingatkan pesan Al-Qur’an dalam Surah An-Nahl ayat 125:

ud‘u ilâ sabîli rabbika bil-ḫikmati wal-mau‘idhatil-ḫasanati wa jâdil-hum billatî hiya aḫsan, inna rabbaka huwa a‘lamu biman dlalla ‘an sabîlihî wa huwa a‘lamu bil-muhtadîn.

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk.”

Kiai Hilal menjelaskan, ayat tersebut mengajarkan agar dakwah dilakukan dengan cara yang bijak dan santun. Dakwah jangan sampai justru menimbulkan pertikaian maupun percekcokan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai dakwah kita membawa pertikaian dan percekcokan. Bahkan dalam ayat ini diperintahkan dengan mau‘idhatul hasanah, pengajaran yang baik,” ujarnya.

Selain cara berdakwah, Kiai Hilal juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik. Menurutnya, KP MUI Desa merupakan garda paling depan dakwah MUI di desa, khususnya dalam persoalan keagamaan.

“Karena KP MUI Desa ini garda paling terdepan dakwah MUI di desa, yang membawahi tentang keagamaan, maka perlu kita berikan pemahaman tentang ke-MUI-an. Sehingga jika di desa baik, insyaallah ke atas akan baik,” jelasnya.

Kiai Hilal berharap, para kader tidak hanya memahami tugas secara kelembagaan, tetapi juga mampu memaksimalkan perannya dalam membina umat di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik KH. Ainur Rofiq Thoyyib menjelaskan bahwa pembentukan KP MUI Desa merupakan salah satu program strategis MUI Kabupaten Gresik. Program tersebut kini hampir seluruhnya telah terealisasi di berbagai kecamatan.

Menurut Kiai Rofiq, kader yang dikukuhkan merupakan orang-orang yang dinilai memiliki kemampuan untuk menggerakkan organisasi sekaligus membantu menjalankan program MUI di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

“KP MUI itu ahliyatul mutaharrik, orang yang punya keahlian di dalam menggerakkan sebuah organisasi. Kader-kader yang telah dipilih dianggap mumpuni untuk membantu program-program MUI Kabupaten dan Kecamatan,” jelasnya.

Kiai Rofiq menyampaikan, posisi KP MUI Desa sangat strategis karena menjadi ujung tombak MUI di tingkat desa. Keberadaan mereka diharapkan dapat memperkuat hubungan antara MUI dengan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya kemitraan dengan pemerintah desa.

“Oleh karena itu, kader itu adalah sebagai ujung tombak MUI di tingkat desa. Bagaimana shodiqul hukumah yang terjalin erat dari pusat, provinsi, kabupaten, dan kecamatan, bisa berlanjut hingga tingkat desa,” lanjutnya.

Kiai Rofiq juga berharap keberadaan KP MUI Desa mendapat dukungan dari pemerintah desa. Para kader, menurutnya, perlu diberi ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan desa, tidak hanya dalam aspek fisik, tetapi juga pembangunan moral masyarakat.

Lebih lanjut, Kiai Rofiq menyampaikan bahwa pembentukan KP MUI Desa merupakan bagian dari pengembangan metode dakwah MUI agar semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pembentukan KP MUI Desa ini semacam metode dakwah. Pengurus MUI Kabupaten berusaha mengemas metode dakwah agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Gresik,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Dukun, Kepala KUA Dukun, Kapolsek Dukun, Danramil Dukun, Ketua MWC NU, Ketua PC Muhammadiyah, DMI, serta tokoh masyarakat Kecamatan Dukun.