MUI GRESIK - Perhatian terhadap akhlak dan pendidikan anak menjadi salah satu pesan penting dalam Seminar Perempuan yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, melalui Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Umat yang juga Kader Keluarga Bahagia, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan bertajuk “Peran Perempuan dalam Rumah Tangga yang Islami” tersebut berlangsung di Aula Ar Roudloh, Kantor Kecamatan Dukun.
Seminar diikuti ibu ketua Tim Penggerak PKK, kader, serta anggota PKK desa se-Kecamatan Dukun. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi bagi perempuan untuk memperkuat pemahaman mengenai peran keluarga, pendidikan anak, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan rumah tangga.
Camat Dukun Gunawan Purna Atmaja, S.STP., M.M., hadir sekaligus membuka kegiatan, dan mengapresiasi kegiatan yang memberikan ruang bagi perempuan untuk memperkuat pengetahuan dan perannya dalam keluarga.
Ketua MUI Kecamatan Dukun, KH Hilal, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya perhatian orang tua terhadap akhlak dan perilaku anak. Menurutnya, anak memang perlu diberi ruang untuk tumbuh berani dan kreatif, tetapi tetap harus disertai pengawasan.
“Jangan biarkan anak nakal dengan dalih supaya berani dan kreativitasnya tumbuh tanpa pengawasan. Karena antara berani dan kurang ajar itu beda tipis. Ibarat lengkuas dan jahe yang menyamar sebagai daging dalam rawon atau lodeh,” ujarnya.
Kiai Hilal juga mengingatkan orang tua agar tidak membiarkan anak belajar menghadapi konsekuensi tanpa pendampingan.
“Yang paling penting, hukum alam lebih kejam daripada hukum yang kita berikan kepada anak-anak kita,” tuturnya.
Materi utama seminar disampaikan Nur Khosi’ah, M.Pd.I. Ia mengajak peserta melihat keluarga bukan hanya sebagai tempat menjalankan tanggung jawab sehari-hari, tetapi juga sebagai ruang utama dalam membangun karakter dan kepribadian anak.
“Rumah adalah tempat pertama anak belajar tentang banyak hal. Dari keluarga, anak mengenal cara berbicara, bersikap, menghormati orang lain, serta memahami nilai-nilai agama. Karena itu, keteladanan orang tua menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak,” paparnya.
Menurut Nur Khosi’ah, peran perempuan dalam keluarga tidak sebatas menjalankan pekerjaan domestik. Perempuan juga memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana rumah yang mendukung tumbuh kembang anak dan membangun komunikasi yang sehat antaranggota keluarga.
“Perempuan perlu memiliki kemampuan untuk berkomunikasi, mendampingi, dan memberikan keteladanan. Keluarga yang harmonis tidak hanya dibangun dengan pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga dengan perhatian, komunikasi, pendidikan, dan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Umat MUI Kecamatan Dukun, Siti Jamilah, S.Pd.I., mengatakan seminar tersebut diharapkan memberikan manfaat yang dapat diterapkan peserta dalam kehidupan keluarga.
“Seminar ini kita harapkan dapat menambah ilmu dan pengalaman baru kepada kaum perempuan dalam menjaga keluarga yang harmonis,” katanya.
Siti Jamilah menambahkan, pemberdayaan perempuan perlu diarahkan agar memberikan dampak nyata di lingkungan keluarga. Perempuan diharapkan mampu menjadi penggerak dalam menciptakan suasana rumah yang mendukung pendidikan dan pembentukan karakter anak.
“Harapannya, peserta tidak hanya mendapatkan materi saat seminar, tetapi juga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari keluarga yang baik, kita berharap lahir generasi yang memiliki akhlak, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Melalui kegiatan tersebut, Komisi Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Umat MUI Kecamatan Dukun mendorong peserta menjadi kader keluarga bahagia. Perempuan diharapkan mampu berperan dalam membangun keluarga yang harmonis, memberikan pendidikan dan keteladanan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Seminar tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya MUI Dukun menghadirkan ruang pemberdayaan perempuan yang dekat dengan persoalan kehidupan masyarakat. Perhatian terhadap akhlak anak menjadi salah satu bagian penting, karena pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas bagi kehidupan sosial di Kecamatan Dukun.
