Search

Bimbing Ikrar Mualaf Seorang Perempuan, MUI Kedamean Tekankan Niat Karena Allah

MUI GRESIK - Dalam suasana khidmat di Kantor KUA Kedamean, Senin (13/4/2026), proses ikrar mualaf seorang perempuan turut diiringi dengan pesan penting tentang meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.

Melalui bimbingan yang disampaikan secara hangat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kedamean mengajak agar keputusan memeluk Islam benar-benar berangkat dari keyakinan hati, sehingga keislaman yang dijalani dapat tumbuh kuat dan penuh ketenangan. Ikrar tersebut diucapkan oleh seorang perempuan yang mantap memilih Islam sebagai jalan hidupnya.

Perempuan tersebut, Marcelina Saina (29), secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam dengan penuh kesadaran serta tanpa adanya paksaan. Prosesi ikrar mualaf dibimbing oleh Kepala KUA Kedamean Mustakim, S.Ag., M.Pd.I., bersama Ketua MUI Kedamean H. M. Heri Prianto.

Diketahui, sebelum memutuskan masuk Islam, Marcelina dikenal sebagai pribadi yang taat dalam menjalankan ajaran agama sebelumnya. Perjalanan spiritualnya dimulai saat ia bekerja dan bertemu dengan seorang pemuda asal Kedamean. Pengalaman bekerja di Maluku juga memperluas interaksinya dengan rekan-rekan yang beragama Islam, sehingga menumbuhkan ketertarikan terhadap ajaran Islam.

Seiring waktu, berbagai diskusi dan kedekatan yang terjalin membuat Marcelina semakin memahami nilai-nilai Islam. Ia pun merasakan ketenangan dalam ajaran tersebut hingga akhirnya keyakinannya semakin mantap untuk memeluk agama Islam. Keputusannya juga telah melalui restu dari sang ibu.

Selain faktor lingkungan dan interaksi sosial, Marcelina melihat Islam sebagai agama yang menjunjung tinggi toleransi dan membawa kedamaian. Ia juga berencana melanjutkan hubungan dengan pemuda asal Kedamean tersebut ke jenjang pernikahan sebagai bagian dari perjalanan hidupnya ke depan.

Ketua MUI Kedamean, H. M. Heri Prianto, dalam keterangannya menekankan bahwa niat menjadi seorang muslim harus dilandasi keikhlasan karena Allah SWT, bukan semata-mata karena faktor lain seperti pernikahan.

“Kami menyampaikan, terutama terkait dengan niat, agar mendasari masuk Islam hanya karena Allah SWT, bukan karena ingin menikah dengan pria muslim atau yang lain,” ujarnya.

Dalam bimbingannya, MUI Kedamean juga memberikan pemahaman dasar tentang ajaran Islam, meliputi rukun Islam dan rukun iman, serta sumber hukum Islam seperti Al-Qur’an, Hadits, ijma, dan qiyas. Selain itu, Marcelina juga diberikan wawasan terkait kewajiban menutup aurat serta pentingnya memahami konsep makanan halal dan haram.

Tidak hanya itu, H. Heri Prianto juga menyampaikan bahwa seluruh dosa sebelum masuk Islam akan diampuni oleh Allah SWT. Oleh karena itu, momen pengucapan syahadat menjadi awal lembaran baru dalam kehidupan seorang muslim.

“Ketika mengucap dua kalimat syahadat, maka dimulai lembaran baru. Setelah itu harus mulai belajar dan menjalankan kewajiban, termasuk shalat lima waktu,” imbuhnya.

MUI Kedamean berharap, setelah resmi memeluk Islam, Marcelina dapat istiqamah dalam menjalankan syariat serta terus meningkatkan pemahaman keagamaannya.

“Semoga ikrar yang dibaca menjadikannya muslimah yang shalihah, baik, taat, serta terjaga iman dan Islamnya hingga akhir hayat,” pungkasnya.