Search

Panduan Lengkap Doa Malam Nisfu Sya’ban

MUI Gresik - Umat Islam telah memasuki bulan Sya’ban 1447 Hijriah. Salah satu momentum penting di bulan ini adalah Malam Nisfu Sya’ban, yang pada tahun 2026 bertepatan dengan Senin malam, 2 Februari 2026, dimulai sejak selepas Magrib.

Malam Nisfu Sya’ban diyakini sebagai malam penuh limpahan rahmat dan ampunan Allah SWT. Karena itu, para ulama menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, khususnya doa dan munajat, sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah sekaligus persiapan menyambut bulan suci Ramadan.

Keutamaan Malam Nisfu Sya’ban

Syekh Abdul Qadir al-Jilani, ulama besar yang dikenal dengan gelar Sulthanul Auliya’, menyebut Malam Nisfu Sya’ban sebagai lailah mubarakah, yakni malam yang diberkahi Allah SWT. Beliau menjelaskan bahwa malam ini sarat dengan turunnya rahmat, keberkahan, kebaikan, serta ampunan bagi penduduk bumi.

ومنها سمي ليلة البراءة مباركة لما فيها من نزول الرحمة والبركة والخير والعفو والغفران لأهل الأرض

“Dan di antaranya, malam pembebasan disebut dengan “mubarakah” (yang diberkati) karena di dalamnya terdapat turunnya rahmat, keberkahan, kebaikan, dan pengampunan bagi penduduk bumi.”

Malam Nisfu Sya’ban juga dikenal sebagai malam pembebasan, sebab pada malam tersebut Allah SWT membebaskan hamba-hamba-Nya dari kesengsaraan dan kehinaan. Syekh Abdul Qadir al-Jilani menjelaskan:

وقيل وانما سميت ليلة البراءة لأن فيها براءتين براءة للأشقياء من الرحمن وبراءة للأولياء من الخذلان

“Dikatakan bahwa malam nisfu Sya’ban disebut malam pembebasan karena di dalamnya terdapat dua pembebasan. Pertama, pembebasan untuk orang-orang celaka dari siksa Allah yang Maha-Penyayang. Kedua, pembebasan untuk para kekasih Allah dari kehinaan”. (Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 283).

Lafaz Doa Malam Nisfu Sya’ban

Di antara amalan utama pada Malam Nisfu Sya’ban adalah memperbanyak doa. Syekh Abdul Qadir al-Jilani meriwayatkan sebuah doa khusus yang beliau terima dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. Doa ini tercantum dalam kitab Ghunyah ath-Thalibin (juz 3, hal. 249) dan dianjurkan untuk dibaca pada malam Nisfu Sya’ban.

 اللهم صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ، مَصَابِيْحِ الْحِكْمَةِ وَمَوَالِيْ النِّعْمَةِ، وَمَعَادِنِ الْعِصْمَةِ، وَاعْصِمْنِيْ بِهِمْ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ. وَلَا تَأْخُذْنِيْ عَلَى غِرَّةٍ وَلَا عَلَى غَفْلَةٍ، وَلَا تَجْعَلْ عَوَاقِبَ أَمْرِيْ حَسْرَةً وَنَدَامَةً، وَارْضَ عَنِّيْ، فَإِنَّ مَغْفِرَتَكَ لِلظَّالِمِيْنَ، وَأَنَا مِنَ الظَّالِمِيْنَ، اللهم اغْفِرْ لِيْ مَا لَا يَضُرُّكَ، وَأَعْطِنِيْ مَا لَا يَنْفَعُكَ، فَإِنَّكَ الْوَاسِعَةُ رَحْمَتُهُ، اَلْبَدِيْعَةُ حِكْمَتُهُ، فَأَعْطِنِي السَّعَةَ وَالدَّعَةَ، وَالْأَمْنَ وَالصِّحَّةَ وَالشُّكْرَ وَالْمُعَافَاةَ، وَالتَّقْوَى، وَأَفْرِغِ الصَّبْرَ وَالصِّدْقَ عَلَيَّ، وَعَلَى أَوْلِيَائِيْ فِيْكَ، وَأَعْطِنِي الْيُسْرَ، وَلَا تَجْعَلْ مَعَهُ الْعُسْرَ، وَأَعِمَّ بِذَلِكَ أَهْلِيْ وَوَلَدِيْ وَإِخْوَانِيْ فِيْكَ، وَمَنْ وَلَدَنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ   

Allâhumma shalli ‘alâ Muhammadin wa âlihi, Mashâbihil hikmati wa mawâlin ni’mati, wa ma‘âdinil ‘ishmati, wa‘shimni bihim min kulli sû-in, wa lâ ta’khudznî ‘alâ ghirratin wa lâ ‘ala ghaflatin, wa lâ taj‘al ‘awâqiba amri hasratan wa nadâmatan, wardla ‘annî, fainna maghfirataka lidh dhâlimin, wa anâ minadh dhâlimîna, allâhumma ighfir lî mâ lâ yadlurruka, wa a‘thinî mâ lâ yanfa’uka, fainnaka al-wâsi’atu rahmatuhu, al-badî‘atu hikmatuhu, fa a‘thini as-sa‘ata wad da‘ata, wal-amna wash-shihhata wasy-syukra wal-mu‘âfata wattaqwa, wa afrighiash-shabra wash-shidqa ‘alayya, wa ‘alâ auliyâi fîka, wa a‘thinî al-yusra, walâ taj‘al ma‘ahu al-‘usra, wa a‘imma bi dzâlika ahlî wa waladî wa ikhwanî fîka, wa man waladanî minal muslimîna wal muslimâti wal mu’minîna wal mu’minâti.

“Ya Allah limpahkan rahmat ta’dhim-Mu kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, lampu-lampu hikmah, tuan-tuan nikmat, sumber-sumber penjagaan. Jagalah aku dari segala keburukan lantaran mereka, janganlah engkau hukum aku atas kelengahan dan kelalaian, janganlah engkau jadikan akhir urusanku suatu kerugian dan penyesalan, ridhailah aku, sesungguhnya ampunanMu untuk orang-orang zhalim dan aku termasuk dari mereka, ya Allah ampunilah bagiku dosa yang tidak merugikanMu, berilah aku anugerah yang tidak memberi manfaat kepadaMu, sesungguhnya rahmat-Mu luas, hikmah-Mu indah, berilah aku kelapangan, ketenangan, keamanan, kesehatan, syukur, perlindungan (dari segala penyakit) dan ketakwaan. Tuangkanlah kesabaran dan kejujuran kepadaku, kepada kekasih-kekasihku karena-Mu, berilah aku kemudahan dan janganlah jadikan bersamanya kesulitan, liputilah dengan karunia-karunia tersebut kepada keluargaku, anaku, saudar-saudaraku karena-Mu dan para orang tua yang melahirkanku dari kaum muslimin muslimat, serta kaum mukiminin dan mukminat.”

Selain membaca doa itu, pada Malam Nisfu Sya’ban bisa juga membaca doa yang diajarkan Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya :

اَللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ   اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِيْ عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ شَقِيًّا أَوْ مَحْرُومًا أَوْ مُقْتَرًّا عَلَيَّ فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتِي وَحِرْمَانِي وَاقْتِتَارَ رِزْقِيْ، وَاكْتُبْنِيْ عِنْدَكَ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ "يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ" وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ     

Allâhumma yâ dzal manni wa lâ yumannu ‘alaik, yâ dzal jalâli wal ikrâm, yâ dzat thawli wal in‘âm, lâ ilâha illâ anta zhahral lâjîn wa jâral mustajîrîn wa ma’manal khâ’ifîn. Allâhumma in kunta katabtanî ‘indaka fî ummil kitâbi syaqiyyan aw mahrûman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullâhumma fî ummil kitâbi syaqâwatî wa hirmânî waqtitâra rizqî, waktubnî ‘indaka sa‘îdan marzûqan muwaffaqan lil khairât. Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fî kitâbikal munzal ‘alâ lisâni nabiyyikal mursal, “yamhullâhu mâ yasyâ’u wa yutsbitu, wa ‘indahû ummul kitâb” wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammad wa alâ âlihî wa shahbihî wa sallama, walhamdu lillâhi rabbil ‘alamîn. 

“Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau, kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, lindungan orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut. Tuhanku, jika Kau mencatatku di sisi-Mu pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau orang yang sempit rezeki, maka hapuskanlah di Lauh Mahfuzh kecelakaan, kesialan, dan kesempitan rezekiku. Catatlah aku di sisi-Mu sebagai orang yang mujur, murah rezeki, dan taufiq untuk berbuat kebaikan karena Engkau telah berkata–sementara perkataan-Mu adalah benar–di kitabmu yang diturunkan melalui ucapan Rasul utusan-Mu, ‘Allah menghapus dan menetapkan apa yang Ia kehendaki. Di sisi-Nya Lauh Mahfuzh.’ Semoga Allah memberikan shalawat kepada Sayyidina Muhammad SAW dan keluarga beserta para sahabatnya. Segala puji bagi Allah SWT.”(Kitab Maslakul Akyar halaman 78-80)

Catatan khusus dari doa ini yaitu dhamir mufrad pada doa ini dapat diganti menjadi dhamir jamak bila dibaca berjamaah.

Tata Cara Membaca Doa Malam Nisfu Sya’ban

Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya dalam kitab Maslakul Akyar menjelaskan bahwa Malam Nisfu Sya’ban dianjurkan untuk diisi dengan doa dan ibadah, karena malam tersebut merupakan malam yang dilimpahi rahmat Allah SWT.

Sebelum membaca doa Nisfu Sya’ban, dianjurkan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat dengan niat shalat sunnah mutlak.

Pada rakaat pertama, setelah Al-Fatihah membaca surat Al-Kafirun. Kemudian pada rakaat kedua, setelah Al-Fatihah membaca surat Al-Ikhlas

Pada setiap sujud membaca doa:

Allâhumma inni 'audzubika bi'afwika min 'iqobika, wa'audzubika biridloka min sakhotika, wa'audzubika minka ilaika, laa ukhshi tsanaan alaika anta kamaa atsnaita ala nafsika.

Setelah shalat, dianjurkan membaca surat Yasin sebanyak tiga kali dengan niat: Pertama, memohon umur panjang untuk ketaatan kepada Allah. Kedua, memohon kelapangan dan keberkahan rezeki. Ketiga, memohon keteguhan iman hingga akhir hayat. Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa Malam Nisfu Sya’ban.

Untuk mendapatkan informasi keislaman yang akurat, jadwal hari besar Islam, serta panduan ibadah yang bersumber dari para ulama dan lembaga tepercaya, kunjungi muigresik.or.id sebagai rujukan resmi umat Islam, terutama di Kabupaten Gresik.

*Referensi:

1. Mufti Betawi Sayyid Utsman bin Yahya, Kitab Maslakul Akyar halaman 78-80

2. Syekh Abdul Qadir al-Jilani, Kitab Ghunyah al-Thalibin, juz 3, hal. 283 dan hal. 249