MUI Gresik - Bulan Ramadhan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, baik yang wajib maupun sunnah. Selain shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan sedekah, umat Islam juga dianjurkan untuk menghidupkan amalan sunnah lainnya, salah satunya adalah shalat dhuha. Meski shalat dhuha tidak khusus hanya di bulan Ramadhan, namun mengamalkannya di bulan penuh berkah ini akan menambah nilai pahala dan keberkahan.
Shalat dhuha adalah shalat sunnah yang dilaksanakan pada waktu dhuha, yaitu sejak matahari terbit hingga sebelum waktu dzuhur. Shalat ini dikenal sebagai salah satu amalan pembuka pintu rezeki dan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan.
Setelah melaksanakan shalat dhuha, umat Islam dianjurkan untuk berdoa. Salah satu doa yang masyhur dan sering diamalkan adalah sebagai berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ، اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Allāhumma innadh-dhuhā’a dhuhā’uka, wal-bahā’a bahā’uka, wal-jamāla jamāluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-‘ishmata ‘ishmatuka. Allāhumma in kāna rizqī fis-samā’i fa anzilhu, wa in kāna fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kāna mu’siran fa yassirhu, wa in kāna harāman fa thahhirhu, wa in kāna ba’īdan fa qarribhu, bi haqqi dhuhā’ika wa bahā’ika wa jamālika wa quwwatika wa qudratika, ātinī mā ātaita ‘ibādakash-shālihīn.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di langit maka turunkanlah, jika berada di bumi maka keluarkanlah, jika sulit maka mudahkanlah, jika haram maka sucikanlah, jika jauh maka dekatkanlah, dengan hak waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku sebagaimana Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Shalat dhuha memiliki banyak keutamaan yang sangat besar bagi seorang muslim. Di antaranya, shalat dhuha menjadi bentuk sedekah bagi seluruh anggota tubuh, karena setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah dan dua rakaat dhuha telah mencukupinya.
Selain itu, shalat dhuha juga dikenal sebagai amalan yang dapat membuka pintu rezeki dan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan, sekaligus menjadi sebab dihapusnya dosa-dosa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lebih dari itu, konsistensi dalam melaksanakan shalat dhuha merupakan bukti ketaatan dan wujud rasa syukur seorang hamba atas limpahan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Bulan Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membangun kebiasaan ibadah sunnah, termasuk shalat dhuha. Jika amalan ini sudah menjadi rutinitas selama Ramadhan, maka akan lebih mudah untuk istiqamah melaksanakannya di bulan-bulan berikutnya.
Dengan memperbanyak shalat dhuha dan doa setelahnya di bulan Ramadhan, diharapkan umat Islam mendapatkan keberkahan rezeki, ketenangan hati, dan semakin dekat kepada Allah SWT. Ramadhan bukan hanya bulan untuk meningkatkan ibadah sesaat, tetapi juga menjadi sarana membentuk kebiasaan ibadah sepanjang hayat.
Mari jadikan Ramadhan sebagai awal membangun kebiasaan shalat dhuha dan memperbanyak doa. Kunjungi muigresik.or.id untuk mendapatkan panduan ibadah, doa-doa harian, dan artikel keislaman yang bermanfaat sebagai bekal meningkatkan kualitas iman dan ibadah.
