Search

Doa Orang Tua untuk Keselamatan Anak dan Cucu

MUI Gresik - Keselamatan anak dan cucu merupakan dambaan setiap orang tua dan kakek-nenek. Dalam ajaran Islam, menjaga keturunan tidak hanya dilakukan melalui pendidikan dan perhatian lahiriah, tetapi juga dengan memperbanyak doa sebagai bentuk tawakal kepada Allah SWT. Doa menjadi sarana spiritual yang menghubungkan harapan orang tua dengan perlindungan dari Sang Maha Penjaga.

Tradisi keilmuan Islam di Nusantara turut mewariskan berbagai amalan doa yang diyakini membawa keberkahan bagi keluarga. Salah satunya adalah doa keselamatan anak dan cucu yang tercantum dalam Kitab Perukunan Melayu Besar, sebuah karya yang banyak dirujuk di lingkungan pesantren. Doa ini diamalkan sebagai ikhtiar batin agar keturunan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.

Adapun lafal doa yang dapat dibaca oleh orang tua untuk keselamatan anak dan cucunya adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ بِحُرْمَةِ النَّبِيِّ وَالحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيْهِ وَنَجِّنِيْ مِنَ الغَمِّ الَّذِيْ فِيْهِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ، وَأَسْئَلُكَ أَنْ تُحْيِيَ قَلْبِيْ بِنُوْرِ مَعْرِفَتِكَ أَبَدًا أَبَدًا يَا رَسُوْلَ اللهِ يَا اللهُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Allāhumma bi hurmatin nabiyyi, wal Hasan, wa akhīh, wa ummih, wa abīh, wa najjinī minal ghammil lazī fīh, yā Hayyu, yā Qayyūmu, yā dzal jalāli wal ikrām. Wa as’aluka an tuhyiya qalbī bi nūri ma‘rifatika abadan, abadan. Yā rasulallāh, ya Allah (3 kali), bi rahmatika yā arhamar rāhimīn, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.

Artinya, “Ya Allah, demi kehormatan Nabi Muhammad SAW, Hasan, saudaranya, ibunya, dan bapaknya, selamakanlah aku dari kebingungan yang ada di dalamnya. Wahai Zat yang hidup, wahai Zat yang maha tegak, wahai Zat yang maha besar dan mulia, aku memohon kepada-Mu agar menghidupkan hatiku dengan cahaya makrifat-Mu selamanya, wahai Rasulullah, ya Allah (3 kali), dengan rahmat-Mu, wahai Zat yang maha pengasih. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

Doa ini dikutip dari Kitab Perukunan Melayu Besar. Sebagian besar isi kitab tersebut disarikan dari karya ulama besar Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari, sebagaimana tercantum dalam Perukunan Melayu Besar terbitan Alaydrus, Jakarta, halaman 50. Rujukan ini sering digunakan dalam tradisi keilmuan pesantren Nusantara.

Dalam kitab ini disebutkan bahwa doa ini dianjurkan untuk dibaca sebelum melaksanakan shalat Subuh. Tujuannya adalah sebagai wasilah agar anak dan cucu senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, terhindar dari berbagai kesulitan, serta diberi keselamatan dalam perjalanan hidupnya.

Mengamalkan doa keselamatan anak dan cucu sebelum shalat Subuh sebagaimana dianjurkan dalam kitab klasik Nusantara merupakan wujud kepasrahan dan harapan kepada Allah SWT. Dengan doa, orang tua menitipkan masa depan keturunannya kepada Zat Yang Maha Mengetahui segala keadaan. Untuk membaca kajian keislaman lainnya yang mendalam, moderat, dan terpercaya, silakan kunjungi muigresik.or.id sebagai rujukan keislaman umat.

*Referensi dari Kitab Perukunan Melayu Besar, (Jakarta, Alaydrus), halaman 50.